PELAIHARI - Tim Penjaringan Calon Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) telah menetapkan tiga Calon Direktur untuk periode 2025-2029 pada Senin (26/5/2025) siang.
Pekan lalu, sebanyak enam bakal Calon Direktur menyampaikan visi, misi, serta program kerja mereka di hadapan Senat Politala, perwakilan tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa, dan organisasi kemahasiswaan kampus.
Enam bakal calon tersebut terdiri dari dua guru besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yakni Prof. H Agung Nugroho dan Prof Eko Suhartono, serta empat kandidat dari internal Politala yakni Meldayanoor, Jaka Darma, Fatimah (doktor), dan Muhammad Khalil (magister).
Ketua Tim Penjaringan, Tekad Budiantoro, Selasa (27/5/2025) menyampaikan berdasarkan Berita Acara Rapat Senat Nomor 012/Senat-Politala/2025 tentang Hasil Penyaringan dan Penetapan Calon Direktur Politala Periode 2025–2029, ditetapkan tiga nama Calon Direktur.
Ketiganya adalah Jaka Darma Jaya, Meldayanoor, dan Fatimah. Ketiga kandidat ini dinyatakan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya dalam proses pemilihan Direktur.
Penetapan ini dilakukan dalam rapat Senat yang digelar di ruang rapat manajemen lantai 2 Kampus Politala, yang dihadiri seluruh anggota senat.
Dalam rapat tersebut juga disahkan pedoman dan tata tertib serta prosedur pemungutan suara yang menjadi dasar penyaringan tiga calon dari enam kandidat awal.
Hasil pemungutan suara dituangkan dalam bentuk Berita Acara Rapat Senat sebagai dokumen resmi.
Selanjutnya, berkas dan nama ketiga calon akan diserahkan ke Kemendiktisaintek untuk mengikuti tahapan lanjutan.
Sesuai tahapan, para calon akan menjalani wawancara fit and proper test serta penelusuran rekam jejak oleh tim dari kementerian.
"Tahapan ini akan menjadi dasar sebelum proses pemilihan Direktur yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2025," ujarnya.
Tekad menegaskan Politala berkomitmen menjalankan seluruh proses pemilihan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas demi mendapatkan pemimpin terbaik untuk membawa kemajuan institusi di masa depan.
Editor : Fauzan Ridhani