MARABAHAN - Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti prosesi wisuda Universitas Islam Kalimantan (Uniska) MAB tahun akademik 2024/2025. Sebanyak 557 mahasiswa, mayoritas dari jalur alih jenjang, resmi menyandang gelar sarjana dalam wisuda yang untuk pertama kalinya digelar di gedung baru di Kampus Uniska, Handil Bakti.
Rektor Uniska, Prof Muhamad Zainul menyebut momen ini sebagai langkah bersejarah dalam perjalanan institusi. Ia mengapresiasi kelancaran prosesi serta kenyamanan yang dirasakan oleh seluruh peserta.
"Ini wisuda perdana yang dilaksanakan di gedung milik sendiri. Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Suasana sejuk, fasilitas memadai, dan jauh lebih efisien dibandingkan menyewa tempat di luar," ujarnya, disela wisuda, Kamis (17/7/2025).
Prof Zainul menjelaskan sebagian besar peserta wisuda adalah mahasiswa yang telah bekerja dan mengambil studi lanjutan. Karena itu, gelar yang diraih diharapkan memberi dampak langsung terhadap pengembangan karier para lulusan.
"Semoga ilmu yang mereka peroleh mampu menunjang kinerja, serta mendukung proses penyetaraan jabatan di instansi masing-masing. Yang terpenting, mereka bisa menjadi agen peningkatan mutu di tempat kerja," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti capaian akademik kampus yang terus menunjukkan tren positif. Dari 21 program studi jenjang S1, 19 program studi diantaranya telah meraih akreditasi "Baik Sekali", dan beberapa lainnya bahkan telah mencapai status unggul.
"Pencapaian ini menunjukkan kualitas tata kelola dan manajemen institusi yang terus berkembang. Kami akan terus berbenah dan berinovasi untuk menjaga kepercayaan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel H Muhidin, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso mengingatkan wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang di dunia nyata.
"Tak ada lagi dosen atau jadwal kuliah. Kini, kalian bertanggung jawab penuh atas diri sendiri. Inilah awal dari universitas kehidupan," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya tiga karakter utama yang harus dimiliki lulusan, yakni kemampuan beradaptasi, integritas, dan kerendahan hati. Menurutnya, lulusan yang mampu menyesuaikan diri, menjunjung nilai-nilai kejujuran, dan terbuka terhadap kritik, akan lebih siap menghadapi tantangan di masyarakat.
Sebagai institusi pendidikan Islam yang mengusung nama besar ulama Kalimantan, Uniska MAB dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk lulusan yang tak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak.
"Jaga marwah almamater. Tampilkan etika dan karakter sarjana muslim yang membanggakan," pesan Adi menutup sambutannya.
Editor : Fauzan Ridhani