Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hari Malaria Sedunia: Tantangan Eliminasi Malaria di Wilayah Kalimantan Selatan 

Nurhidayat • Senin, 27 April 2026 | 15:32 WIB
dr. Muhammad Taufiq Rahman, M.Biomed
dr. Muhammad Taufiq Rahman, M.Biomed

Memperingati Hari Malaria Sedunia yang jatuh setiap 25 April, tepatnya hari ini. Upaya eliminasi malaria di Kalimantan Selatan masih menghadapi tantangan serius, terutama dari kondisi geografis dan aktivitas masyarakat di wilayah hutan, perkebunan, hingga pertambangan yang berisiko tinggi terhadap penularan.

Peringatan ini bukanlah sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah alarm pengingat bahwa kita masih terus berperang melawan salah satu penyakit tertua di dunia. 

Bagi kita yang menetap di Kalimantan Selatan, peringatan ini membawa refleksi penting mengenai target besar kita, mengeliminasi malaria secara tuntas dari Banua. 

Malaria adalah penyakit infeksi mematikan yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Nyamuk ini memiliki jam terbang spesifik, umumnya aktif menggigit sejak senja hingga menjelang subuh. 

Ketika parasit masuk ke aliran darah manusia, ia akan berkembang biak di organ hati dan menghancurkan sel darah merah. Akibatnya, penderita akan mengalami demam tinggi yang menggigil, berkeringat parah, nyeri otot, hingga anemia yang bisa berakibat fatal jika lambat ditangani. 

Tantangan Geografis dan Ekologis di Kalimantan Selatan Pemerintah terus menggenjot upaya eliminasi malaria, namun wilayah Kalimantan Selatan memiliki tantangan tersendiri. 

Mengapa eliminasi malaria di wilayah kita membutuhkan upaya ekstra? Jawabannya terletak pada kekayaan bentang alam dan ekologi kita. Kalimantan Selatan dianugerahi topografi yang beragam, mulai dari pesisir, hamparan perkotaan, hingga rimbunnya hutan, area perkebunan, dan pertambangan, termasuk gugusan Pegunungan Meratus yang membentang di beberapa kabupaten. 

Nyamuk Anopheles sangat menyukai genangan air yang bersentuhan langsung dengan tanah sebagai tempat berkembang biak. Bekas pijakan roda kendaraan berat di area tambang, genangan di sela-sela pepohonan sawit atau karet, hingga rawa-rawa di pinggiran hutan adalah lokasi perindukan yang ideal bagi vektor malaria ini. Kondisi ini membuat saudara-saudara kita yang bekerja sebagai pekerja tambang, petani karet, pekerja perkebunan, hingga mereka yang sering beraktivitas keluar-masuk hutan menjadi kelompok dengan risiko paparan tertinggi. 

Lebih dari itu, secara biomedis kita juga dihadapkan pada fenomena zoonotic malaria, seperti infeksi Plasmodium knowlesi. Parasit ini sejatinya menginfeksi primata (seperti monyet ekor panjang) di pedalaman hutan, namun kini dilaporkan dapat menular ke manusia yang beraktivitas di dalam atau pinggiran hutan. Ini menambah lapis tantangan dalam upaya memutus rantai penularan di wilayah kita. 

Memperkuat Benteng Pertahanan Bersama Tantangan eliminasi ini tidak bisa hanya dibebankan pada pundak tenaga kesehatan. Secara medis, mencegah gigitan nyamuk jauh lebih rasional dan efektif daripada mengobati infeksinya. 

Berikut adalah langkah-langkah pertahanan yang bisa kita perkuat, yaitu Gunakan Kelambu Berinsektisida. Ini adalah perisai utama saat tidur, wajib digunakan bagi warga yang tinggal di dekat pinggiran hutan, maupun di barak-barak perkebunan dan pertambangan. 

Kemudian, Proteksi Diri Maksimal. Jika Anda harus bekerja sif malam atau beraktivitas di area rawan pada malam hari, pastikan mengenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang. Penggunaan losion antinyamuk (repellent) sangat dianjurkan. 

Selain itu, Manajemen Lingkungan Sekitar. Timbun genangan air di sekitar tempat tinggal atau area kerja yang berpotensi menjadi "sarang" nyamuk Anopheles. Dan juga perlu dilakukan Deteksi Cepat dan Obati Tepat. 

Jika Anda atau keluarga mengalami demam, terutama setelah memiliki riwayat bepergian atau bekerja di area hutan/tambang, segera datangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menganggap remeh sebagai "demam biasa". 

Pemeriksaan darah diperlukan untuk memastikan ada tidaknya parasit malaria, sehingga pengobatan spesifik dapat diberikan hingga tuntas.

Hari Malaria Sedunia tahun ini adalah momentum bagi pemerintah, sektor swasta (terutama perusahaan tambang dan perkebunan), tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan. 

Malaria bukanlah takdir yang tidak bisa dihindari. Dengan kolaborasi lintas sektor, pemahaman yang baik, dan tindakan pencegahan yang disiplin, tantangan eliminasi ini pasti bisa kita lewati demi mewujudkan Kalimantan Selatan yang sehat, produktif, dan bebas malaria.

Percayakan kesehatan Anda dan keluarga kepada Rumah Sakit Pertamina Tanjung. Layanan terbaik dengan tenaga medis profesional, siap #MelayaniSepenuhHati dari Senin–Jumat pukul 07.00-21.00 Sabtu pukul 09.00-17.00 kami siap melayani Anda dan keluarga. Better Care Higher Steps.

Editor : Nurhidayat
#Tabalong #tanjung #kesehatan #RS Pertamina #Malaria