Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Serentaknya Operasi Katarak, Menumbuhkan Kepedulian

admin • Minggu, 30 November 2025 | 14:25 WIB

Penulis: Ibnu Dwi Wahyudi
Penulis: Ibnu Dwi Wahyudi
Oleh: Ibnu Dwi Wahyudi*

 

Mata merupakan alat vital bagi manusia. Tanpanya, manusia tidak bisa berbuat banyak untuk menjalani kisah kehidupannya. Produktifitasnya terhambat. Talenta melukis indahnya keseharian, tidak bisa dirasakan nikmatnya sebagaimana biasa. 

Buta salah satu penyebabnya. Menurut data pada pencarian google disebutkan Katarak penyebab tertinggi kebutaan di Indonesia, dengan sekitar 81% kasus. Paling banyak menyerang pada populasi manusia berusia 50 tahun ke atas.

Parahnya, diperkirakan sekitar 240.000 kasus katarak memerlukan tindakan operasi setiap tahun. Bahkan, kasus ini terus meningkat.

Bagi kaum muda bukan berarti tidak ada kemungkinan mengidap. Jika kondisi tubuh terdapat diabetes, sangat memungkinkan terjangkit katarak. 

Bagi masyarakat Tabalong untung saja ada PT Adaro Indonesia, PT Saptaindra Sejati, PT Makmur Sejahtera Wisesa, PT Putra Perkasa Abadi bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) dan Pemerintah Kabupaten Tabalong yang berkolaborasi menggelar operasi katarak gratis yang mereka sebut Program Satu Cahaya Berjuta Cerita. 

Kegiatan pada 13 – 18 Oktober 2025 itu dilaksanakan di tiga lokasi. Puskesmas Mabuun, Puskesmas Muara Uya, dan Puskesmas Muara Harus. Operasi menggunakan teknologi Phacoemulsifikasi, teknologi operasi katarak modern. Alat medis ini dipastikan lebih cepat sembuh dan aman. Konon ada sebanyak 169 orang yang dioperasi.  

Melihat banyaknya peserta operasi katarak gratis di satu daerah yang mencapai 169 orang, jika diibaratkan gunung es, temuan itu hanyalah bongkahan bagian atasnya. Masih banyak lagi penderita katarak yang membutuhkan perhatian yang sama. 

Melimpahnya kasus katarak ini harus sering-sering dilaksanakan. Tujuannya untuk mengembalikan produktifitas penderita. Kendala kebutaan tidak sekadar berdampak pada penderita saja, tapi juga manusia di sekitar mereka. Perasaan sedih dan pendampingan dalam keseharian mau tau mau terlontar sebagai kepedulian.

Paling tidak, kegiatan menyerentakkan operasi yang padahal sudah ditanggung BPJS itu dapat meningkatkan tumbuhnya perhatian bagi manusia di sekitar penderita katarak. Mereka akan lebih aktif membawa pasien menyembuhkan penyakitnya. 

Sebagaimana kisah Syamsudin warga Desa Jirak Kecamatan Pugaan yang rela mendampingi seorang janda berusia 70 tahun ke Puskesmas Muara Harus di tengah kesibukannya bekerja, dan Rosadi warga Desa Mahe Kecamatan Tanjung yang harus tergopoh membawa ibunya ke Puskesmas Mabuun.  

Menurut penulis, kisah keduanya dampak dari hebohnya program, banyaknya orang yang menceritakan, melimpahnya kisah yang memviralkan. Sehingga menumbuhkan kepedulian untuk segera menyembuhkan penyakit ini. 

Karenanya, pihak terkait terselenggaranya operasi karatak gratis ini bisa dilaksanakan Kembali. Demi mengembalikan produktifitas masyarakat. Layaknya Adian dan Noor Aina, warga Desa Suput Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong yang kini pengelihatannya kembali normal. (*)

 

Penulis merupakan seorang jurnalis, tinggal di Tanjung Kabupaten Tabalong

Editor : M. Ramli Arisno
#masyarakat tabalong #operasi katarak #PT Adaro Indonesia #Menumbuhkan Kepedulian terhadap Sesama #kebutaan mata