MARTAPURA - Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Sari Mulia (UNISM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Optimalisasi peran kader dan keluarga melalui digitalisasi program kelas keluarga dalam mendukung penurunan stunting” di Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian kader Posyandu dan keluarga dalam memberikan asuhan berbasis keluarga. Kegiatan ini juga melibatkan perangkat desa, yaitu RT sebagai garda utama dalam menjaring calon pengantin dan ibu hamil yang ada diwilayahnya, sehingga dapat terdata dengan baik yang selanjutnya akan dilaporkan kepada kader dan petugas kesehatan setempat.
Kegiatan pengabdian ini diketuai Zulliati, beranggotakan dua dosen. Yaitu, Nita Hestiyana dan Subhan Panji Cipta, serta anggota 5 orang mahasiswa dari program studi Sarjana kebidanan dan sarjana Farmasi. Mereka menciptakan inovasi alat edukasi berupa lembar balik mini yang simple dan mudah dibawa. Alat skrining awal tersebut berguna mendeteksi kehamilan dengan resiko tinggi dan penyimpangan tumbuh dan kembang anak. Alat ini dapat digunakan kader kesehatan untuk mencegah kondisi gawat darurat, serta memberikan pemahaman kepada ibu dan keluarga akan pentingnya pendampingan secara maksimal dan pengasuhan oleh keluarga secara langsung.
Sehingga ibu hamil, bersalin, dan proses menyusui dapat dijalani secara bahagia dan tenang. Dengan demikian, pola pengasuhan juga dapat dilakukan secara maksimal, sehingga ke depannya angka stunting di wilayah tersebut dapat diturunkan.
Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, yang tidak hanya berdampak pada tumbuh kembang anak, tetapi juga kualitas generasi bangsa di masa depan.
Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan informasi dan pelatihan tentang penggunaan form deteksi dini penyakit pada ibu hamil. Serta, form penjaringan calon pengantin dan ibu hamil di wilayah tersebut di setiap RT.
Selain itu, tim juga melakukan pelatihan praktis bagi kader dengan melakukan simulasi pengkajian pada klien secara langsung untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala dengan metode yang tepat.
Zulliati menyampaikan keberhasilan penurunan angka stunting tidak hanya ditentukan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga sangat bergantung pada peran aktif kader dan keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan anak.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini, kader Posyandu semakin terampil dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Keluarga diharapkan mampu menerapkan pola asuh dan gizi yang baik demi tercapainya generasi sehat dan bebas stunting,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, kader, dan keluarga, diharapkan angka stunting di Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk dapat ditekan. Sehingga lahir generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Editor : Fauzan Ridhani