Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kemah Jurnalistik Tanah Bumbu Latih Pelajar Saring Informasi Digital

Zulqarnain RB • Minggu, 31 Agustus 2025 | 19:48 WIB

 

MENYIMAK: Peserta Kemah Jurnalistik saat menyimak pemaparan materi etika jurnalistik dari narasumber PWI Tanah Bumbu. (Foto: PWI Tanah Bumbu)
MENYIMAK: Peserta Kemah Jurnalistik saat menyimak pemaparan materi etika jurnalistik dari narasumber PWI Tanah Bumbu. (Foto: PWI Tanah Bumbu)

BATULICIN – Kemah Jurnalistik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanah Bumbu di Pantai Rindu Alam, Kecamatan Kusan Hilir, berlangsung sukses.

Kegiatan pada 30–31 Agustus itu diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah di Tanah Bumbu.

Selama dua hari, peserta mendapat materi yang relevan dengan perkembangan media digital, mulai dari etika jurnalistik, teknik menulis berita, hingga pembuatan video jurnalistik.

Mereka juga dikenalkan pada perbedaan antara media pers dan “media homeless” — yakni media yang hanya beroperasi di platform sosial tanpa badan hukum, tidak berbadan pers, dan tidak dilindungi undang-undang pers.

Dalam sesi ini, peserta dilatih menyaring informasi, memverifikasi kebenaran berita, serta membedakan fakta dari hoaks yang marak beredar di dunia maya.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung aktif.

Tak hanya menyinggung aspek teknis, mereka juga melontarkan pertanyaan kritis terkait kondisi politik nasional serta bagaimana media menyajikan informasi di tengah dinamika tersebut.

Ketua Panitia Kemah Jurnalistik, Puja Mandela, menyebut kegiatan ini sengaja dikemas santai agar para pelajar lebih mudah memahami dunia pers.

Ia mengapresiasi keaktifan peserta yang berani bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat.

“Kesadaran kritis seperti ini jadi modal penting untuk membangun jurnalisme yang sehat,” ujar wartawan sekaligus musisi tersebut.

Sementara itu, Zulqarnain, wartawan Radar Banjarmasin yang menjadi narasumber, juga mengapresiasi tingginya partisipasi peserta dalam diskusi.

Baca Juga: Waduh, Gegara Demo yang Memanas, MTQ Nasional Tingkat Provinsi Kalsel di Martapura Ditunda

Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya kepedulian generasi muda terhadap isu-isu publik.

Ia menekankan, kesadaran tersebut penting ditanamkan sejak dini.

Sebab, generasi muda adalah kelompok yang paling dekat dengan gawai dan media sosial, sekaligus paling rentan terpapar informasi menyesatkan.

Lebih jauh, Zulqarnain menilai keberanian pelajar mempertanyakan peran media dalam dinamika politik merupakan sinyal positif.

Artinya, mereka tak lagi sekadar menjadi penerima informasi pasif, melainkan sudah mulai berani menguji dan menimbang setiap informasi yang diterima.

“Mereka bahkan bisa berperan sebagai pengontrol informasi yang beredar di ruang publik,” tegasnya.

Editor : Arif Subekti
#kemah #media #digital #PWI #Tanah Bumbu #Jurnalistik #Kalsel #batulicin