Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Enam Bulan ASI Eksklusif, Sehat Sepanjang Hayat

Nurhidayat • Senin, 6 Oktober 2025 | 06:03 WIB
dr. Tia Ajarida Laily
dr. Tia Ajarida Laily

               Oleh: dr. Tia Ajarida Laily
               Dokter Puskesmas Martapura Barat


ASI atau Air Susu Ibu adalah asupan terbaik bagi bayi di awal kehidupannya. ASI menyediakan seluruh zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi serta menjadi perlindungan awal terhadap penyakit. Di dalam ASI terkandung berbagai komponen penting seperti makrofag, limfosit, dan antibodi yang mampu melindungi bayi dari infeksi. Kandungan-kandungan ini berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF merekomendasikan agar bayi mendapatkan ASI sesegera mungkin dalam 1 (satu) jam setelah lahir, dan dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama tanpa tambahan makanan maupun minuman lain, kecuali atas indikasi medis.

Frasa “6 (enam) Bulan Eksklusif, Sehat Sepanjang Hayat” merupakan prinsip penting demi tercapainya tumbuh kembang optimal bagi bayi. Pemberian ASI secara eksklusif selama 6 (enam) bulan pertama telah terbukti secara ilmiah melindungi bayi dari berbagai penyakit, membantu perkembangan otak, serta memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Bahkan dalam jangka panjang, anak yang menerima ASI eksklusif memiliki risiko lebih rendah mengalami obesitas, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya di masa dewasa.

Melalui proses menyusui, seorang ibu tidak sekadar memberikan nutrisi, tetapi juga meletakkan dasar yang kuat bagi kesehatan anak di sepanjang hidupnya. Tambahan pula, pemberian ASI akan memperkuat hubungan ibu dan anak karena ibu dan bayi bersentuhan dan saling bertatapan mata. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa ikatan yang terjalin ketika menyusui dapat mengurangi masalah perilaku saat ia tumbuh dewasa nanti.

Tingkat pemberian ASI eksklusif pada bayi usia di bawah 6 (enam) bulan menunjukkan tren peningkatan, dari 52% pada tahun 2017 menjadi 66,4% pada 2024. Meski demikian, masih terdapat cukup banyak bayi yang belum memperoleh ASI secara eksklusif selama enam bulan penuh, padahal durasi ini penting untuk memastikan manfaat kesehatan yang maksimal.

Selain untuk bayi, pemberian ASI juga bermanfaat bagi ibunya. Risiko perdarahan pasca persalinan  berkurang, dan ibu akan mendapatkan KB alami. Tambahan pula, menyusui mengurasi stres pada ibu. Menyusui akan merangsang produksi hormon oksitosin yang bisa membuat tubuh merasa rileks. Menyusui juga lebih praktis karena ibu tidak perlu menyeduh susu formula serta mencuci, mensterilkan, dan mengeringkan botol susu. Dengan begitu, ibu bisa memiliki waktu lebih banyak untuk bercengkrama bersama si kecil. Dan yang lebih penting lagi, selama memberikan ASI eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli susu formula. Hal ini tentu bisa menghemat pengeluaran keluarga.

Dengan membangun sistem yang mendukung secara menyeluruh dan berkelanjutan, kita dapat meningkatkan jumlah bayi yang disusui, memperkuat kesehatan ibu dan anak, serta menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat. Menyusui bukan hanya tugas ibu, tapi tanggung jawab bersama, suami, keluarga, tenaga kesehatan. Mari kita jadi pendukung pemberian ASI eksklusif.

Editor : Nurhidayat
#tumbuh kembang bayi #martapura #cegah penyakit menular #kesehatan #asi eksklusif