Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Perempuan di Garda Terdepan Teknologi Informasi

admin • Rabu, 18 Februari 2026 | 21:40 WIB
Bihman, S. Ag
Bihman, S. Ag

              Oleh: Bihman, S. Ag
              Pendidik/guru di MTsN 3 Tanah Bumbu

Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains yang selalu diperingati 11 Februari sebagai  promosi akses, partisipasi penuh, dan kesetaraan gender di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Pencanangan hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains ini diproklamasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB )  tahun  2015,  dengan tujuan untuk menghapus stereotip, mengatasi ketimpangan gender, dan merayakan kontribusi ilmuwan perempuan di seluruh  dunia.

Pada saat perempuan  menempati posisi  garda terdepan  di berbagai inovasi, eksistensi mereka dipetakan sebagai  masa depan dengan mengintegrasikan kreativitas, empati, dan keahlian teknis dalam berbagai sektor strategis. Memasuki era   baru digitalisasi  saat  ini  peran perempuan bertransformasi dari sekadar pengguna menjadi pencipta, pengarah AI, serta pemimpin yang memastikan teknologi berkembang secara etis dan inklusif.

Perempuan sebagai mitra kerja  bagi  memiliki peran strategis dalam membentuk wajah masa depan teknologi. Oleh sebab kehadiran perempuan perlu didorong keterlibatannya  lebih banyak dalam melahirkan inovasi-inovasi digital yang inklusif, etis, dan berdampak luas, khususnya melalui keterlibatan aktif perempuan di bidang AI, keamanan siber, dan edukasi digital.

Semangat Kartini Indonesia  adalah semangat untuk belajar tanpa henti, berkarya tanpa batas, dan memberi makna bagi bangsa. Di tengah transformasi digital yang masif saat ini perempuan Indonesia harus tampil sebagai garda depan inovasi sehingga diharapkan mampu membentuk wajah teknologi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Saat  ini dunia digital  telah berhadapan dengan kemunculan  Inovasi  Disruptive Technology seperti AI ( Artificial Intelligence ) merupakan  teknologi masa depan yang luar biasa, namun kita harus pastikan penggunaannya tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan.  Dan pekaan ada perempuan yang  memiliki perspektif   kuat dalam menjaga keseimbangan ini tersebut.

Untuk memberikan  dasar pemikiran dan pandangan yang benar maka pendidikan digital dan akses terhadap pelatihan teknologi ini harus diperluas, terutama bagi perempuan –perempuan di daerah agar mereka  jadi pioner  inovasi digital  bagi lingkungannya. Salah  satu upaya yang mudah adalah dengan  menggalakkan literasi dan pelatihan digital  secara merata dan berkesinambungan di berbagai lapisan perempuan, tidak saja mereka  yang berkarier namun juga sampai ke perempuan rumah tangga  karena ini adalah  fondasi utamanya..

Dewasa ini eksistensi  perempuan dirasa masih kurang terwakili di bidang STEM, sehingga menimbulkan tantangan dalam mengatasi isu-isu utama yang terjadi di tengah-tengah  pesatnya pemberdayaan teknologi. Untuk itu perempuan dibidik untuk menjalankan proses  sebagai  Agenda Pembangunan Berkelanjutan untuk masa depan.. Oleh sebab itu  Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains Internasional (IDWGS) menggarisbawahi peran penting perempuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menekankan perlunya peningkatan kemampuan dan  partisipasi mereka.

Berdasarkan pernyataan komunike Perserikatan Bangsa-Bangsa , saat ini lima dari tenaga profesional  yang bergerak di  bidang ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir hanya ada satu perempuan. Data  ini menggambarkan kalau kehadiran kaum  hawa di bidang ini masih sedikit pada hal mereka  punya potensi besar yang setara jumlah  dengan kaum laki-laki. Meskipun ada  kecenderungan permintaan akan keterampilan dalam teknologi Revolusi Industri, khususnya penguasaan ilmu komputer dan informatika  namun jumlah  mereka  masih sedikit tidak sesuai dengan populasinya  yang sebanding  dengan kamu pria.

Bahkan ketika  masuk di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika ( STEM ), peneliti perempuan kerap menjalani  karirnya di bidang itu   lebih pendek dengan  gaji yang  rendah. Begitu juga dengan kumpulan profesional  lainnya, keberadaan mereka  sangat  terbatas di  tambah dengan banyaknya  hambatan dalam promosikan  diri agar bisa diakui..

Oleh sebab itu dicanangkannya  Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam bidang  Sains ini untuk  menutup kesenjangan gender dalam STEM sangat penting untuk  memanfaatkan beragam talenta guna mengatasi tantangan global yang mendesak, termasuk layanan kesehatan dan perubahan iklim. Meningkatnya partisipasi perempuan membawa keberagaman, perspektif segar, bakat, dan kreativitas dalam penelitian dan upaya ilmiah.

Kaum perempuan memiliki peran krusial sebagai agen perubahan dalam inovasi dan teknologi digital saat ini, tidak sekadar sebagai pengguna tetapi juga penggerak utama. Melalui program perempuan  menjejaki inovasi untuk  peningkatan kemampuan literasi digital, koding, dan AI tentu hal ini akan membantu perempuan mengatasi kesenjangan gender serta menciptakan solusi inklusif, meningkatkan partisipasi ekonomi, dan memajukan teknologi yang lebih beretika. 

Perempuan Indonesia dan Teknologi Digital

Eksistensi perempuan begitu penting  sehingga badan dunia PBB membuat suatu  wadah  lingkungan digital guna menciptakan tempat yang nyaman bagi perempuan melalui teknologi secara online. Inovasi dan pendidikan digital juga akan dikembangkan lebih lanjut agar para perempuan dengan berbagai usia menyadari hal dan keterlibatan mereka di dalamnya.

Kaum perempuan akan menjadi corong sekaligus solusi untuk mengatasi berbagai tantangan terkait kemanusiaan. Pada akhirnya hal ini akan menyukseskan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan bagi suatu  negara bahkan dunia.

Selama ini absennya kaum  perempuan dalam dunia digital disebabkan banyak hal. Selain karena aksesnya yang dibatasi dan diskriminasi.  Ada  penyebab yang paling umum terjadi adalah tingginya tindak kekerasan secara online. Kondisi ini  terkait dengan  habit yang berlaku di dunia maya, dimana  banyak orang yang melakukan perundungan, pelecehan, dan ujaran kebencian, kritikan, dan hal negatif lain secara terang-terangan tanpa ada batasan.

Di tengah gelombang transformasi digital posisi  perempuan Indonesia diharapkan  semakin aktif dan memiliki peran sebagai content creator, pengusaha e-commerce, hingga pemimpin startup. Dengan teknologi digital yang  memberikan ruang gerak  bagi Kartini-Kartini Indonesia yang memacu dirinya untuk memberdayakan diri tanpa batas ruang dan waktu.

Perempuan Indonesia dalam era teknologi digital saat  ini memiliki peran  yang sangat  strategis dalam membentuk wajah  masa depan teknologi  yang  lebih dominan. Kondisi ini semakin dipertajam dengan munculnya semangat untuk terus belajar tanpa henti, berkarya tanpa  batas sehingga  menghadirkan warna dan memberi  makna yang spesifik untuk  bangsa. Di  tengah  transformasi digital dunia  yang masif saat  ini tentunya  perempuan Indonesia wajib tampil sebagai  garda terdepan dalam bidang inovasi.

Dengan adanya komitmen bersama  pemerintah untuk  terus memperkuat  jejaring perempuan dalam bidang  teknologi digital maka  itu akan memastikan kontribusi aktif perempuan  Indonesia dalam  ekosistem  digital Indonesia dan masa depan. Lewat pemantapan  komunitas inilah semangat emansipasi akan menemukan wujud barunya dalam  transformasi digital. (*)

 

Editor : Arief
#Opini