RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Keterbatasan finansial tidak menjadi halangan bagi kontingen National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Balangan untuk menorehkan prestasi di tingkat provinsi.
Tampil sendirian mewakili Bumi Sanggam di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalsel 2026, Budi Riansyah sukses membawa pulang medali emas.
Bertanding di Kantor Sekretariat NPCI Kalsel, Budi turun pada cabang olahraga atletik nomor tolak peluru. Ia berlaga di klasifikasi F46-47, yakni kategori khusus untuk memastikan kesetaraan fungsional bagi atlet dengan disabilitas anggota gerak atas.
Kehadiran Budi sebagai wakil tunggal pada ajang yang mempertandingkan cabang atletik dan panahan tersebut nyatanya bukan tanpa alasan. Kondisi kas organisasi memaksa pengurus daerah untuk mengambil keputusan pahit jelang keberangkatan.
Ketua NPCI Balangan, Fadli, secara terbuka mengakui bahwa minimnya amunisi atlet yang diterjunkan ke kejuaraan tingkat provinsi ini sangat dipengaruhi oleh faktor anggaran.
"Keputusan mengirim satu atlet murni karena keterbatasan dana," ungkap Fadli, Selasa (8/9).
Kendati demikian, ia merasa sangat bangga karena satu-satunya peluru yang ditembakkan ke medan pertandingan justru tepat sasaran dan menghasilkan prestasi tertinggi.
"Meski dengan jumlah kontingen yang sangat terbatas, Budi mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan meraih emas," tambahnya.
Torehan prestasi ini menjadi pelipur lara sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Budi. Ia menyadari beban berat berada di pundaknya sebagai ujung tombak tunggal pembawa nama daerah.
Persiapan matang dan konsistensi di lapangan diakui menjadi modal utamanya untuk menyingkirkan para pesaing dari kabupaten atau kota lain.
"Alhamdulillah, dengan latihan fokus, hasilnya bisa langsung emas," kata Budi.
Editor : M Oscar Fraby