BDC 4 2026 Jadi Momentum Pembinaan dan Regenerasi Atlet Triathlon Kalsel

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:56 WIB
BDC: Peserta Banua Duathlon Challenge (BDC) 4 Tahun 2026 di Kebun Raya Banua, Banjarbaru.
BDC: Peserta Banua Duathlon Challenge (BDC) 4 Tahun 2026 di Kebun Raya Banua, Banjarbaru.

RADARBANJARMASIN.COM, Banjarbaru - Banua Duathlon Challenge (BDC) 4 Tahun 2026 sukses digelar di Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Sabtu (29/8/2026).

Kompetisi yang memadukan cabang olahraga lari dan bersepeda ini menarik minat atlet dari Kalimantan Selatan maupun sejumlah provinsi lain di Indonesia.

Prosesi pelepasan peserta ditandai dengan pengibaran bendera start yang dilakukan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel, Pebriadin Hapiz. Ia didampingi Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah, bersama Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalimantan Selatan, Budiono.

Pebriadin Hapiz mengungkapkan bahwa BDC berhasil menjadi ajang yang mampu menarik peserta lintas daerah, termasuk dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, serta perwakilan berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

"Teman-teman ada yang datang dari luar provinsi, dari DKI ada, dari Jawa juga ada. Dari provinsi tetangga, kemudian rata-rata juga ada perwakilan dari kabupaten dan kota," ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap peserta wajib menuntaskan rangkaian lomba berupa lari sejauh delapan kilometer, dilanjutkan bersepeda sejauh empat puluh kilometer, kemudian ditutup dengan lari sejauh sepuluh kilometer.

Pelaksanaan BDC tahun ini turut mempertimbangkan kondisi cuaca dan kualitas udara berdasarkan pembaruan informasi dari BMKG. Waktu pelepasan peserta pun disesuaikan demi mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan.

"Kita desainnya sebenarnya pukul 06.30, tetapi karena ramalan BMKG kita sesuaikan. Orientasi kita adalah sehat. Jadi ketika kabut sudah mulai menipis, baru kita lakukan pelepasan," jelasnya.

Pebriadin menambahkan, kehadiran peserta dari luar daerah turut memberikan dampak positif bagi pengembangan sport tourism di Kalimantan Selatan. Para peserta beserta pendamping yang datang dari luar daerah berpotensi menginap, berbelanja, dan mengunjungi berbagai destinasi wisata setempat.

"Sudah barang tentu ini akan menumbuhkan sport tourism. Mereka hadir, tentu datang dan menginap, mereka akan belanja dan jalan. Jadi kita berharap ekonomi Kalimantan Selatan juga ikut tumbuh dari kegiatan ini," katanya.

Selain sebagai ajang kompetisi, BDC juga diharapkan menjadi sarana bagi para atlet triathlon untuk mengukur hasil latihan sekaligus membandingkan kemampuan dengan atlet dari daerah lain.

"Kita berharap kegiatan ini menjadi ajang bagi teman-teman untuk menguji latihan mereka selama ini. Dengan adanya atlet dari daerah lain, mereka bisa melakukan komparasi bagaimana progres latihan mereka selama ini," tutur Pebriadin.

Ia berharap penyelenggaraan event yang berkelanjutan ini dapat melahirkan bibit atlet triathlon baru yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Selatan di kancah nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua FTI Kalimantan Selatan, Budiono, mengapresiasi dukungan penuh Dispora Kalsel terhadap penyelenggaraan BDC 4. Ia menilai event ini menjadi momentum penting bagi atlet, baik tingkat elite maupun junior, untuk memperoleh pengalaman bertanding.

"Alhamdulillah beberapa atlet kita, baik itu elite maupun junior, bisa turun pada event ini. Atlet dari provinsi lain juga hadir, seperti Kalimantan Timur, Jakarta dan Jawa Timur. Ini tentunya menjadi ajang kompetisi sekaligus evaluasi untuk pembinaan atlet," ungkapnya.

Budiono menjelaskan, seluruh atlet triathlon dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan mendapat kesempatan berpartisipasi dalam BDC 4, baik kategori elite maupun junior. Ia juga mencatat adanya peningkatan jumlah atlet baru yang mengikuti event ini.

"Banyak sekali atlet-atlet baru. Beberapa kabupaten luar biasa. Saat technical meeting dan pendaftaran, kita melihat banyak atlet baru yang mungkin ini menjadi ajang perdana bagi mereka," ujarnya.

Menurut Budiono, keikutsertaan atlet-atlet baru menjadi modal penting dalam proses regenerasi. Pengalaman mengikuti kompetisi diharapkan dapat memberikan pelajaran sekaligus meningkatkan motivasi mereka untuk terus berlatih dan kembali berkompetisi pada event berikutnya.

"Ini menjadi pelajaran sekaligus spirit bagi mereka untuk mengikuti event ini dan event-event berikutnya," pungkasnya.

Editor : Sutrisno
duathlon Kalsel