BANJARBARU – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru, Dedy Sutoyo, mengimbau seluruh sekolah, terutama yang sudah berusia tua, untuk lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik.
Imbauan ini disampaikan menyusul kebakaran yang melanda ruang guru SDN 2 Kemuning, Senin (20/10) malam.
Menurut Dedy, kebakaran di SDN 2 Kemuning bukanlah kejadian pertama di lingkungan sekolah tersebut. Tahun sebelumnya, rumah dinas guru juga pernah terbakar akibat korsleting listrik.
“Ini memang musibah, tapi menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati. Terutama pada bangunan sekolah yang sudah tua dan memiliki jaringan listrik yang mungkin sudah tidak layak,” ujarnya, Selasa (21/10).
Dedy menuturkan, di ruang guru dan kepala sekolah biasanya terdapat banyak alat elektronik tambahan seperti laptop dan AC, yang dapat meningkatkan beban listrik.
“Kalau jaringan sudah tua, itu bisa berpengaruh besar. Makanya kami minta sekolah lebih waspada dan rutin melakukan pemeriksaan,” katanya.
Ia bersyukur api tidak sampai merembet ke ruang laboratorium yang berisi peralatan penting.
“Alhamdulillah bangunan laboratorium tidak ikut terbakar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dedy mengimbau sekolah-sekolah yang memiliki bangunan lama agar memanfaatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk melakukan perbaikan instalasi listrik dan pemeliharaan ringan.
“Sebenarnya tidak terlalu mahal. Kami harap kepala sekolah bisa segera memperbaiki bagian yang dirasa perlu. Jangan tunggu sampai hal kecil menjadi musibah,” tegasnya.
Pihaknya juga akan mendorong peningkatan kewaspadaan dan pelatihan bagi tenaga pendidik untuk mengantisipasi potensi bahaya listrik di lingkungan sekolah.
Editor : Arif Subekti