PELAIHARI - Program pengabdian kepada masyarakat kembali digelar Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala). Kali ini, empat dosen Politala hadir di Komunitas Pengelolaan Sampah Organik Sinergi (Kopasos) yang berlokasi di Komplek CIP Desa Atu-Atu, Kecamatan Pelaihari, pada Sabtu (30/8/2025).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Maggo Park: Optimalisasi Usaha Kopasos Berbasis Baggot BSF sebagai Pusat Edukasi untuk Pangan Berkelanjutan.” Program ini mendapatkan dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.
Empat dosen Politala yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Dr Fatimah SSi MP, Dwi Sandri SSi MP, Hendrik Setyo Utomo ST MMSI, dan Fadhli Fajri M Pt, serta melibatkan empat mahasiswa.
Dalam pengabdian tersebut mereka memberikan serangkaian pelatihan praktis kepada para anggota Kopasos yang selama ini aktif mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik.
Dr Fatimah menjelaskan ada tiga fokus utama dalam pelatihan kali ini. Pertama, teknik pengolahan maggot kering agar lebih tahan lama. Kedua, strategi pengemasan dan pelabelan produk maggot kering untuk memperkuat daya saing di pasaran. Dan ketiga, pemanfaatan media sosial untuk pemasaran, sehingga produk maggot bisa lebih dikenal masyarakat luas.
“Harapan kami, para pegiat maggot di Kopasos tidak hanya mampu menghasilkan produk bernilai jual, tetapi juga memahami pentingnya branding dan pemasaran modern. Dengan begitu, nilai ekonomis maggot bisa meningkat dan memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat,” ungkap Fatimah.
Ia menambahkan, program ini tidak berhenti pada satu kali pertemuan. Ke depan, anggota Kopasos juga akan mendapat pelatihan lanjutan terkait pengembangan biofond maggot, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT), hingga formulasi pakan komplit maggot. Semua itu diharapkan bisa memperkuat posisi Kopasos sebagai pusat edukasi sekaligus usaha berbasis lingkungan.
Fatimah juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendiktisaintek yang telah mendukung program ini melalui pendanaan riset dan pengabdian masyarakat. “Dana ini sangat bermanfaat untuk memberdayakan masyarakat. Kami berharap anggota Kopasos bisa menularkan ilmu yang didapat kepada komunitas lain, karena potensi pengembangan maggot sangat besar, baik dari sisi ekonomi maupun manfaat lingkungan,” pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani