Enam Bulan Persiapan, FAJI Kalsel Bidik Podium Kejurnas Arung Jeram R4 Bali

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:37 WIB
LATIHAN: Tim FAJI Kalimantan Selatan melatih tekniknya di Irigasi Martapura, Kabupaten Banjar untuk mematangkan persiapan menghadapi Kejurnas Arung Jeram R4 Bali. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
LATIHAN: Tim FAJI Kalimantan Selatan melatih tekniknya di Irigasi Martapura, Kabupaten Banjar untuk mematangkan persiapan menghadapi Kejurnas Arung Jeram R4 Bali. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Selatan tidak ingin datang ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram R4 di Bali sekadar menjadi peserta.

Persiapan panjang sejak pertengahan Maret menjadi modal FAJI Kalsel untuk membidik podium pada ajang yang dijadwalkan berlangsung 23–28 September 2026 tersebut.

Memasuki September, persiapan tim kini telah berada pada fase prakompetisi. Artinya, tahapan latihan yang sebelumnya berfokus pada persiapan umum dan khusus mulai diarahkan untuk mematangkan kesiapan menghadapi pertandingan.

Ketua FAJI Kalsel Bandi Chairullah mengatakan, proses persiapan dilakukan secara bertahap selama sekitar enam bulan. 

Menurutnya, tahapan tersebut penting untuk membentuk kesiapan atlet sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.

“Persiapan sudah kami lakukan sejak pertengahan Maret hingga September ini. Untuk performa atlet, kami sudah melalui persiapan umum, persiapan khusus dan sekarang masuk pada tahap prakompetisi,” ujar Bandi, Senin (14/9/2026).

FAJI Kalsel menyiapkan dua tim putra untuk berlaga di Kejurnas Arung Jeram R4. Masing-masing akan turun pada kategori senior dan kelompok umur Under 23 (U-23).

Para atlet hasil penjaringan dari sejumlah kabupaten/kota di Kalsel. Di antaranya Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Kota Banjarbaru.

Secara keseluruhan, FAJI Kalsel menyiapkan 10 atlet beserta cadangan untuk memperkuat dua tim tersebut.

“Total atlet yang kami berangkatkan ada 10 orang dengan cadangan. Mereka memperkuat dua tim yang terdiri dari senior dan Under 23,” jelasnya.

Di Bali, persaingan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik. Para atlet akan menghadapi empat nomor perlombaan dengan karakter tantangan berbeda.

Yakni Sprint, Head to Head, Slalom, dan Down River Race (DRR). Keempat nomor tersebut membutuhkan kecepatan, kemampuan teknik, sekaligus kekompakan antaratlet saat menaklukkan lintasan.

Karena itu, fase prakompetisi menjadi bagian penting dalam persiapan terakhir FAJI Kalsel. 

Strategi tim mulai dimatangkan agar materi latihan yang telah diberikan dapat diterapkan saat pertandingan.

Dengan persiapan yang telah berlangsung sejak Maret, FAJI Kalsel memasang sasaran yang cukup jelas. Bukan sekadar tampil, tetapi mampu menembus posisi podium.

Bandi mengatakan, capaian podium akan menjadi gambaran dari hasil persiapan panjang yang telah dijalani para atlet.

“Kami berharap atlet yang sudah disiapkan sejak jauh hari ini bisa menampilkan performa terbaiknya, sehingga mampu naik podium. Kalau naik podium tentunya targetnya adalah medali,” katanya.

Bagi FAJI Kalsel, hasil di Kejurnas juga memiliki arti lebih panjang dalam proses pembinaan atlet. 

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan atlet Kalsel menghadapi agenda pembinaan dan persiapan menuju BKPON.

Karena itu, selain teknik dan fisik, mental bertanding menjadi perhatian pada fase akhir persiapan.

Bandi meminta atlet tetap menjaga kondisi fisik dan performa hingga hari pertandingan. 

Seluruh materi yang telah diberikan selama latihan diharapkan dapat diterapkan secara maksimal di lintasan.

“Harapan kami, atlet bisa menjaga performanya, menjaga fisik dan menerapkan apa yang sudah diberikan dalam materi-materi dasar pelatihan. Semua itu harus dimaksimalkan dengan semangat yang tinggi,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan atlet agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi persaingan di Kejurnas.

“Dengan semangat yang tinggi, jangan menyerah. Apa yang sudah dilatih selama ini harus dikeluarkan secara maksimal saat bertanding,” pungkas Bandi.

Editor : Sutrisno
Faji Kalsel