BANJARBARU – Musim hujan telah tiba, Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru mencatat ada tiga sekolah yang selama ini rawan tergenang.
Kepala Disdik Banjarbaru, Dedy Sutoyo menyebut, dua sekolah di antaranya berada di Kecamatan Liang Anggang, yakni SDN 1 Landasan Ulin Utara dan SDN 2 Landasan Ulin Barat (LAB).
Sementara satu sekolah lainnya adalah SDN 2 Bangkal di Kecamatan Cempaka, yang lokasinya berdekatan dengan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. “Yang paling rawan SDN 2 Bangkal, karena dekat bantaran sungai,” ujar Dedy, Rabu (22/10)
Menurutnya, Disdik bersama instansi terkait telah melakukan sejumlah langkah pencegahan dengan mengidentifikasi penyebab dan mencari solusi terhadap risiko banjir di tiga sekolah tersebut.
Dedy menuturkan, hasil identifikasi di SDN 1 Landasan Ulin Utara menunjukkan adanya masalah pada sistem drainase di depan sekolah yang tidak berfungsi maksimal, serta posisi jalan yang lebih tinggi dari halaman sekolah. "Untuk mengatasinya, dilakukan perbaikan drainase dan pemasangan paving sebagai sarana utilitas,” jelasnya.
Sementara di SDN 2 Landasan Ulin Barat, kondisi serupa juga ditemukan. Sekolah yang berada di kawasan rawa itu sering tergenang air karena drainase tidak optimal. “Kami juga sudah melakukan perbaikan drainase dan pemasangan paving dari depan gerbang hingga ke bangunan sekolah,” katanya.
Adapun di SDN 2 Bangkal, banjir kerap disebabkan oleh lokasi sekolah yang berada di dekat sungai serta posisi Jalan Mistar Cokrokusumo yang lebih tinggi dari area sekolah. Untuk mencegah luapan air, Disdik melakukan rehabilitasi sungai dan pemasangan paving di lingkungan sekolah.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief