Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menjembatani Fisika dan Metafisika Digital

admin • Rabu, 26 November 2025 | 21:16 WIB

Eko Wahyu Nur Sofianto
Eko Wahyu Nur Sofianto

             Oleh: Eko Wahyu Nur Sofianto
             Mahasiswa S3 Pendidikan IPA Universitas Sebelas Maret Surakarta,
             Dosen UIN Antasari Banjarmasin

Di dunia ini, peristiwa alam yang terjadi tidak terlepas dari kajian ilmu fisika. Fisika merupakan bidang ilmu yang mempelajari persamaan terkait mekanika, termodinamika dan sifat fisis pada materi suatu benda/zat. Fisika juga mengkaji fenomena dan hukum alam yang terjadi dalam peristiwa kehidupan sehari-hari. Seperti halnya pesawat terbang melawan gaya gravitasi; kapal laut dengan Hukum Archimedesnya; kalor merupakan energi serta masih banyak lainnya yang dikaji dalam fisika. Mendalami ilmu fisika, akan memberikan gambaran luas tentang bagaimana sebuah proses dan hukum pada peristiwa dalam kehidupan sehari-hari dapat terjadi. Ilmu fisika juga digunakan untuk memprediksi atau meramalkan peristiwa yang akan terjadi seperti ramalan cuaca, pergeseran lempeng bumi, gunung meletus, serta peristiwa alam lainnya. Melalui fisika, dapat membuka cakrawala kehidupan bahwa tidak ada fenomena alam yang terjadi secara kebetulan tanpa adanya sebab-akibat atau aksi-reaksi dari peristiwa lainnya.

Fisika vs Metafisika

Belajar fisika erat kaitannya dengan metafisika dalam dunia filsafat. Metafisika mempelajari tentang keberadaan dan realitas dunia fisik yang menjadi akar filosofis ilmu fisika. Persamaan metafisika dengan fisika yaitu memiliki sifat untuk mencari kebenaran dari peristiwa yang terjadi. Selain itu, keduanya juga mempelajari hal yang tidak tampak oleh panca indera atau bisa dikatakan fisika dan metafisika sama-sama dunia ghaib. Namun perbedaannya, ilmu fisika dapat menganalisis dan membuktikan proses terjadinya peristiwa, sedangkan metafisika bisa memprediksi, tidak dapat membuktikan secara fisik tetapi dipercaya keberadaannya melalui pemikiran/renungan.

Pada fisika, kita tidak dapat melihat listrik dan energi tetapi dapat dihitung persamaannya, dianalisis, dibuktikan serta dirasakan dampaknya. Dunia metafisika biasanya dihubungkan dengan supranatural karena dianggap mampu meramal peristiwa yang akan terjadi di masa datang, seperti nasib, derajat atau pangkat seseorang. Beberapa orang menganggap posisi metafisika berada di atas fisika karena sifatnya yang bisa meramalkan hal-hal yang tidak dapat diramalkan oleh fisika. Padahal, fisika dan metafisika sejatinya saling berkaitan dalam menjelaskan realitas dan hukum yang mengatur peristiwa alam. Fisika yang menjelaskan konsep fisis dari peristiwa alam dapat menggambarkan keberadaan realitas metafisika, sedangkan metafisika merupakan awal renungan munculnya teori-teori fisika.

Logika Berpikis Sains-Digital

Secara tidak langsung, era digital yang saat ini kita alami merupakan perkembangan dari kolaborasi fisika dan metafisika yang dipelajari oleh para akademisi. Ketika kita belajar fisika, maka sejatinya kita juga mempelajari metafisika yang akhirnya dapat menumbuhkan logika berpikir sains dan digital secara bersamaan. Logika berpikir sains dan digital menunjukkan adanya keterkaitan anatara ruang dan waktu. Dalam fisika, waktu dipelajari secara empiris melalui analisis peristiwa dan gerak, sedangkan dalam metafisika, ruang dan waktu dipahami sebagai wujud dasar keberadaannya. Keduanya saling melengkapi dalam menjelaskan realitas alam.

Posting history atau story pada media sosial merupakan bentuk metafisika yang menggambarkan keberadaan ruang dan waktu. Dimensi ruang memberikan informasi posisi seseorang, sedangkan dimensi waktu memberikan informasi waktu yang terjadi pada orang tersebut. Ruang dan waktu merupakan hal penting dalam berpikir sains dan digital karena pertemuan tidak bisa terjadi apabila terdapat perbedaan antara ruang dan waktu. Berdasarkan logika sains dan digital, pada ruang dan waktu yang sama, story yang sering dilihat oleh banyak orang akan sering muncul pada For You Page (FYP) hingga menyebabkan story tersebut viral.

Berbagai macam hastag yang bermunculan di media sosial, menunjukkan bahwa logika sains dan digital memerlukan kode dalam menyeleksi banyaknya data yang masuk pada sebuah sistem. Kode yang sama serta berada dalam ruang dan waktu yang sama akan segera terbaca pada algoritma sehingga menjadi viral. Hashtag yang ditampilkan menunjukkan kumpulan informasi dan peristiwa yang berlangsung dalam ruang dan waktu yang bersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa logika sains dan digital merupakan pengembangan dari fisika dan metafisika tentang pembuktian ruang dan waktu pada sifat fisis suatu peristiwa.

Lahirnya AI

Perkembangan sains dan digital berdasarkan fisika dan metafisika ternyata dapat membawa perubahan yang signifikan dalam kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI). Semua informasi yang dihimpun dalam internet, dapat dikelola dan dianalisis oleh sistem untuk menghasilkan jawaban atau penjelasan dari sebuah peristiwa yang terjadi. Para ahli menyebutkan bahwa AI merupakan bentuk baru dari cara berpikir logika sains-digital. Melalui AI, kita dapat memperoleh jawaban, penjelasan, informasi atau hal lainnya yang kita inginkan melalui prompt atau perintah. Lahirnya AI memberikan dasar bahwa pengembangan fisika dapat dijadikan pijakan untuk berpikir secara digital, sedangkan metafisika memberikan gambaran keberadaan fisis ruang dan waktu. Berkembangnya AI membawa dampak baru dalam kehidupan di era digital. Masyarakat tidak lagi bertanya melalui platform digital seperti google, yahoo dan platform digital lainnya tetapi langsung bertanya melalui AI. Hal ini menyebabkan pergeseran cara berpikir masyarakat, dari memilih sendiri sumber informasi di internet menjadi penikmat AI untuk memperoleh informasi.

Masyarakat menganggap bahwa AI merupakan pengembangan dari ilmu teknologi informasi dan komputer, tetapi jauh dari ilmu tersebut ada fisika dan metafisika yang mendasarinya. Sifat fisis dari sebuah peristiwa kemudian mencari proses kebenaran dari peristiwa yang terjadi pada media sosial merupakan sifat fisika. Gambaran yang diberikan secara virtual di media sosial sehingga dapat dianalisis merupakan bentuk dari metafisika. Persamaan algoritma dengan model matematika pada aplikasi AI merupakan penerjemah sifat fisis dari peristiwa yang dialami dan disimpan dengan baik oleh sistem. Prompt memberikan informasi kepada sistem untuk bisa direspon dan memberikan jawaban secara analisis agar bisa digunakan untuk menjawab atau menyelesaikan permasalahan dari pengguna AI.

Banyak opini mengkhawatirkan terjadinya candu AI ketika masyarakat menggantungkan semua sumber informasi dan bantuan pengetahuan ke AI. Sebagian besar akademisi menyebutkan bahwa candu AI tanpa dibatasi dengan kebijakan penggunaan AI membuat keilmuan tidak memiliki makna. Pembatasan dan kebijakan penggunaan AI menjadi salah satu karateristik sifat fisis fisika tentang kalibrasi sebuah alat untuk menentukan nilai akurat pengukuran. Metafisika memberikan batasan gambaran realita yang menunjukkan adanya ambang batas antara nilai kehidupan dan AI. Pembatasan dan kebijakan penggunaan AI merupakan wujud penerapan logika, sains dan digital sesuai dengan pemanfaatannya. Membatasi memberi tanda bahwa penggunaan AI dapat dikendalikan atau dikontrol sepenuhnya oleh manusia, sehingga tidak ada kekhawatiran terjadi ketergantungan penggunaan AI. Lahirnya AI menjadi bagian dari logika berpikir sains-digital yang didasari dengan fisika dan metafisika dalam menjelaskan realitas dan teori fisis pada ruang dan waktu yang sama. (*) 

Editor : Arief
#Opini #fisika