BANJARMASIN – Peristiwa berdarah terjadi di Jalan Belitung, Gang Masurai RT 25, Kelurahan Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.
Seorang pria lanjut usia tewas bersimbah darah setelah diserang menggunakan senjata tajam oleh iparnya sendiri.
Korban diketahui bernama Noor Wahdiatsyah (65), warga Gang Manunggal RT 32, Jalan P HM Noor, atau yang akrab disapa H Idum. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.
Peristiwa itu terjadi hanya beberapa meter dari Kantor Kelurahan Kuin Cerucuk dan berlangsung cepat, membuat warga sekitar tak sempat memberikan pertolongan.
Dari rekaman CCTV milik warga, pagi itu korban tengah santai bersama dengan saksi mata, Yusran alias Kai Usuf (66), dekat jembatan gang. Sebelum pelaku muncul dari belakang, lewat istri korban menuju warung depan kelurahan.
Melihat korban sedang santai pelaku mengeluarkan pisau dari pinggangnya. Tanpa banyak bacot, pelaku langsung menusukkan senjata tajam ke arah tubuh korban. Meski korban meminta ampun, pelaku tetap menyerang.
Pelaku diketahui bernama Agus, yang tak lain adalah saudara ipar korban. Menurut saksi, pelaku menyerang secara membabi buta tanpa memberi kesempatan korban untuk melawan.
"Saya sempat bilang, sudah-sudah Gus. Tapi dia terus menyerang," katanya.
Melihat situasi itu, saksi berusaha memanggil istri korban, Marlina, yang saat itu berada di warung tak jauh dari lokasi. Namun, korban sudah terlanjur terkapar bersimbah darah di tengah gang.
Usai melakukan penyerangan, pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian sambil masih memegang senjata tajam.
Dugaan sementara, aksi nekat itu dipicu konflik keluarga. Korban disebut-sebut cemburu terhadap istrinya yang bekerja di dapur MBG Hotel Kanca, dan menaruh curiga adanya hubungan dengan rekan kerja.
"Korban pernah datang ke tempat kerja istrinya dan sempat membuat keributan. Dari situ pelaku marah dan sering mengancam,"ungkap Kai Usuf.
Perkawinan korban dengan Marlina diketahui sudah cukup lama. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua orang anak yang kini masih berstatus pelajar, masing-masing duduk di bangku SMP dan SMA.
Kondisi korban yang diketahui kerap sakit-sakitan juga disebut membuatnya tak mampu memberikan perlawanan saat diserang pelaku.
"Korban ini memang sakit-sakitan. Seandainya bisa melawan pun, tidak akan bisa berbuat banyak," terang Kai Usuf.
Di lokasi kejadian, ceceran darah masih terlihat membekas. Warga pun tampak panik dan berkerumun menyaksikan kejadian tersebut.
Korban mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka robek di bagian wajah, leher, tangan, serta bahu akibat sabetan senjata tajam.
Petugas Polsek Banjarmasin Barat yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.
Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap lebih lanjut motif dan keberadaan pelaku.