TANJUNG - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabalong menyatakan akan terus memantau program beasiswa bagi warga miskin.
Meski tidak ada laporan negatif terhadap program ini, namun mereka berharap Pemkab Tabalong bisa merealisasikan program sesuai ketentuan.
"Berdasarkan ketentuan data kemiskinan harus mengacu pada aplikasi Si Langkar," kata Ketua Komisi I DPRD Tabalong, Ahmad Helmi, Jumat (10/10).
Si Langkar merupakan Sistem Informasi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu & Terintegrasi. Aplikasi ini terkoneksi ke semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk penanganan kemiskinan secara akurat.
Helmi berharap, Pemkab juga lebih aktif dalam menjalankan program beasiswa bagi warga miskin tersebut. "Harus jemput bola, tidak boleh menunggu," tegasnya.
Setidaknya, saat melakukan tahapan sosialisasi ke masyarakat harus benar-benar mengenai sasaran. Yaitu warga miskin.
Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong, Masdulhak Abdi menyebut, untuk beasiswa kepada pelajar berprestasi, penerimanya sebanyak 3.400 siswa. "2.000 siswa SD dan 1.400 siswa SMP," katanya.
Para pelajar tidak mampu akan menerima uang beasiswa sebesar Rp2,5 juta setahun untuk jenjang SMP, sedangkan siswa SDN mendapat Rp1.875.000 per tahun.
Masdulhak berharap bantuan beasiswa Pemkab Tabalong itu bisa dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan para pelajar yang tidak mampu.
Ia juga memastikan, data penerima mengacu pada aplikasi terintegrasi Si Langkar milik Pemkab Tabalong. "Semuanya mengacu pada Si Langkar," cetusnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief