RANTAU – Harapan besar Kabupaten Tapin untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar mulai menampakkan hasil.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI resmi menetapkan Kabupaten Tapin sebagai salah satu penerima program nasional revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan.
Sebanyak 16 sekolah di Tapin dipastikan akan mendapat alokasi perbaikan.
Rinciannya, lima paket untuk Taman Kanak-kanak (TK), delapan untuk Sekolah Dasar (SD), dan tiga untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Harris Prayoga menyampaikan program ini merupakan tindak lanjut dari audiensi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tapin, H Yamani dan H Juanda ke Kemendikdasmen RI pada 21 Mei lalu.
"Kami bersyukur atas kepercayaan ini. Program ini sangat sejalan dengan misi daerah untuk meningkatkan kualitas sarpras pendidikan," ucapnya, Minggu (8/6/2025).
Namun, Meidy menegaskan pelaksanaan fisik revitalisasi akan menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Pusat.
"Kami akan kawal program ini sebaik mungkin. Ini momentum besar untuk percepatan pembangunan pendidikan di Tapin," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tapin, H Yamani yang turut hadir langsung dalam audiensi beberapa waktu lalu, menegaskan komitmen kuat Pemkab Tapin dalam mendukung penuh revitalisasi sekolah.
“Kami siap ikuti semua prosedur. Yang penting, sekolah-sekolah di Kabupaten Tapin segera diperbaiki. Anak-anak kami harus punya ruang belajar yang layak,” tegasnya.
Usulan Kabupaten Tapin untuk masuk dalam lokus nasional program revitalisasi ini bukan tanpa alasan, karena masih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur.
Editor : Fauzan Ridhani