BANJARMASIN - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA) Banjarmasin melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut pada Senin (15/9/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan Pembuatan Jamu Antihipertensi” dan diikuti oleh warga desa dengan antusias. Acara berlangsung di Balai Desa Kandangan Baru mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WITA.
Permasalahan yang dihadapi masyarakat di desa ini adalah kurangnya pemahaman mengenai pemanfaatan dan pengolahan tanaman obat menjadi jamu antihipertensi yang aman dan berkhasiat.
Kondisi tersebut menyebabkan hingga saat ini belum ada produk jamu antihipertensi yang dihasilkan oleh warga setempat. Untuk menjawab permasalahan ini, tim pengabdian merancang sebuah pelatihan komprehensif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif terapi non-farmakologi dalam pengelolaan hipertensi.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi “Aspek Produksi dan Perizinan Obat Herbal” oleh Apt Leny Syanjaya SFarm, selaku Pengawas Farmasi Ahli Muda dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru.
Peserta juga dikenalkan dengan berbagai jenis tanaman obat yang memiliki khasiat antihipertensi, termasuk penjelasan mengenai mekanisme kerja dan bukti ilmiahnya.
Selanjutnya, peserta diajak memahami peran jamu antihipertensi sebagai terapi pendukung yang dapat bersinergi dengan obat farmakologi, sekaligus didorong untuk menjalani gaya hidup sehat dalam mengendalikan tekanan darah.
Setelah memperoleh pemahaman dasar, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan jamu antihipertensi, mulai dari pemilihan bahan baku, proses peracikan, hingga menghasilkan sediaan siap konsumsi.
Sebagai tahapan akhir, dilakukan pula simulasi pengemasan dan pelabelan sederhana sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya aman digunakan tetapi juga memiliki nilai tambah dari aspek higienitas dan estetika.
Dampak nyata dari kegiatan ini terlihat dari peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat. Nilai rata-rata post-test peserta meningkat dari 45 menjadi 85, atau mengalami kenaikan sebesar 88,89%.
Peserta juga mampu melakukan praktik pengolahan jamu secara mandiri, menghasilkan minimal satu prototipe produk jamu antihipertensi hasil pelatihan.
Selain itu, lebih dari 80% peserta menyatakan siap mengintegrasikan jamu ke dalam pola hidup sehat sebagai terapi pendukung pengelolaan hipertensi. Pengetahuan mengenai regulasi dan standar keamanan produk herbal juga meningkat, di mana lebih dari 75% peserta mampu menjawab benar soal terkait regulasi dalam evaluasi akhir.
Ketua PKK Desa Kandangan Baru, Ani Mahrita menyampaikan, rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan warga mengenai obat tradisional, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang bermanfaat untuk kesehatan keluarga serta membuka peluang bagi desa untuk memiliki produk jamu sebagai potensi unggulan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian dari dosen dan mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) MAB Banjarmasin yang terdiri dari apt Hasniah MFarm, apt Rizki Rahmadi MFarm, Fuzi Maulana Ash’ari SPt MP, apt Karina Erlianti, M Pharm Sci, Nadila Aulia, Winda Piskariannisa, dan Muhammad Ashraf Mubarak.
Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat dukungan pendanaan dari KEMENDIKTISAINTEK melalui Program BIMA. Harapannya, hasil dari pelatihan ini dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Kandangan Baru sekaligus membuka peluang pengembangan produk jamu antihipertensi sebagai aset desa.
Editor : Fauzan Ridhani