MARABAHAN - Pesantren Putri Darul Falah di Terantang, Kabupaten Barito Kuala, menjadi pusat kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi dan FKIP Universitas Islam Kalimantan (UNISKA).
Kegiatan ini mengusung tema pelatihan pembuatan jamu tradisional sebagai salah satu bentuk pemanfaatan kearifan lokal untuk menjaga kesehatan secara alami.
Program ini terlaksana berkat Hibah BIMA Kemdiktisaintek yang diterima oleh Apt Nily Su’aida MFarm bersama tim dosen dan mahasiswa.
Kegiatan melibatkan mahasiswa Fakultas Farmasi serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISKA, yang secara aktif mendampingi santri putri dalam seluruh rangkaian acara.
Materi penyuluhan sekaligus praktik pembuatan jamu dibawakan oleh Dr Apt Yulistia Budianti Soemarie, MFarm yang memberikan penjelasan mendalam mengenai berbagai tanaman herbal, khasiatnya, hingga langkah-langkah meramu jamu tradisional.
Santri putri tidak hanya mendapat teori, tetapi juga terjun langsung dalam proses pengolahan, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian jamu.
Menurut Apt Nily Su'aida MFarm, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda, khususnya para santri, tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui bahan-bahan alami yang mudah dijumpai di sekitar.
“Jamu merupakan warisan budaya bangsa yang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga dapat menjadi peluang pengembangan keterampilan dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, pihak pesantren menyambut baik inisiatif UNISKA yang dinilai mampu memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan praktis bagi santri.
Melalui pengabdian masyarakat ini, diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pesantren dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat membumikan jamu sebagai identitas kesehatan tradisional Indonesia yang relevan untuk masa kini dan masa depan.
Editor : Fauzan Ridhani