BANJARMASIN - Kaki-kaki mungil itu melangkah pelan, memilih langkah demi langkah di balik genangan air yang dalam, sesekali terperosok di kubangan tanah yang lunak.
Itulah perjuangan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Basirih 10, Banjarmasin Selatan, ketika musim hujan atau air pasang merendam akses jalan menuju sekolah.
Puluhan siswa harus menerobos dataran sawah dengan berjalan kaki sejauh satu kilometer lebih agar bisa bersekolah.
Belum lagi kondisi banjir dan jalan yang becek kerap menambah tantangan, seperti yang diutarakan salah seorang siswa, Nazwa (11).
"Saya mau jalan diperbaiki, sebab setiap kali ke sekolah pakaian kotor dan harus dicuci setiap hari," ujar siswa yang masih duduk di kelas V ini, Kamis (13/11).
Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ibnul Qayyim tak menampik kondisi memprihatinkan yang menimpa SDN Basirih 10.
Ia juga menyadari bahwa kondisi jalan ke sekolah dalam beberapa tahun terakhir menjadi becek karena air pasang maupun hujan.
"Itu juga memang salah satu kendala menuju SDN Basirih 10. Mungkin nanti kita usulkan ke Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) untuk meninjau lokasi jalan di sana untuk akses jalan anak-anak," ujar Qayyim.
Sementara itu, Masri, warga Basirih, mengaku prihatin ketika melihat anak sekolah melintasi jalan becek itu sejak pagi buta.
"Jalannya parah terendam banjir, bisakah pemerintah bisa bantu memperbaiki. (Anak sekolah) sudah pasti basah mereka," ucap Masri.
Masri mengatakan, banjir mulai merangkak naik pada malam hari dan berangsur surut ketika pagi. Akses menuju SDN 10 Basirih tak pernah kering sepenuhnya.
Editor : Muhammad Syarafuddin