Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rhoma Irama, Kiai dan Dakwah

Arief • Jumat, 17 November 2023 | 06:21 WIB

SYAIFUL BAHRI DJAMARAH
SYAIFUL BAHRI DJAMARAH
JUDUL di atas memang terkesan agak dipaksakan. Karena semua orang tahu siapa Rhoma Irama dan siapa kiai. Pembaca tahu siapa Rhoma Irama dan kiai, tapi apakah Anda tahu perbedaan jangkauan dakwah keduanya? Di mana keterkaitan antara Rhoma Irama dan kiai? Problem ini menarik untuk ditelaah lebih mendalam.

         Oleh SYAIFUL BAHRI DJAMARAH
         Dosen PAI dan PPG Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
         UIN Antasari Banjarmasin

Rhoma Irama adalah sang Raja Dangdut. Super star. Seorang musisi tiada tanding, artis senior dan bintang film Indonesia. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengenalnya. Mulai anak kecil, remaja, pemuda hingga lansia kenal baik dengannya. Tidak asing bagi masyarakat desa, bahkan masyarakat kota. Dari kalangan terdidik, cerdik pandai hingga rakyat jelata.

Lagu-lagu Rhoma sangat merakyat. Banyak yang hapal. Sering dinyanyikan. Entah di panggung, di warung, di kedai kopi, bahkan di diskotek. Tidak hanya di kalangan artis, bahkan di kalangan rakyat jelata. Pokoknya, tembang-tembang Rhoma digemari semua lapisan masyarakat.

Rhoma adalah profesor musik. Warna musiknya sangat khas. Seorang politikus. Sebagai artis tiga zaman sekaligus musisi, dia sudah menulis seribu judul lagu. Dari semua lagunya, cukup banyak yang bertema dakwah.

Dia pernah membentuk partai politik. Bahkan pernah calon presiden. Forsa (Fans of Rhoma Irama dan Soneta) adalah kelompok penggemarnya. Dia satu-satunya aktor film yang menggunakan namanya sendiri, Rhoma, ketika berperan sebagai aktor utama dalam filmnya. Film-filmnya bernuansa dakwah selalu diputar di bulan Ramadan.

Rhoma seorang artis yang melebihi zamannya. Ketika teman-teman seangkatannya sudah banyak yang tenggelam dari dunia selebritas, dia masih berjaya hingga kini. Ini karena syafaat dari lagu-lagunya yang bertema dakwah. Pesan agama dalam lagunya sarat pesan-pesan moral akhlaki. Bahkan tidak sedikit tokoh agama lain yang merasa tercerahkan berkat lagunya. Para artis mancanegara tidak hanya senang mendengarkan lagu-lagunya, bahkan berdendang sambil berjoget menyanyikannya. Rhoma sejatinya seorang pendakwah. Dia berdakwah lewat lagu dan film. Di usia tuanya dia juga sering dipanggil berceramah.

Siapa kiai? Dialah tokoh agama, cerdik pandai dalam hal agama. Alim ulama yang menguasai ilmu agama. Tugas utamanya berdakwah. Mendakwahkan pesan-pesan agama. Kiai berceramah, memberikan siraman rohani, mencerahkan dan mencerdaskan. Itu sebabnya, selain menceramahi santrinya di pesantren, kiai sering diundang untuk mengisi majelis. Oleh karena itu, kiai acap kali disebut penceramah. Tausiah. Dakwah bilhal. Mendakwahi umat. Menyirami rohani umat dengan kebajikan.

Dakwah sejatinya kewajiban setiap individu. Akan tetapi, kegiatan dakwah dipercayakan kepada kiai (ulama), ustaz atau tuan guru. Itulah tugas kiai sebagai ulama pewaris para nabi.

Materi dakwah yang disampaikan kiai dan Rhoma mencakup soal keimanan, ibadah, dan akhlak/muamalah. Baik Rhoma maupun kiai, keduanya sama-sama menyampaikan pesan-pesan agama berdasarkan dalil naqli, yaitu bersumber dari Al-Qur'an dan hadis.

Dakwah Rhoma dan kiai adalah dakwah bilhal, amar makruf nahi mungkar. Qulil haqqo walau kana murran. Katakan yang benar itu walaupun pahit (HR Ibnu Hibban). Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik (An-Nahl: 125). Diberi duit atau tidak bukan masalah. Meski begitu, jangan terlalu berbelasungkawa bila ditemukan ada penceramah yang selalu melihat seberapa besar duit dalam amplop, karena masih banyak yang ikhlas menerima amplop berisi duit secukupnya.

Di mana keterkaitan antara Rhoma dan kiai? Antara Rhoma dan kiai memang berbeda. Rhoma seorang musikus sekaligus artis dan aktor film. Sementara kiai seorang pendakwah. Titik persinggungan antara keduanya ada pada aspek dakwah. Rhoma berdakwah lewat lagu dan film. Kiai berdakwah dengan berceramah.

Jangkauan dakwah Rhoma menyentuh semua lapisan masyarakat dan lintas agama. Sedangkan jangkauan dakwah kiai di hadapan umat Islam. Karena kiai dilarang berdakwah di hadapan umat nonmuslim. Ini karena lakum diinukum waliyadiin. Bagiku agamaku dan bagimu agamamu.

Ayat 6 dari Surah Al-Kafirun di atas menegaskan bahwa kiai harus menghargai agama lain, tidak mengusik agama lain, dan tidak mencampuradukkan ritual agama satu sama lain. Itulah moderasi beragama dalam Islam.

Titik persinggungan dakwah itu semakin kuat ketika di kalangan kiai karya-karya Rhoma bertema dakwah dipakai untuk selingan ceramah. Kiai mendendangkan lagu-lagu Rhoma sambil bertausiah. Kiai menggunakan lagu-lagu Rhoma karena sebagian besar lagu Rhoma sesuai dengan tema dakwah kiai.

Di antara penceramah yang rajin menggunakan lagu-lagu Rhoma ketika berdakwah adalah KH Said Safuddin Abdullah, KH Muhajir Chozin, KH Asep Mubarok, KH Khilman Mubarok (bergelar Rhoma Muda). Sedangkan lagu ciptaan Rhoma yang biasanya kiai gunakan adalah Laillahaillallah, Hari Kiamat, Hari Berbangkit, Kabar dan Dosa (tentang keimanan). Lagu Ghibah, Judi, Nafsu Serakah, Setetes Air Hina (tentang akhlak). Lagu Qur’an dan Koran, Perjuangan dan Doa (tentang ibadah).

Pesan agama dari lagu-lagu Rhoma tersebut dimanfaatkan dengan baik dan efektif oleh kiai ketika berdakwah di hadapan umat Islam di manapun mereka berdakwah. Entah siang atau malam, baik di dalam maupun di luar ruangan. Tak peduli di kalangan terdidik, cerdik pandai hingga rakyat jelata.

Kepiawaian kiai berceramah sekaligus mendendangkan lagu Rhoma sungguh mencerahkan. Kejenuhan umat mendengar ceramah kiai tersegarkan oleh lagu Rhoma. Ini model dakwah yang di masa lalu belum terpikirkan oleh kiai. Cukup menarik.

Tentu saja dua kemampuan ini tidak mudah dipadukan. Karena tidak semua kiai bisa melakukannya. Soal penguasaan materi dakwah tidak diragukan. Akan tetapi, masalahnya, tidak semua kiai memiliki warna suara yang bagus dan berbakat menyanyi dengan suara merdu. Ada juga yang sumbang.

Demikianlah. Rhoma menyampaikan pesan agama lewat lagu dan film. Kiai menyampaikan pesan agama lewat ceramah. Kolaborasinya bersatu dalam Nada dan Dakwah. Ini model dakwah modern, asyik menyegarkan, mencerahkan, membangun jiwa. Lewat nada berdakwah menyuarakan kebenaran. Lewat ceramah berdakwah menyuarakan kebenaran. Hikmah itu ada dalam nada dan dakwah.

Dalam film Nada dan Dakwah, Rhoma berdakwah bersama alm KH Zainuddin MZ. Ketika itu Rhoma belum kiai. Kini, Rhoma sering berdakwah. Itu sebabnya dia acap kali dipanggil kiai. Jadi, berkat sering berdakwah, sang musikus kelas dunia itu ditasmiyahi: Kiai Haji Rhoma Irama.

Editor : Arief
#Opini #dakwah