BANJARMASIN – Puluhan anak Banjarmasin lolos seleksi Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis yang dikelola Kementerian Sosial.
Program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga miskin untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus memikirkan biaya sekolah, makan, dan asrama.
Para siswa akan belajar di dua lokasi, yaitu Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin yang berlokasi di Jalan Trikora, Banjarbaru, dan Sentra Budi Luhur di Jalan Ahmad Yani KM 29,6 Banjarbaru.
Rinciannya, tiga siswa diterima di BBPPKS, terdiri dari satu siswa jenjang SMP dan dua siswa jenjang SMA. Sementara di Sentra Budi Luhur, 39 siswa jenjang SMP diterima dalam dua tahap seleksi.
Total 42 anak asal Banjarmasin diterima masuk ke Sekolah Rakyat, terdiri dari 40 siswa SMP dan 2 siswa SMA.
Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Nuryadi mengatakan program ini bisa menyelamatkan anak-anak dari risiko sosial seperti putus sekolah atau keterlantaran.
"Alhamdulillah, ada siswa asal Banjarmasin yang lolos. Ini membanggakan. Kami mengawal proses ini dan hingga kini masih membuka pendaftaran untuk calon cadangan jika ada peserta yang mengundurkan diri," kata Nuryadi, Senin (16/6).
Nuryadi menjelaskan, program ini terbuka bagi anak-anak yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE).
Ia meminta masyarakat agar tidak ragu mendaftarkan anak-anak mereka. "Program ini gratis, mulai dari sekolah, makan, hingga asrama. Ini peluang emas untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu, dan kami pastikan transparan," tegasnya.
Meski kuota utama telah terpenuhi, pendaftaran untuk calon cadangan tetap dibuka. Hingga saat ini, sudah ada tiga anak yang masuk daftar cadangan.
Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai pada Juli mendatang, bersamaan dengan tahun ajaran baru.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief