Oleh: Gusti Alfian Perbatasari
Ketua Lembaga Adat dan Kekerabatan
Kesultanan Banjar Kota Banjarbaru
Penulis mengambil judul tulisan diatas berdasarkan pada bait syair dari lagu judul Pangeran Suriansyah ciptaan H. Anang Ardiansyah pada bait syair itu mengatakan “Patih masih patih kampung kuin jadi pelindung hujan wan angin kampung berami aman tajamin Kuin menjadi Banjarmasin”.
Asal nama Kuin, Kuin (dahulu Cohin/Kween/Kuwin) atau Banjar lama adalah wilayah sepanjang daerah aliran Sungai Kuin di Kota Banjarmasin merupakan sebuah kampung yang di pimpin seorang Kepala Kampung yang bergelar Patih Kuin.
Di Tahun 2026 ini tepatnya tanggal 24 September Kota Banjarmasin berusia ke-500 Tahun, maka Kesultanan Banjar yang bangkit Kembali di Tahun 2010 juga berMilad Ke-500 Tahun.
Sejarah Berdirinya Kesultanan Banjar
Helius Sjamsuddin dalam bukunya berjudul “Pegustian dan Temenggung” (Akar Sosial, Politik, Etnis dan Dinasti) mengatakan Latar Belakang Politik Kesultanan Banjarmasin sebelum Tahun 1859 Persaingan Dinasti diantara Pangeran Samudera versus Pangeran Temenggung terjadi pada abad ke-16, Kesultanan Banjarmasin terbentuk abad ke-16 ketika Pangeran Samudera dengan bantuan Kesultanan Demak telah berhasil menundukkan pamannya Pangeran Temenggung, sebagai konsekuensi dari bantuan Demak Pangeran Samudera berpindah Agama dengan memeluk Islam dan ia menjadi Sultan Pertama dari Kesultanan Banjarmasin dengan gelar Sultan Suriansyah.
Penulis tertarik dari sambutan Sultan Banjar Sultan Haji Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah diacara Halalbihalal Zuriat Pagustian yang di laksanakan di Kota Banjarbaru pada tahun ini beliau mengatakan “Raja Banjar dan berserta Keluarga sudah masuk Islam namun Peperangan belum selesai, pada tanggal 24 September 1526 Perang selesai menjadi awal berdirinya Kesultanan Banjar dan pada tanggal tersebut stament Raja Banjar Sultan Suriansyah menyatakan Agama Islam sebagai Agama Kerajaan Banjar”.
24 September 1526 Menjadi Hari Jadi Kota Banjarmasin
Buku yang berjudul “Banjarmasih” Karya Professor Muhammad Idward Saleh Akademisi pada FKIP Unlam, Buku ini menyatakan Banjarmasin secara resmi didirikan pada hari Rabu tanggal 24 September 1526 yang menjadi kemenangan Pangeran Samudera kemudian bergelar Sultan Suriansyah dan tanggal 24 September 1526 yang menjadi Hari Jadi Kota Banjarmasin.
Penguasa Banjarmasin dari Kesultanan Banjar Dan Residen Belanda
Banjarmasin dipimpin dari Patih Masih sebagai Kepala Kampung Banjarmasih, Sultan Suriansyah sebagai Raja Banjar Pertama Sultan Suriansyah digantikan anaknya Sultan Rahmatullah selanjutnya Sultan Hidayatullah dan Sultan Musta'inbillah semuanya berkedudukan di Kuin dan sampai Pangeran Dupa, kemudiaan pada tahun 1747-1870 Banjarmasin di duduki oleh Residen Belanda di Tatas yakni Jan van Suchtelen (1747-1752), residen Belanda di Tatas, Bernard te Lintelo (1752-1757), residen Belanda di Tatas, R. Ringholm (1757-1764), residen Belanda di Tatas, Lodewijk Willem de Lile (1760-1764), residen Belanda di Tatas, Willem Adriaan Palm (1764-1777), residen Belanda di Tatas, Piter Waalbek (1777-1784), residen Belanda di Tatas, Barend van der Worm (1784-1787), residen Belanda di Tatas, Alexander Hare (1812), Resident-Comissioner Inggris di Tatas, C. L. Hartmann, A. M. E. Ondaatje (1858), residen Belanda di Banjarmasin, I.N. Nieuwen Huyzen (1860), residen Belanda di Tatas, C.C. Tromp. (mulai 11 November 1870). , kemudiaan Banjarmasin Tahun 1860-1913 di pegang oleh Ronggo, Ronggo adalah gelar jabatan pejabat tinggi atau kepala distrik pada masa pemerintahan colonial Hindia Belanda di bekas wilayah Kesultanan Banjar, diantaranya Ronggo Pangeran Toemenggoeng Tanoe Karsa, Kiahi Mas Djaja Samoedra dan Raden Tumenggung Soeria Kasoema (Ronggo 1913) siapa Raden Tumenggung Soeria Kasoema beliau adalah datu atau kakek buyut dari A.M. Hendropriyono (Jenderal TNI Purn. Abdullah Mahmud Hendropriyono, kemudiaan pada tahun 1898-1937 kembali Banjarmasin di Pimpin oleh Residen Belanda diantaranya C.A. Kroesen (1898), residen Belanda di Tatas, C.J. Van Kempen (1924), residen Belanda di Tatas. Mulai tahun 1919 Banjarmasin memiliki Burgemester (Wali kota) J. De Haan (1924-1929), residen Belanda di Tatas, R. Koppenel (1929-1931), residen Belanda di Tatas, W.G. Morggeustrom (1933-1937), residen Belanda di Tatas.
Banjarmasin Ibukota Borneo Tahun 1938
Selanjutnya tahun 1938, Kalimantan menjadi gouvernorment Borneo yang terdiri dari Karesidenan Borneo Barat dan Karesidenan Selatan serta Timur Borneo yang beribukota di Banjarmasin dengan Gubernur A. Haga. Gemeente Banjarmasin ditingkatkan dengan Stads Gemeente Banjarmasin. Sejak adanya Provincial Raad (Banjar Raad) mulai Agustus 1938, wakil Kalimantan dalam Volksraad adalah Pangeran Muhammad Ali, selanjutnya digantikan oleh anaknya, yaitu Ir. Pangeran Muhammad Noor (1935-1938), kemudian digantikan Mr. Tajuddin Noor (1938-1942).
Walikota dari Mansur sampai Dengan Yamin
Penulis mencatat dari Tahun 1945 sampai dengan sekarang tahun 2026 Kota Banjarmasin sudah di pimpin sebanyak 21 (dua puluh satu) orang sebagai Walikota berdasarkan data dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin.
Mansur tercatat sebagai Wali Kota (Kota Besar) Banjarmasin Periode 1945-1950 (belum resmi). Setelah penyerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 Kotapraja Banjarmasin dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) Pada bulan April 1950 masuk pemerintahan Republik Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 3/1953 tentang pembentukan Kota Besar Banjarmasin dengan disertai pemberian kewenangan mengatur rumah tangga sendiri, urusan medebewind dan Otonomi Daerah, dengan Walikota pertama ditunjuk oleh Pemerintah Pusat adalah Aidan Sinaga, Kemudiaan ada Burhan Afhani Kepada Daerah TK.II 1958-1960, H.Horman Walikota KDH Kotapraja 1960-1965, OH.Adenan Pjs Walikota KDH 1965, M.Hanafiah Walikota KDH 1965-1970, Riduan Iman Walikota KDH 1971-1973, Asful Anwar Pjs Walikota KDH 1973-1974, Siddik Susanto Walikotamadya KDH 1974-1978, Kol.Kamaruddin Walikotamadya KDH 1978-1984, Kol.M.Effendi Ritonga Walikotamadya KDH TK.II Banjarmasin, H. Sadjoko Walikotamadya KDH TK.II Banjarmasin, H. Sofyan Arfan, H. Midfai Yabani, H. Iskandar sebagai Penjabat Walikota, H. A.Yudhi Wahyuni Walikota 2005-2010 di pilih pertama kali di Pemilihan Langsung Kepala daerah (Pilkada), H. Muhidin Walikota 2010-2015, H.M.Thamrin Penjabat Walikota, H.Ibnu Sina Walikota 2016-2021, H. Mukhyar PLH Walikota dan H.M.Yamin Walikota Sekarang 2025-2030.
Demikian tulisan singkat terkait Sejarah Berdirinya Kesultanan Banjar, Kuin Menjadi Banjarmasin Berusia Ke-500 Tahun, Lima abad sudah Kota Banjarmasin berdiri menjadi saksi sejarah dan kebanggaan kita bersama.
Selamat Hari Jadi ke-500 Tahun teruslah berkembang menjadi kota yang religius, ramah, dan menginspirasi, Mari jaga warisan leluhur dan terus pererat gotong royong demi masa depan banua yang lebih gemilang. (*)
Editor : Arief M