Oleh ALFINNOR EFFENDY
Mahasiswa S2 Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin,
Ketua Umum PC PMII Banjarmasin 2023-2024
QUOTE dari Tan Malaka di atas memiliki arti yang mendalam. Pemuda sebagai salah satu komponen bangsa mempunyai kekuatan dalam hal idealisme. Idealisme untuk membangun dan memajukan bangsa. Bayangkan bagaimana idealisme pemuda mampu mengubah perjalanan bangsa Indonesia melalui beberapa peristiwa sejarah menjadi bukti bahwa pemuda dengan idealismenya mampu menjadi ujung tombak perubahan.
Idealisme yang kuat sangat dibutuhkan bagi orang-orang yang terjun ke dalam dunia perpolitikan nasional dan tak terkecuali bagi pemuda. Banyak pemuda terlibat dalam sistem politik nasional saat ini. Sebagian pemuda tersebut adalah orang-orang yang dahulunya menjadi aktivis dan dengan lantang menyampaikan kebenaran secara terbuka melalui berbagai macam cara dan aksi.
Namun idealisme tersebut tampaknya memudar ketika para pemuda tersebut berada dalam politik praktis yang sesungguhnya. Mereka seakan terbawa arus oleh kenyamanan kekuasaan dan lupa bahwa ada misi besar yang harus diperjuangkan. Menyuarakan nilai-nilai kebenaran demi terwujudnya bangsa Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera adalah misi besar tersebut.
Dalam era yang serba materialistik ini, tindakan seorang pemuda yang menolak selembar uang 100 rupiah dengan tujuan menjaga nilai-nilai idealisme patut diapresiasi. Tindakan ini mencerminkan integritas dan kejujuran yang semakin langka dalam masyarakat saat ini.
Pemuda tersebut dengan tegas menolak menerima duit tersebut karena ia percaya bahwa menerima uang dengan cara yang tidak jujur atau tidak sah akan merusak nilai-nilai idealisme yang ia anut. Tindakan ini menunjukkan bahwa ia memiliki prinsip yang kuat dan tidak tergoyahkan dalam menghadapi godaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Dalam dunia yang didominasi oleh korupsi dan kepentingan pribadi, tindakan pemuda ini memberikan harapan bahwa masih ada individu yang berani berdiri teguh dengan nilai-nilai moral yang mereka yakini. Tindakan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk tetap setia pada prinsip-prinsip yang mereka anut, meskipun terkadang menghadapi tekanan dari lingkungan sekitar.
Namun, tidak semua orang mungkin sepakat dengan tindakan pemuda tersebut. Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa menolak uang dengan nominal besar adalah tindakan yang berlebihan atau tidak praktis. Mereka mungkin berargumen bahwa uang tersebut dapat digunakan untuk kepentingan yang lebih baik atau disumbangkan kepada mereka yang membutuhkannya.
Namun, penting untuk diingat bahwa tindakan pemuda ini bukan semata-mata tentang uang. Ini adalah tentang mempertahankan integritas dan nilai-nilai idealisme yang mungkin telah terkikis dalam masyarakat kita, apalagi di zaman yang serba-serbi mekanistis. Tindakan ini mengingatkan kita bahwa ada hal-hal yang lebih berharga daripada sekadar materi, yaitu integritas dan kejujuran.
Nilai-nilai idealisme merujuk pada keyakinan dan prinsip moral yang mendasari tindakan seseorang berdasarkan pandangan yang lebih tinggi atau cita-cita yang lebih mulia.
Beberapa contoh nilai-nilai idealisme yang umum meliputi, pertama, integritas. Nilai ini menekankan pentingnya konsistensi antara kata dan tindakan, serta kejujuran dalam segala hal.
Kedua, keadilan. Nilai ini mengacu pada keyakinan bahwa setiap individu harus diperlakukan dengan adil dan setara, tanpa memandang latar belakang atau status sosial.
Ketiga, kebebasan. Menekankan pentingnya hak individu untuk memiliki kebebasan berpendapat, beragama, dan mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai pribadi mereka.
Keempat, solidaritas. Menggarisbawahi pentingnya saling mendukung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, serta peduli terhadap kesejahteraan orang lain.
Kelima, ketegasan moral. Nilai ini menekankan pentingnya memegang teguh prinsip-prinsip moral dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini, bahkan dalam situasi yang sulit atau menghadapi tekanan.
Keenam, perubahan sosial. Mengacu pada keyakinan bahwa individu memiliki peran dalam menciptakan perubahan positif dalam masyarakat dan dunia, serta berkomitmen untuk berkontribusi dalam mencapai tujuan tersebut.
Ketujuh, kemanusiaan. Nilai ini menekankan pentingnya menghargai dan memperhatikan kesejahteraan dan martabat setiap individu, serta memiliki empati terhadap penderitaan orang lain.
Penting untuk diingat bahwa nilai-nilai idealisme dapat bervariasi antara individu dan budaya. Namun, nilai-nilai ini sering kali menjadi landasan bagi individu yang ingin berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif dalam masyarakat dan dunia.
Menjaga nilai-nilai idealisme pada pemuda sangat penting, dan bukan hanya saat momentum pemilu saja. Nilai-nilai idealisme adalah prinsip-prinsip moral dan etika yang membentuk karakter seseorang dan mempengaruhi tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa alasan mengapa menjaga nilai-nilai idealisme pada pemuda penting. Pertama, pembentukan karakter. Nilai-nilai idealisme membantu membentuk karakter pemuda dan membimbing mereka dalam mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab. Nilai-nilai seperti integritas, kejujuran, empati, dan keadilan membantu pemuda menjadi individu yang berintegritas dan berkontribusi positif dalam masyarakat.
Kedua, menghadapi tantangan. Idealisme memberikan pemuda landasan moral yang kuat untuk menghadapi tantangan dan godaan yang mungkin mereka hadapi dalam kehidupan. Nilai-nilai ini membantu mereka tetap teguh pada prinsip-prinsip yang benar, bahkan dalam situasi yang sulit atau menggoda.
Ketiga, membangun masyarakat yang lebih baik. Pemuda yang menjaga idealismenya memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat. Mereka dapat mempengaruhi orang lain dengan contoh yang baik dan mempromosikan nilai-nilai seperti keadilan, kesetaraan, dan keberlanjutan.
Keempat, membentuk kepemimpinan yang baik. Pemuda yang berpegang pada nilai-nilai idealisme memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan. Nilai-nilai seperti integritas, kejujuran, dan keadilan adalah kualitas yang penting dalam kepemimpinan yang efektif dan dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat.
Kelima, membangun masa depan yang berkelanjutan. Nilai-nilai idealisme juga terkait dengan keberlanjutan dan perlindungan lingkungan. Pemuda yang menjaga nilai-nilai ini dapat berperan dalam mempromosikan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dan bertindak secara bertanggung jawab terhadap sumber daya alam.
Pada dasarnya, menjaga nilai-nilai idealisme pada pemuda sangat penting karena membentuk karakter, membantu menghadapi tantangan, membangun masyarakat yang lebih baik, membentuk kepemimpinan yang baik, dan membangun masa depan yang berkelanjutan. Nilai-nilai ini harus ditanamkan dan dipraktikkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat momentum pemilu. (fud) Editor : Arief