Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pentingnya Kesadaran Kebersihan di Lingkungan Sekolah

Arief • Jumat, 28 Juli 2023 | 10:59 WIB
Siti Mardiana
Siti Mardiana
DI INDONESIA, mengenai kebersihan lingkungan selalu menjadi masalah yang tak kunjung usai, dan masih seringkali dijumpai masyarakat yang tidak peduli dalam menjaga kebersihan. Oleh sebab itulah, kasus-kasus yang menyangkut masalah sampah setiap tahunnya terus meningkat.

Oleh SITI MARDIANA AR
Guru SDN 5 Kampung Baru, Kabupaten Tanah Bumbu


Ketidakpedulian yang ditunjukkan terhadap kebersihan lingkungan seperti yang terjadi di lingkungan sekitar akan berdampak negatif dan membuat lingkungan hidup kita tidak nyaman. Dampak yang sering kita lihat adalah terjadinya banjir yang mana disebabkan sampah di sungai dan selokan sehingga menyebabkan aliran air terhambat.

Pada lingkungan sekolah sering juga kita temui tentang masalah kebersihan dimana halaman yang banyak berserakan sampah, bak sampah yang penuh, WC yang kurang bersih, bahkan selokan yang mampat.

Kita tahu bahwa sekolah merupakan lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. Sekolah merupakan wadah tempat menimba ilmu secara formal. Sekolah seringkali dianggap sebagai rumah kedua bagi kita, karena di sanalah kita bisa menghabiskan waktu lebih banyak untuk belajar dan berkumpul.

Karena sebagai tempat memperoleh pendidikan, lingkungan sekolah harus mendukung semua aktivitas agar dapat membuat kita makin betah dan bersemangat.

Menurut Ki Hajar Dewantara, sekolah adalah taman. Taman berarti tempat bermain yang menyenangkan, menggembirakan di mana anak-anak senang melakukan sesuatu yang disukainya. Taman yang indah didukung dengan lingkungan yang bersih.

Lingkungan sekolah yang bersih merupakan hal dasar bagi warga sekolah untuk mendapatkan kenyamanan dalam beraktivitas. Kebersihan merupakan hal utama bagi kesehatan, artinya kebersihan tersebut menunjukkan bahwa lingkungan dalam kondisi baik.

Dalam lingkungan sekolah kita perlu memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat karena lingkungan yang bersih selain sehat tentu juga nyaman untuk dipandang.



Sedangkan lingkungan yang tidak bersih akan memberikan dampak kepada kesehatan warga sekolah.

Biasanya lingkungan yang tidak sehat menunjukkan ciri-ciri lingkungan yang bau, memiliki saluran air yang tidak lancar, sampah yang tidak dibuang pada tempatnya, hingga udara yang terasa pengap.

Ini akan berdampak pada belajar siswa di dalam kelas karena bagaimana mungkin siswa mampu menerima pelajaran secara maksimal bila siswanya itu sendiri merasa kurang nyaman berada di kelas yang kotor.

Pada dasarnya menjaga kebersihan itu sangatlah penting dan merupakan kewajiban bagi setiap orang. Hal ini bukan hanya dilaksanakan oleh petugas kebersihan saja tetapi juga dibutuhkan peran serta semua warga sekolah untuk menjaganya.

Terlepas dari itu masalah yang dihadapi di sekolah adalah rendahnya peran serta siswa dalam gotong royong, membuang sampah sembarangan, kurang peduli terhadap orang lain, tidak mau terlibat dalam membersihkan lingkungan sekolah dan kurangnya kesadaran dalam menjaga dan memelihara taman.

Sesuai peribahasa yang sering kita dengar, "Bersih pangkal sehat" maka dari itu perlu kesadaran untuk kita berperilaku bersih dan sehat. Menurut Hasibuan (2012), "Kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya."

Untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di sekolah supaya kita bisa mendapatkan jasmani yang sehat, maka perilaku bersih pada anak perlu kita tanamkan sejak dini. Apalagi pada usia sekolah anak dituntut untuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.

Kebersihan diri sesuai hadis Nabi, "Kebersihan sebagian dari iman." Apabila kita sudah bisa membiasakan anak untuk menjaga kebersihan diri, maka otomatis anak akan peduli terhadap kebersihan diri maupun di lingkungannya. Anak akan kehilangan respek terhadap lingkungan yang kotor.

Contoh kecil, anak akan langsung memungut sampah yang ada di depannya atau yang terlihat. Dia akan langsung membuangnya ke dalam bak sampah tanpa disuruh-suruh lagi.
Begitu juga di sekolah, baik itu kebersihan dalam kelas maupun di lingkungan luar kelas. Di dalam kelas yang bersih akan memberikan kenyamanan siswa dalam belajar sehingga bisa dengan mudah menerima pelajaran yang disampaikan guru, sedangkan di luar kelas siswa lebih leluasa bermain tanpa ada rasa ketakutan akan tempat yang kotor.



Perilaku siswa dalam menjaga kebersihan di sekolah sudah dituangkan dalam tata tertib sekolah umumnya dan dalam kelas khusus nya. Di kelas siswa diatur membersihkan kelas setiap hari dengan pembagian piket kelas. Bagi kelompok siswa yang piket pada hari itu maka mereka turun ke sekolah harus lebih awal dari teman-temannya yang lain. Dan juga sekaligus melaksanakan piket kebersihan setelah pulang sekolah.

Lingkungan sekolah yang bersih tentu membuat semua orang pasti akan suka melihatnya. Maka dari itu tanamkan kesadaran siswa di sekolah agar selalu bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan toilet supaya juga bisa terhindar dari penyakit-penyakit.

Hal tersebut tidak luput juga partisipasi kita semua dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah tersebut. Dengan dilakukannya hal itu maka akan membuat lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman bagi warga sekolah saat melakukan kegiatan pendidikan dan pembelajaran. (*/fud) Editor : Arief
#Opini Guru