MARTAPURA - Di sudut teras kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Intan Martapura, suara kresek plastik terdengar bersahutan.
Beberapa mahasiswa berseragam ungu tampak duduk bersila di lantai, dikelilingi tumpukan botol dan gelas plastik bekas.
Dengan cekatan, mereka memilah, menggunting, dan memisahkan tutup botol.
Inilah rutinitas Jumat Bersih milik mahasiswa Program Studi Administrasi Rumah Sakit (ARS) Stikes Intan Martapura, para penggerak bank sampah SASAPU HIMARS (Stasiun Sampah Punya Hima ARS).
Di balik tumpukan botol bekas itu, tersimpan semangat muda yang menolak menyerah pada keterbatasan. Dengan memilah sampah, sedikit demi sedikit mereka juga memilah masa depan dari setiap botol plastik yang dikumpulkan.
Dari hasil penjualan sampah plastik, para mahasiswa menabung dana yang nantinya digunakan untuk membantu biaya wisuda.
“Program bank sampah ini merupakan terobosan yang sangat bagus. Kami dari prodi sangat mendukung, bahkan dosen kami ikut menjadi nasabah,” ujar Kepala Program Studi ARS Stikes Intan Martapura, Raziansyah, Jumat (31/10).
Ia menjelaskan, inisiatif ini muncul dari Himpunan Mahasiswa ARS yang sebelumnya melakukan kajian ke Bank Sampah Induk Sekumpul Martapura.
Kini, kegiatan itu telah berjalan hampir satu tahun dan menjadi bagian dari pembelajaran kewirausahaan serta kepedulian lingkungan. “Meski nonakademik, kegiatan ini kami kaitkan dengan mata kuliah kewirausahaan dan lingkungan agar memiliki nilai edukatif dan berkelanjutan. Kami berharap bank sampah ini bisa bertahan lama dan diwarisi generasi berikutnya,” tambahnya.
Ketua Pelaksana SASAPU HIMARS, Alfiandy, menuturkan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap Jumat. Mereka menimbang, memilah, lalu mencatat hasil setoran di buku tabungan masing-masing nasabah.
“Sampai sekarang, total dana yang terkumpul sudah sekitar Rp700 ribu. Setiap mahasiswa bisa mencairkan hasil tabungan mereka menjelang wisuda, sementara dosen bisa mengambil kapan saja,” ujarnya.
“Melalui SASAPU HIMARS, kami ingin menciptakan lingkungan kampus yang bersih sekaligus mengedukasi mahasiswa agar lebih peduli terhadap lingkungan, baik di kampus maupun di tempat tinggal mereka,” tutupnya dengan senyum bangga.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief