TANJUNG - Kick off Program Adaro Pesantren Sejahtera (PAPS) dengan sasaran Pondok Pesantren Al Madaniyah di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan digelar YABN, Rabu (28/5/2025).
Kolaborasi berdaya membangun sinergi mewujudkan pesantren mandiri menjadi tujuannya. Kegiatan diawali dengan asesmen untuk mengetahui potensi pesantren.
Ketua YABN, Zuraida Murdia Hamdie menjelaskan, PAPS fokus pada tiga hal. "Pertama kepemimpinan, kedua kelembagaan, dan ketiga unit usaha," katanya.
Bantuan diawali dengan pembinaan pengembangan kepemimpinan terutama dalam membentuk unit usaha. Kemudian dari unit usaha meningkat menjadi lembaga. Kelembagaan itu dirasa dapat menciptakan keleluasaan dan produktivitas pesantren dalam mengembangkan unit usahanya.
Karena baru kick off, unit usaha masih dianalisa. Zuraida mengakui, saat ini di Al Madaniyah terdapat potensi usaha yang dapat dikembangkan. Seperti pengepakan padi dan supermarket.
Hanya saja, semua potensi perlu dilakukan asesmen dan kajian terlebih dulu, sebelum YABN mengucurkan bantuan lainnya. Lembaga akademisi juga dapat diturunkan untuk membina.
"Sebelumnya kami ada bekerja sama dengan ULM (Universitas Lambung Mangkurat) dan ITB (Institut Teknologi Bogor)," jelasnya.
Hasilnya PAPS sukses. Contohnya di Pesantren Miftahul Ulum di Desa Bangkiling Raya, Kecamatan Benua Lawas dan Al Islam di Desa Kambitin Kecamatan Tanjung.
Melanjutkan keberhasilan tersebut, tahap kedua PAPS kini menyasar dua pesantren sekaligus, yakni Ponpes Al Madaniyah Jaro di Kabupaten Tabalong dan Ponpes Riyadhul Muhibbin di Kabupaten Balangan.
Al Madaniyah diberi batas waktu dua tahun untuk meraih sukses dan mandiri tersebut oleh YABN.
Pimpinan Pesantren Al Madaniyah, Ustad Murjani bersyukur dan menganggap PAPS luar biasa. "Terima kasih tiada terhingga. Keluarga pondok dan masyarakat Jaro berterima kasih kepada PT Adaro Indonesia, melalui YABN," cetusnya.
Ia bercerita, potensi unit usaha di pesantrennya adalah penggilingan padi yang kemudian menjadi usaha pengepakan beras. Serta pengelolaan air minum.
Namun semua potensi tersebut akan disodorkan dulu ke tim asesmen YABN sehingga unit usaha yang dijalankan tepat sasaran PAPS.
Terkait batas waktu dua tahun yang diberikan, dijawab Ustad Murjani dapat terwujud. "Kami sangat berusaha, karena kami menanti banget dapat uluran dari Adaro. Dan tepat yang kami inginkan di kick off ini. Kami siap," ujarnya.
Sekretaris Daerah Tabalong Hamida Munawarah yang hadir mewakili Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani memberi apresiasi YABN atas PAPS.
"Kami sangat mendukung sekali dan memberi apresiasi atas program pesantren sejahtera ini," jelasnya.
Ia merasa yakin, Al Madaniyah mampu menjadi sejahtera dan mandiri dengan PAPS. "Kami yakin melihat situasi di lokasi pesantren. Dan tadi Ustad Murjani insya Allah mereka akan bekerja keras supaya bisa terealisasi," katanya.
Apresiasi dan rasa yakin Hamida disebabkan PAPS sangat relevan dengan program prioritas Pemkab Tabalong. Yaitu Tabalong Smart (sejahtera, maju, religius dan terdepan).
Editor : Fauzan Ridhani