Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dari Layang-Layang untuk Kebersamaan

admin • Kamis, 25 September 2025 | 22:26 WIB
TEGUH PAMUNGKAS
TEGUH PAMUNGKAS

              Oleh:  TEGUH PAMUNGKAS
              Penyuluh Keluarga Berencana
              Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan

Angin pantai begitu semilir dirasa. Pada akhir pekan Agustus lalu, tepatnya Ahad (31/8/2025) di pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut diselenggarakan festival layang-layang. Peserta dan masyarakat begitu antusias, berdatangan untuk menyemarakan momen tersebut. Tampak ratusan layang-layang dandang berderet di sepanjang pesisir pantai.

Layang-layang begitu indah dengan hiasan yang beraneka ragam. Tampak berbagai karakter tokoh yang digambar atau dilukis pada layang-layang. Ada yang bergambar kartun, binatang, tokoh pewayangan, dan lain sebagainya.

Peserta festival layangan berasal dari berbagai daerah, bahkan beberapa peserta datang dari luar negeri. Para pegiat layang-layang sengaja turut andil dalam festival di pantai Batakan Baru, lalu. Acara tersebut juga merupakan sarana promosi wisata, menarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia secara umum, serta khususnya Kalimantan Selatan.

Dan gelaran festival layang-layang 2025 di Tanah Laut telah sukses memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) atas penerbangan layang-layang terbanyak. Bahkan sekaligus sebagai rekor dunia untuk kategori layang-layang bunyi (dandang) atau flute kite dengan jumlah terbanyak.

Aktivitas bermain layang-layang bukan milik anak-anak saja. Bukan hanya milik kaum laki-laki, kaum perempuan pun banyak yang menyukai bermain layangan. Permainan layang-layang bisa dinikmati semua orang. Layangan bisa menjadi hobi bagi semua kalangan tak ada jarak status sosial.

Layangan sering juga disebut permainan tradisional. Permainan sederhana yang dibuat dari sebilah bambu untuk membuat rangkanya. Diikat dengan tali hingga membentuk layang-layang berbentuk yang sesuai diinginkan kita. Setelah membuat rangka, koran, kertas warna-warni atau plastik dipotong menyesuaikan rangka layang-layang yang telah dibuat sebelumnya.

Selanjutnya direkatkan membungkus tepian rangka dengan kuat. Layang-layang pun sudah jadi, siap diikat benang yang terhubung dengan gulungan pokok di tangan, dan dibawanya ke tanah lapang untuk diterbangkan.

Bermain layangan sungguh menyenangkan. Bagi sebagian orang, mainan tak selalu didapatkan dari hasil membeli di toko atau di warung. Biasanya inisiatif muncul keinginan untuk membuat mainan sendiri. Dan ketika itu, anak-anak dengan kreatif membuat mainan-mainan yang bermodalkan dari bahan-bahan alam. Atau bisa pula mengolah dari barang yang tidak terpakai dan barang bekas. Memilih dan memilah bahan yang mau dipakai, dengan menggunakan alat-alat yang sederhana terciptalah mainan yang sangat menarik. Secara bersama-sama layang-layang dan mainan lainnya tercipta.

Momen Kebersamaan

Permainan layang-layang akan leluasa dimainkan di tanah lapang, salah satunya seperti di pantai tempat event ferstival layang-layang diadakan. Namun tak jarang kita memainkan layangan di area persawahan. Tempat tersebut sebagai tempat idola sepulang dari sekolah atau selepas beraktivitas menerbangkan layang-layang.

Masa-masa bermain merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan di masa kecil. Di saat membuka pintu rumah sebenarnya anak mau mengenal dunia luar selain sekolah, yakni ingin bermain dengan sesamanya. Dari adanya bermain bersama teman-teman, maka manusia dapat belajar bersosial memahami kehadiran teman sebaya, dan tetangga sekitar.

Banyak remaja dan orang dewasa pun senang ketika bermain layang-layang. Seru, riang dan gembira, begitu dirasakan oleh mereka. Baginya bermain dengan banyak orang adalah salah satu sebagai momen yang indah. Tak jarang sepasang kakak dan adik ikut serta bermain layangan bersama.

Sementara, bagi orang dewasa serasa nostalgia, seperti mengulang kembali di masa-masa dulu. Dengan keluarga, kerabat atau teman-teman begitu menyenangkan bermain di tempat lapang. Di mana kala itu, suasana riang dan penuh keakraban semakin terpancar ketika layangan mulai dinaikan.

Bermain layangan tak sekadar melakukan permainan semata. Bukan hanya untuk mengisi waktu atau mengikuti event saja. Dengan bermain layangan bersama menjalin keakraban. Dari bermain bersama juga menjadi sarana dalam mengasah kepekaan sosial. Sehingga memunculkan kepuasan batin karena mengenal sesama dan melatih empati diri dalam suatu kelompok.

Seseorang merasakan diri bisa bermain merupakan hal yang penting, siapa pun mereka. Bukan hanya anak-anak atau remaja, orang dewasa juga memerlukan hiburan. Bermain juga mengantarkan pada psikologis yang sehat, karena di dalamnya terdapat aspek rekreasi, refreshing serta dapat menyalurkan energi dan kreativitas. Mungkin melalui permainan layang-layang salah satu media untuk menyalurkan hal itu.

Ketika melakukan aktivitas permainan apapun - termasuk bermain layangan-, maka seseorang akan merasakan kesenangan. Tumbuh juga rasa bahagia, semangat dan rasa keterikatan emosional. Satu dengan yang lain merasakan persaudaraan, indahnya pertemanan.

Akan semakin seru tatkala bermain layang-layang yang berukuran besar. Kekompakan tim sangat diperlukan untuk menerbangkan layang-layang. Saling kerjasama agar layang-layang terbang dengan baik, seimbang, kuat dan tetap terjaga di saat mengudara.

Di balik aktivitas bermain dengan sesama, bahwasanya kita -baik anak-anak, kaum remaja, orang dewasa- menumbuhkan kebersamaan di suatu tatanan masyarakat. Hadirnya ada rasa saling menghormati dan tolong menolong, sarat adanya nilai-nilai kebaikan untuk perkembangan kepribadian seseorang.

Melalui permainan banyak hal yang bisa kita petik. Seperti mengajarkan kita tentang bagaimana kepedulian seseorang pada kehidupan keluarga dan sosialnya. Belajar bekerjasama, belajar toleransi untuk saling menghargai dari apa yang dimainkan, karena akan mampu memberikan kebahagiaan bagi siapapun di saat bermain. Melalui bermain bersama, kita akan mengetahui etika dalam pergaulan, mengemban sikap jujur dan bisa lebih menghargai kehadiran orang lain.

Editor : Arief
#Opini