RANTAU – Kejurnas Sprint Rally 2025 jadi momen perdana yang sulit dilupakan bagi dua pereli muda asal Kabupaten Tapin, Muhammad Kholilul Rahman (14) dan Ahmad Shaka Rahim (13).
Kedua pereli yang juga siswa MTsN 3 Tapin itu, sukses naik podium pada Kejurnas yang digelar di Sirjuit Hidzie, Sukabumi, Jawa Barat.
Kholilul dan Sakha yang merupakan putra dari pereli legendaris Tapin, H Rihans Variza tersebut sukses menaklukkan Sirkuit Hidzie yang terkenal memiliki tanjakan dan turunan curam, tikungan beruntun, hingga titik crest yang nyaris menutup pandangan.
Bahkan, hujan deras yang mengguyur kawasan Sukabumi sejak Sabtu (8/11) memaksa panitia membatalkan Special Stage 2 (SS2) demi keselamatan peserta. Namun, kondisi itu tak membuat dua pereli muda Tapin ini gentar.
Di kelas RC4, Ahmad Sakha Rahim yang berduet dengan M Zaki Supriatna di bawah bendera MAB HRVRT, tampil tenang dan konsisten sejak SS1 hingga SS4. Hasilnya, mereka mencatat total waktu 15 menit 59,5 detik dan keluar sebagai juara pertama.
Sementara sang kakak, M Kholillul Rahman, yang berpasangan dengan Tri Arjuna di kelas RC3, juga tak mau kalah.
Meski sempat kehilangan waktu di beberapa tikungan licin, Kholillul tetap tampil agresif dan menutup rally di posisi ketiga, dengan catatan waktu 16 menit 05,6 detik.
Perwakilan tim, Rahman Nor Wahyudi menyebut hasil tersebut menjadi pembuktian bahwa kerja keras dan latihan serius keduanya mulai membuahkan hasil.
“Tahun 2025 ini adalah debut mereka di ajang rally nasional. Hasil ini tentu jadi pengalaman berharga dan awal yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Tapin atas doa dan dukungan yang tak putus. “Keluarga besar sangat bersyukur dan berterima kasih, khususnya kepada Bapak Bupati Tapin dan jajaran yang sudah hadir langsung memberikan dukungan di Sukabumi,” tambahnya.
Sebagai putra dari H Rihans Variza, salah satu nama besar di kancah rally nasional, keduanya tumbuh dalam atmosfer balap sejak kecil. Kini, mereka mulai menapaki jejak sang ayah dengan tekad dan keberanian yang sama.
"Penampilan mereka di Sukabumi menjadi bukti bahwa generasi baru pereli Tapin mulai lahir, membawa semangat daerah dan nama keluarga besar ke lintasan nasional," tuturnya.
Dan di tengah derasnya hujan, lumpur, dan tikungan tajam, dua bocah Tapin itu membuktikan, usia muda bukan alasan untuk tak menaklukkan lintasan.
Editor : Fauzan Ridhani