Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Al-Qur’an Sumber Hukum Tertinggi bagi Kemanusiaan (Refleksi Nuzul Qur’an)

admin • Kamis, 12 Maret 2026 | 21:41 WIB

 

 

Bihman, S. Ag
Bihman, S. Ag

                Oleh: Bihman
                Penulis Guru MTsN 3  Tanah Bumbu

Kitab suci Al-Qur’an merupakan pedoman segala aspek kehidupan  kaum muslimin. Bahkan lebih luas dari itu, dia sebagai rahmatan lil alamin. Kedudukannya sebagai sumber hukum dan pedoman bagi kehidupan untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Dengan  Al-Qur’an manusia menata kehidupan dan  menjalankan sendi-sendi  kekuasaan. Oleh  karena  itu memelihara Al-Qur’an berarti memelihara  keselamatan dan nasib umat Islam serta umat  manusia secara keseluruhan.  Melalaikan tugas  ini berarti  keruntuhan bagi umat manusia dan kehancuran bagi kpribadiannya.

Inilah suatu kebenaran yang tidak perlu diperdebatkan apalagi sampai dpertentangkan. Al-Qur’an dengan segala kesuciannya yang memuat segala aspek dan syariat hukum yang sempurna dan juga mengajarkan moralitas  yang tinggi adalah satu garisan samawi  yang  memberikan pendidikan kepada manusia khusunya kaum  muslimin yang akan melindungi mereka dari segala penyimpangan serta desakan pemikiran sekuler  yang membahayakan.

Sebagai generasi Islam wajib diperingatkan dan diamanati bahwa untuk menjamin masa depan itu harus kembali kepada kitab suci Al-Qur’an. Sebab di dalam kitab  ini akan ditemukan segala pokok kemuliaan dan supaya mereka meneruskan jalan yang telah dirintis oleh generasi pendahulunya..

Hanya dengan menanamkan  sikap mencintai  Al-Qur’an mereka  akan dapat  memelihara, mempelajari dan menerapkan  ajaran Al-Qur’an  itu dalam segala lapangan  kehidupan, baik  secara individu, keluarga maupun masyarakat. Sebab Al-Qur’an diturunkan untuk mengajari manusia serta menjadikannya sebagai rahmat, petunjuk dan sekaligus sebagai obat bagi  mereka  yang beriman ( QS: Yunus : 57 ).

Al-Qur’an Sumber Hukum Tertinggi

Menurut Imam Ibnu Katsir bahwa Al-Qur’an itu diturunkan  pada bulan suci Ramadan ( 17 Ramadan ) dengan  dengan beberapa  tahapan atau mekanisme yang sangat runtut, yaitu dari  Lauhil Mahfudz ke langit dunia dalam satu kesatuan konsep yang utuh ( jumlatul waahid  )  yang disebut dengan Lailatul Qadr. Kemudian  dari langit  ke kalbu baginda Nabi Muhammad SAW secara bertahap sebagian demi sebagian berproses  selama  lebih kurang 23  tahun ( QS; Al-Furqan : 2 ).

Al-Qur’an memiliki sifat yang sangat lengkap adalah suatu konsep konstitusi  atau perundang-undangan yang  hidup dan abadi bagi kemanusiaan. Sebuah kitab suci yang nejadi pokok sumber  hukum tertinggi bagi manusia sepanjang zaman.  Sebab  Al-qur’an  punya  keelastisan  sehingga penerapannya dapat disesuaikan di segala tempat, kondisi dan waktu dalam semua aspek  kehidupan.

Secara spesifik Al-Qur’an mengandung satu proklamasi, satu muqadimah yang meliputi 114 surah. Dikatakan proklamasi karena pendeklarasian yang luhur dan abadi bagi seluruh kemanusiaan yang datangnya dari Allah sebagai Tuhan Pencipta Alam Semesta  ( QS : Al-Alaq : 1-5 ). Sebagaimana  yang tersampaikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk pertama kalinya.

Dalam pendeklarasian itu  memiliki dua  makna yang berbeda namun saling mempunyai keterkaitan, yakni  ditujukan kepada nabi Muhammad SAW secara individu dan juga  ditujukan kepada manusia sebagai panggilan agar tidak tersesat. Dari sini tergambar jelas bahwa adanya proses yang sangat mengagunmkan pada diri manusia.

Kalau kita coba analisa berdasarkan ayat ini maka akan didapati dua permasalahan yang sangat fundamental bagi kehidupan  manusia, yaitu pertama memberikan pernyataan yang mutlak bahwa manusia berasal dari segumpal  darah yang berproses dan ini  tidak berbeda dengan proses yang terjadi pada hewan.

Kedua  memberikan penekanan bahwa ilmu pengetahuan dengan seluruh bidangnya merupakan  anugerah Allah yang akan diajarkan kepada manusia dengan melewati pendidkan, pemahaman dan menelaahan. Itu artinya  setiap ilmu  harus dipelajari.

Dari  analisa ini dapat dimengerti bahwa asal kejadian manusia yang begitu rendah dan merupakan pertentangan dengan Allah zat Yang Maha Mulia moralnya, inteleknya dan semangatnya. Dan selanjutnya  eksistensi lmu engethuan  yang dimiliki manusia bukanlah kemampuanya  sendiri akan tetapi berupa bakat-bakat yang dinerikan oleh Allah sehingga dengan bakat  itu manusia punya kemampuan untuk mempelajari ilmu pengetahuan.

Kemudian bila kita cerna secara seksama tentang ilmu pengetahuan yang dianugerahkan oleh Allah melalui “ pena “  ( QS : Al-Alaq : 4 )  dapat dipahami  bahwa lambang dari sebuah wahyu yang tetap adalah tulisan yang sudah mempunyai kekuatan dan menjadi kepercayaan, yaitu belajar dan mengajar.

Pengrtian belajar dan mengajar berasal  dari kata yang sama. Dimana  kata “ baca “, “ ajarkan “  dan “ pena “  dapat diartikan menjadi membaca, menulis buku-buku dan studi serta penelitian yang kesemuanya adalah muara untuk memeasuki  gerbang ilmu. Sedangkan kata “ ilmu “  yang didalamnya memuat pengetahuan yang bersifat scientifik, ilmu-ilmu keduniaan dan pengertian spritual.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa isi proklamasi adalan bagian terpenting dan utama dari Kitab Suci Al-Qur’an sebagai buku kebesaran-Nya. Prklamasi  ini juga mengajak manusia untuk menyadari akan kemuliaan Tuhan yang telah memberikan anugerah  dalam bentuk berbagai disiplin ilmu pengetahuan kepada manusia  yang kemudian  bisa diterapkan  dalam bentuk  teknologi.

Adapun  muqadimah  yang dimaksud adalah surah Al-Fatihah yang komplit. Menurut Imam Al-Bukhari surah  ini juga dinamakan dengan Ummul Kitab dan surah  ini menjadi bacaan wajib dalam shalatnya dan posisinya dalam  Al-Qur’an menempati urutan pertama sebagai pembuka Al-Qur’an.

Menurut Sayyid Quth ( Fi Zhilal Qur’an ) menyebutkan bahwa dimana setiap kaum  muslimin telah memabca Al-Fatihah  ini sebanyak 17 kali dalam rentang waktu sehari semalam. Atau berlipatgand lagi ketika  dia memnegerjakan shalat-shalat sunnah  lainnya. Bahkan  setiap  saat bila mana dia ingin selalu menghadap  Allah Tuhan pencipta alam..

Sebagai muqadimah  bagi kitab suci Al-qur’an, surah Al-Fatihah  memiliki  kandungan pokok dasar  dalam ajaran Islam. Di dalamnya ada aqidah, cita-cita,  semangat, rasa dan tujuan.  Semua pokok dasar tersebut bersumber pada inti agama yang sebenarnya, yaitu hubungan tuhan dengan manusia, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan alam  sekitarnya.

Dengan  kata lain isi Al-Fatihah dapat dikatakan sebagai kometmen menjunjung tinggi akan kebesaran Tuhan didalam segala dimensi. Sehingga  memulai  sesuatu itu dengan mengingat kasih sayang Allah dan melanjutkannya serta mengakhirinya dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang memelihara seluruh alam.

Itulah Al-qur’an  yang dimulai dengan proklamasi dilanjutkan dengan  muqadimah maka selanjutnya  surah  dan ayat-ayat  penutup tentu pula menyertainya sehingga Al-Qur’an memiliki keistimewaan karena punya susunan ayat penutup  yang terdiri dari dua  macam  yaitu ayat penutup berdasarkan turunnya sudah lengkap dan sempurna. Kedua penutup  isi kitab Al-Qur’an yang diturunkan  kepada  Nabi Muhammad Saw yakni surah Al-Maidah  ayat 3  sebagai  ayat terakhir  yang diterima ketika beliau sedang melaksanakan haji akbar terakhir di Padang Arafah.

Editor : Arief
#Opini