Baru 3 Tahun Berdiri, PPSI Tala Gencar Kenalkan Bahantup Kuntau ke Masyarakat

Norsalim Yahya • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 13:33 WIB
KENALKAN : Upaya PPSI Tala mengenalkan Bahantup Kuntau kepada masyarakat luas dengan menggelar pertandingan di Halaman Pertasi Kencana Pelaihari. (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)
KENALKAN : Upaya PPSI Tala mengenalkan Bahantup Kuntau kepada masyarakat luas dengan menggelar pertandingan di Halaman Pertasi Kencana Pelaihari. (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Upaya mengenalkan seni bela diri tradisional Banua, Bahantup Kuntau, kepada masyarakat luas terus dilakukan Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Tanah Laut (Tala).

Meski keberadaan Inorga PPSI di Tala baru berjalan sekitar tiga tahun, berbagai kegiatan terus dilakukan untuk memperkenalkan Bahantup Kuntau sekaligus mengajak masyarakat mengenal lebih dekat seni bela diri khas Banua tersebut.

Salah satunya melalui pertandingan Bahantup Kuntau yang digelar para pegiat PPSI di halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari. Pertandingan tersebut menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Ketua PPSI Tala Abdullah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sosialisasi agar Bahantup Kuntau semakin dikenal masyarakat, khususnya di Tala.

Menurutnya, Bahantup Kuntau merupakan pengembangan seni bela diri tradisional Banua yang digagas oleh putra Banua, Dr Johan Amin. Seni bela diri tersebut kemudian terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan dan sosialisasi.

“Bahantup Kuntau pertama kali dikenalkan oleh Johan Amin, putra Kalimantan asal Kandangan,” katanya, Minggu (13/9/2026).

Bahantup Kuntau telah diperkenalkan di tingkat nasional melalui ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pertandingan ekshibisi.

Abdullah mengatakan, Bahantup Kuntau diharapkan dapat menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan secara resmi pada tingkat nasional mulai 2027. Sementara pada tahun ini, Kejuaraan Nasional Bahantup Kuntau juga akan digelar di Bogor.

“Insyaallah Bahantup Kuntau akan dipertandingkan secara resmi pada 2027. Tahun ini juga akan dilaksanakan kejurnas di Bogor. Mohon doanya,” ujarnya.

Untuk mengembangkan olahraga tersebut di Tala, PPSI membuka latihan di dua lokasi, yakni SMA PGRI Pelaihari dan wilayah Sambangan, Kecamatan Bati-Bati.

Abdullah menjelaskan, masyarakat yang ingin mengikuti latihan Bahantup Kuntau perlu memiliki dasar kuntau. Selanjutnya, teknik dan kemampuan peserta akan dikembangkan melalui latihan yang dilakukan secara rutin.

Di tingkat nasional, Bahantup Kuntau memiliki sejumlah kategori pertandingan berdasarkan kelas berat badan, di antaranya Pawanian, Wani dan Mahing.

Sementara itu, perkembangan Bahantup Kuntau tidak hanya terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Seni bela diri tersebut kini telah berkembang di sejumlah provinsi di Indonesia.

Selain Kalsel, Bahantup Kuntau telah dikenal di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, NTB, DKI Jakarta, Riau, Jawa Tengah, Papua Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Lampung hingga Sulawesi Tenggara.

Di lingkungan Inorga PPSI, Kuntau juga telah memiliki tujuh kategori yang diterima untuk dipertandingkan secara nasional, yakni Membunga Putra, Membunga Putri, Bepukul Putra, Bepukul Putri, Bekisah, Bekawanan dan Behantup Kuntau.

Menurut Abdullah, semakin luasnya pengenalan Bahantup Kuntau menjadi peluang untuk menjaga keberadaan seni bela diri tradisional Banua agar tidak hanya dikenal di Kalsel.

“Kita berharap bela diri Banua tidak hanya menjadi ikon nasional, tetapi juga bisa berkembang hingga tingkat internasional dan dikenal dunia melalui Bahantup Kuntau,” harapnya. 

Editor : Sutrisno
pencak silat Tanah Laut