Perasaan terhadap seseorang merupakan suatu hal yang dimiliki oleh seseorang. Dalam mengekspresikan perasaan, masing-masing individu memiliki cara dan preferensi tersendiri untuk menggambarkan hal tersebut. Banyak dari mereka yang merngekspresikannya secara terbuka, tapi tidak sedikit pula yang mengekspresikannya dengan tertutup. Kebanyakan orang yang mengekspresikan rasa sukanya secara tertutup karena merasa orang yang mereka sukai jauh dari capaian. Terdengar suram, akan tetapi tidak selamanya pengekspresian rasa suka secara tertutup merupakan hal yang menyedihkan. Ada banyak cara orang-orang dapat menyampaikan rasa sukanya yang tertutup dan tersirat tetapi masih menggambarkan perasaan dengan seutuhnya, contohnya dengan menuangkannya dalam sebuah karya.
Menaruh perasaan dalam sebuah karya merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh seniman, terutama jika karyanya menyangkut tentang perasaan cinta. Ketika suatu individu sedang merasakan ketertarikan atau rasa suka pada seseorang, individu akan cenderung untuk merasa terdorong untuk berkarya. Dari hal tersebut, dapat dikatakan bahwa rasa suka mendorong kreativitas dan pembentukan ekspresi diri.
Secara psikologis, ketika suatu perasaan muncul sebagai dorongan atau motivasi, hormon seperti dopamin dan oksitosin bekerja. hormon-hormon tersebut yang dapat mendorong suasana hati sesoeranb dalam mengekspresikan diri termasuk dalam menciptakan karya seni. melalui karya seni, seseorang dapat menjadikan hal tersebut sebagai media dalam meluapkan perasaan yang sulit untuk diungkapkan secafa langsung. menuangkan perasaan dalam suatu karya juga memberikan rasa lega dan membantu individu untuk memproses juga memahami perasaannya sendiri.
Selain sebagai pendorong semangat, perasaan yang dituangkan pada karya akan membuat suatu karya memiliki makna emosional yang mendalam. Seseorang yang menciptakan suatu hal dengan dasar perasaan yang mendalam akan cenderung menghasilkan suatu hal yang jujur dan menyentuh. Beberapa karya seperti puisi, lukisan, lagu, hingga film akan jauh lebih dipahami dan dirasakan jika diciptakan dengan perasaan yang tulus. Hal ini membuat karya bukan hanya sekedar media pengekspresian diri, tetapi juga sebagai wadah emosional bagi penikmat karya dan penciptanya.
Perasaan yang tulus yang dituangkan dalam pembuatan karya juga memungkinkan terbentuknya koneksi antara pencipta dan penikmat karya. Ketika emosi yang dituangkan dalam suatu karya itu kuat, penikmat karya dapat merasakan pesan yang ingin disampaikan dengan dalam. Hal ini menciptakan wadah untuk empati dan pemahaman yang lebih luas terhadap pengalaman pribadi sang pencipta. Dalam beberapa kasus, karya yang diciptakan dari konflik batin atau kebahagiaan yang mendalam justru menjadi karya yang paling bermakna dan bertahan lama dalam ingatan banyak orang.
Dari hal tersebut, dapat dikatakan bahwa perasaan yang mendalam merupakan pendorong kreativitas yang kuat. Suatu karya seni bisa tercipta dan terasa “hidup” karena perasaan yang dituangkan di dalamnya tanpa adanya batasan. Bahkan jika suatu perasaan tidak bisa diteriakan secara langsung dalam kenyataan, karya seni berperan sebagai media bagi sesorang untuk mengukir perasaan yang terpendam. Dengan kata lain, karya seni bukan hanya tentang hasil tetapi juga tentang perasaan yang terkandung dan pemahaman mendalam terkait cerita di baliknya.
*) Mahasiswi S1 Psikologi Universitas Brawijaya
Editor : Muhammad Rizky