Oleh: Bihman, S. Ag
Pendidik/guru di MTsN 3 Tanah Bumbu
Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains yang selalu diperingati 11 Februari sebagai promosi akses, partisipasi penuh, dan kesetaraan gender di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Pencanangan hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains ini diproklamasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ) tahun 2015, dengan tujuan untuk menghapus stereotip, mengatasi ketimpangan gender, dan merayakan kontribusi ilmuwan perempuan di seluruh dunia.
Pada saat perempuan menempati posisi garda terdepan di berbagai inovasi, eksistensi mereka dipetakan sebagai masa depan dengan mengintegrasikan kreativitas, empati, dan keahlian teknis dalam berbagai sektor strategis. Memasuki era baru digitalisasi saat ini peran perempuan bertransformasi dari sekadar pengguna menjadi pencipta, pengarah AI, serta pemimpin yang memastikan teknologi berkembang secara etis dan inklusif.
Perempuan sebagai mitra kerja bagi memiliki peran strategis dalam membentuk wajah masa depan teknologi. Oleh sebab kehadiran perempuan perlu didorong keterlibatannya lebih banyak dalam melahirkan inovasi-inovasi digital yang inklusif, etis, dan berdampak luas, khususnya melalui keterlibatan aktif perempuan di bidang AI, keamanan siber, dan edukasi digital.
Semangat Kartini Indonesia adalah semangat untuk belajar tanpa henti, berkarya tanpa batas, dan memberi makna bagi bangsa. Di tengah transformasi digital yang masif saat ini perempuan Indonesia harus tampil sebagai garda depan inovasi sehingga diharapkan mampu membentuk wajah teknologi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Saat ini dunia digital telah berhadapan dengan kemunculan Inovasi Disruptive Technology seperti AI ( Artificial Intelligence ) merupakan teknologi masa depan yang luar biasa, namun kita harus pastikan penggunaannya tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan. Dan pekaan ada perempuan yang memiliki perspektif kuat dalam menjaga keseimbangan ini tersebut.
Untuk memberikan dasar pemikiran dan pandangan yang benar maka pendidikan digital dan akses terhadap pelatihan teknologi ini harus diperluas, terutama bagi perempuan –perempuan di daerah agar mereka jadi pioner inovasi digital bagi lingkungannya. Salah satu upaya yang mudah adalah dengan menggalakkan literasi dan pelatihan digital secara merata dan berkesinambungan di berbagai lapisan perempuan, tidak saja mereka yang berkarier namun juga sampai ke perempuan rumah tangga karena ini adalah fondasi utamanya..
Dewasa ini eksistensi perempuan dirasa masih kurang terwakili di bidang STEM, sehingga menimbulkan tantangan dalam mengatasi isu-isu utama yang terjadi di tengah-tengah pesatnya pemberdayaan teknologi. Untuk itu perempuan dibidik untuk menjalankan proses sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan untuk masa depan.. Oleh sebab itu Hari Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains Internasional (IDWGS) menggarisbawahi peran penting perempuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menekankan perlunya peningkatan kemampuan dan partisipasi mereka.
Berdasarkan pernyataan komunike Perserikatan Bangsa-Bangsa , saat ini lima dari tenaga profesional yang bergerak di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir hanya ada satu perempuan. Data ini menggambarkan kalau kehadiran kaum hawa di bidang ini masih sedikit pada hal mereka punya potensi besar yang setara jumlah dengan kaum laki-laki. Meskipun ada kecenderungan permintaan akan keterampilan dalam teknologi Revolusi Industri, khususnya penguasaan ilmu komputer dan informatika namun jumlah mereka masih sedikit tidak sesuai dengan populasinya yang sebanding dengan kamu pria.
Bahkan ketika masuk di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika ( STEM ), peneliti perempuan kerap menjalani karirnya di bidang itu lebih pendek dengan gaji yang rendah. Begitu juga dengan kumpulan profesional lainnya, keberadaan mereka sangat terbatas di tambah dengan banyaknya hambatan dalam promosikan diri agar bisa diakui..
Oleh sebab itu dicanangkannya Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam bidang Sains ini untuk menutup kesenjangan gender dalam STEM sangat penting untuk memanfaatkan beragam talenta guna mengatasi tantangan global yang mendesak, termasuk layanan kesehatan dan perubahan iklim. Meningkatnya partisipasi perempuan membawa keberagaman, perspektif segar, bakat, dan kreativitas dalam penelitian dan upaya ilmiah.
Kaum perempuan memiliki peran krusial sebagai agen perubahan dalam inovasi dan teknologi digital saat ini, tidak sekadar sebagai pengguna tetapi juga penggerak utama. Melalui program perempuan menjejaki inovasi untuk peningkatan kemampuan literasi digital, koding, dan AI tentu hal ini akan membantu perempuan mengatasi kesenjangan gender serta menciptakan solusi inklusif, meningkatkan partisipasi ekonomi, dan memajukan teknologi yang lebih beretika.
Perempuan Indonesia dan Teknologi Digital
Eksistensi perempuan begitu penting sehingga badan dunia PBB membuat suatu wadah lingkungan digital guna menciptakan tempat yang nyaman bagi perempuan melalui teknologi secara online. Inovasi dan pendidikan digital juga akan dikembangkan lebih lanjut agar para perempuan dengan berbagai usia menyadari hal dan keterlibatan mereka di dalamnya.
Kaum perempuan akan menjadi corong sekaligus solusi untuk mengatasi berbagai tantangan terkait kemanusiaan. Pada akhirnya hal ini akan menyukseskan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan bagi suatu negara bahkan dunia.
Selama ini absennya kaum perempuan dalam dunia digital disebabkan banyak hal. Selain karena aksesnya yang dibatasi dan diskriminasi. Ada penyebab yang paling umum terjadi adalah tingginya tindak kekerasan secara online. Kondisi ini terkait dengan habit yang berlaku di dunia maya, dimana banyak orang yang melakukan perundungan, pelecehan, dan ujaran kebencian, kritikan, dan hal negatif lain secara terang-terangan tanpa ada batasan.
Di tengah gelombang transformasi digital posisi perempuan Indonesia diharapkan semakin aktif dan memiliki peran sebagai content creator, pengusaha e-commerce, hingga pemimpin startup. Dengan teknologi digital yang memberikan ruang gerak bagi Kartini-Kartini Indonesia yang memacu dirinya untuk memberdayakan diri tanpa batas ruang dan waktu.
Perempuan Indonesia dalam era teknologi digital saat ini memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk wajah masa depan teknologi yang lebih dominan. Kondisi ini semakin dipertajam dengan munculnya semangat untuk terus belajar tanpa henti, berkarya tanpa batas sehingga menghadirkan warna dan memberi makna yang spesifik untuk bangsa. Di tengah transformasi digital dunia yang masif saat ini tentunya perempuan Indonesia wajib tampil sebagai garda terdepan dalam bidang inovasi.
Dengan adanya komitmen bersama pemerintah untuk terus memperkuat jejaring perempuan dalam bidang teknologi digital maka itu akan memastikan kontribusi aktif perempuan Indonesia dalam ekosistem digital Indonesia dan masa depan. Lewat pemantapan komunitas inilah semangat emansipasi akan menemukan wujud barunya dalam transformasi digital. (*)
Editor : Arief