Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Madihin Jadi Media Edukasi Kesehatan: Inovasi tim PkM UNISM bersama Teras Project Banua Melalui Pendanaan DPPM 2025

admin • Selasa, 18 November 2025 | 13:30 WIB
SENI TUTUR:Tim pengabdian kepada masyarakat UNISM Banjarmasin melibatkan kelompok Madihin Teras Project dalam edukasi kesehatan di Kota Banjarbaru.
SENI TUTUR:Tim pengabdian kepada masyarakat UNISM Banjarmasin melibatkan kelompok Madihin Teras Project dalam edukasi kesehatan di Kota Banjarbaru.

BANJARBARU - Seni Madihin, tradisi pantun berirama khas Banjar, kini hadir dengan wajah baru. Tidak hanya sebagai hiburan, seni tutur ini dimanfaatkan sebagai media edukasi kesehatan oleh kelompok Madihin Teras Project di Kota Banjarbaru. Inovasi ini muncul melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 yang melibatkan tim pengabdian dari Universitas Sari Mulia yang diketuai oleh apt Rahmadani M Farm, dengan anggota Esti Yuandari SE M Kes, dan Nurhaeni ST MCs.

Program ini berangkat dari kegelisahan akan merosotnya minat generasi muda terhadap seni Madihin. Di tengah derasnya arus hiburan digital, kelompok Madihin Teras Project menghadapi tantangan dalam berinovasi dan mempertahankan relevansi pertunjukan mereka. Di sisi lain, Kalsel memiliki kekayaan bahan alam seperti daun sirih dan kulit jeruk yang berpotensi dijadikan produk higienis alami. Dua persoalan inilah yang kemudian dikawinkan dalam sebuah program pemberdayaan: pelestarian seni tradisi dan edukasi kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pelatihan pembuatan sabun antiseptik berbahan herbal lokal, para anggota Madihin Teras Project dibekali pengetahuan baru untuk menciptakan syair Madihin bertema kesehatan. Hasilnya tidak hanya tampak dari antusias peserta, tetapi juga dari peningkatan pengetahuan yang signifikan.

Lebih dari sekadar pelatihan, program ini mendorong para pelaku seni untuk menjadi agen edukasi. Setelah mendapatkan materi dan praktik langsung membuat sabun antiseptik dari daun sirih dan kulit jeruk, mereka kemudian mengemas pesan kesehatan dalam syair Madihin. Pertunjukan edukatif tersebut dipublikasikan di media sosial, menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda.

Pendekatan berbasis budaya terbukti mampu memperkuat pemahaman masyarakat. Materi kesehatan yang disampaikan dengan bahasa jenaka, irama yang akrab, dan nuansa lokal membuat pesan lebih mudah diterima. Kolaborasi antara seni tradisi dan isu kesehatan ini tidak hanya memperkaya khasanah Madihin, tetapi juga membuka ruang baru bagi pelestarian budaya Banjar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Program PISN melalui pendanaan DPPM 2025 membuktikan bahwa seni tradisi dapat bergerak dinamis mengikuti zaman. Madihin bukan hanya warisan, tetapi juga sarana edukasi yang efektif, kreatif, dan dekat dengan masyarakat. Dengan dukungan teknologi serta pemanfaatan bahan lokal, kelompok Madihin Teras Project kini melangkah sebagai pelaku seni yang mampu menyuarakan pesan kesehatan sekaligus menjaga keaslian budaya Banjar.

Editor : Fauzan Ridhani
#Pengabdian kepada masyarakat #Unism #banjarbaru #madihin #media edukasi