Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Peran Ayah Dalam Pencegahan Stunting

Arief • Jumat, 17 November 2023 | 06:17 WIB

TEGUH PAMUNGKAS
TEGUH PAMUNGKAS
WAKIL Presiden RI Ma'ruf Amin pada suatu acara di studio sebuah stasiun televisi di Jakarta (26/10) menyampaikan bahwa pengentasan stunting perlu adanya gotong royong. Saling melengkapi dalam penanganannya.

         Oleh TEGUH PAMUNGKAS
         Penyuluh Keluarga Berencana Perwakilan BKKBN Kalsel
         Warga Pelaihari

Pencegahan stunting bukan hanya tugas oleh instansi tertentu atau pemerintah saja. Melainkan tugas besar yang mesti dikerjakan bersama untuk mengentaskan stunting. Termasuk, tak bisa lepas dari peran dan kepedulian ayah beserta anggota keluarga di rumah.

Para ayah selayaknya turut berkontribusi lebih dalam memperhatikan keadaan keluarga.
Ayah adalah sosok pahlawan keluarga. Dia merupakan penanggung jawab sekaligus pelindung keluarga. Bagi ayah, kehadiran anak-anak bukan hanya amanah dari Tuhan, namun juga anugerah terindah yang disyukuri. Oleh karena itu, tak heran jika para ayah akan berusaha keras untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Baik yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Seorang ayah tanpa henti memperhatikan kesehatan, mengajarkan pendidikan pekerti dan mental guna mengantarkan anaknya untuk menjadi pribadi-pribadi yang handal. Begitupun dalam hal mencukupi keperluan rumah tangga, guna memenuhi pangan dan pemenuhan gizi untuk tumbuh kembang anak, sandang yang pantas dipakai dan papan yang layak huni.

Tanpa lelah, ayah selalu menghadirkan rasa aman dan penuh kasih sayang kepada keluarga. Cintanya dalam keluarga tidak sebatas perasaan, tetapi diimplementasikan pada perhatian, melengkapi keperluan dan rasa tanggung jawab.

Berbangga hatilah memiliki orang tua hebat. Mereka rela berjuang hidup demi nasib anak-anaknya, dengan tulus ikhlas mengasuh dan mendidik anak di keluarga. Kelembutan hati dan keanggunan perilaku ibu yang memberikan stimulus dalam menumbuhkan potensi-potensi anak.

Identifikasi peran ayah mencegah stunting di keluarga seperti memenuhi kebutuhan istrinya yang sedang hamil, dari pemenuhan gizi selama hamil, secara berkala mendampingi untuk memeriksakan kesehatan kandungan istrinya ke dokter/bidan atau klinik hingga persiapan menjelang kelahiran anaknya. Kontinyu mendampingi istri, menjadi suami siaga.

Saat pasca melahirkan, ayah mengingatkan istri agar senantiasa memeriksakan bayi, mulai dari melihat penambahan berat dan tinggi badan bayi dan mengecek kesehatannya. Apalagi usia bayi hingga dua tahun adalah masa-masa usia emas (golden age), pemenuhan gizi seimbang begitu dibutuhkan dalam tumbuh kembangnya.

Ayah yang memiliki anak remaja berperan sebagai partner atau teman diskusi anak. Senantiasa mengobrol seputar aktivitas dan pergaulan anak beserta teman-temannya. Paling tidak anak remajanya memiliki tanggung jawab yang dibiasakan tumbuh dengan rasa kepercayaan yang tinggi, hingga sampai memasuki usia untuk berumah tangga. Siap di saat menuju kehidupan rumah tangganya kelak.

Tak sampai di situ, ayah bersama-sama anggota keluarga lainnya bekerja sama menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Demi menjaga kesehatan, tiap-tiap individu bertangungjawab peduli keadaan di sekelilingnya. Mulai dari kebersihan di ruang tamu, tempat tidur, ruang makan, toilet sampai pekarangan tempat tinggal.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik anak dari kebiasaan-kebiasaan ayah di keluarga. Disadari atau tidak, begitu banyak pengetahuan yang telah diadopsi oleh anaknya.

Kehadiran ayah bukan hanya andil kecil. Namun kehadiran dan perhatiannya berperan penting pada banyak hal. Seperti, pertama, ketabahan dalam pemenuhan ekonomi. Pundak manusia diciptakan sama, masing-masing ada dua bagian, satu di lengan atas kanan dan satu lagi di kiri.

Setiap orang dihadapkan pada masalah. Meskipun masalah yang mendera sama, tetapi penerimaan dan sikap yang muncul pada seseorang bisa berbeda. Hal itu tentu dipengaruhi oleh referensi dan kebiasaan dalam memahami keadaan. Dengan menguasai keadaan, perilaku muncul untuk menentukan sikap yang disertai formula solusi guna menentukan jalan keluar dari masalah.

Apapun yang ada, itulah hasil yang diperoleh di mana ia telah melewati kejadian-kejadian sebelumnya. Belajar menguatkan posisi diri untuk mengubah kondisi dan keadaan, meskipun harapan yang ada tidak sesuai dengan kenyataan. Diterima dengan bijak penuh lapang dada, terus berjuang dalam membangun ekonomi keluarga.

Pemenuhan ekonomi guna memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan hanya sandang dan papan, namun makanan yang bernutrisi untuk pemenuhan gizi keluarga juga diperhatikan. Apalagi bagi mereka para ayah yang memiliki anak yang masih usia bayi dan balita.

Kedua, bertanggung jawab dengan kondisi keluarga. Mungkin awalnya banyak yang beranggapan bila mengurus rumah, mengasuh dan mendidik anak, serta memasak merupakan tanggung jawab seorang ibu. Tentu anggapan itu keliru. Karena ayah adalah sosok penanggung jawab keluarga, ikut menentukan nasib anak-anaknya.

Kondisi dan keadaan anggota keluarganya senantiasa diperhatikan, menjauhkan keluarga dari risiko stunting. Faktor kesehatan keluarga oleh ayah sebagai salah satu prioritas tanggung jawab.

Figur ayah secara bersamaan menjalankan dua tugas, selaku pelindung sekaligus pemimpin. Di mana peran emosional telah ditunjukkan dengan rupa kasih sayang. Selain itu, peran sosial mampu ia lakukan, yakni pendampingan terhadap anggota keluarga.

Ketiga, kesederhanaan hidup. Seorang ayah adalah pemimpin rumah tangga. Pemimpin yang egaliter berarti mereka yang memimpin dengan rendah hati, sederajat dan mengajarkan hidup sederhana. Ayah yang baik tidak pernah membeda-bedakan, pemimpin rumah tangga yang mampu memosisikan diri layaknya anggota keluarga yang ia pimpin. Menerapkan pendidikan perilaku secara langsung di keluarga.

Cinta ayah memang susah dilihat. Namun kepedulian seorang ayah bisa dirasakan anggota keluarga. Termasuk dalam hal pencegahan stunting. (fud)

Editor : Arief
#Opini #KB #ayah #Stunting