RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Keterbatasan anggaran tak membuat olahraga Kalimantan Selatan (Kalsel) kehilangan taji. Di tengah efisiensi fiskal yang cukup terasa sepanjang 2026, kontingen Banua justru tetap mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Hingga Agustus 2026, atlet Kalsel telah mengoleksi sekitar 66 medali dari berbagai kejuaraan nasional (kejurnas) yang diikuti.
Capaian itu diraih ketika dukungan anggaran pemerintah provinsi jauh lebih terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz melalui Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan, Rijal Hamid, mengatakan hingga kini sekitar 33 cabang olahraga (cabor) telah mengajukan proposal bantuan untuk mengikuti kejurnas di berbagai daerah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 cabor telah difasilitasi untuk berangkat bertanding.
Dulu 1.500 Orang, Kini Hanya 200
Efisiensi anggaran membuat ruang gerak Dispora Kalsel menjadi jauh lebih terbatas.
Jika sebelumnya bantuan keikutsertaan kejurnas dapat menjangkau sekitar 1.500 orang, tahun ini pemerintah provinsi hanya mampu memfasilitasi sekitar 200 orang.
Kondisi tersebut membuat Dispora harus menerapkan skala prioritas.
“Dengan anggaran yang minim ini kami memberikan skala prioritas kepada cabang olahraga yang memang wajib bertanding di tingkat nasional, sekaligus memberikan pengalaman kepada atlet-atlet yang berprestasi di daerah,” ujar Rijal, Selasa (25/8/2026).
Artinya, tidak semua proposal bisa otomatis mendapatkan dukungan. Cabor yang dinilai memiliki kepentingan dan peluang prestasi lebih besar menjadi prioritas.
Tak Asal Berangkat, Targetnya Harus Medali
Keterbatasan anggaran justru mendorong Dispora Kalsel memperketat seleksi atlet dan cabor yang diberangkatkan.
Setiap bantuan diharapkan memberikan hasil nyata, terutama dalam bentuk prestasi di tingkat nasional.
“Kami akan seleksi kembali yang berangkat. Jadi tidak asal berangkat, tetapi harus mendapatkan penghargaan dan prestasi, sehingga bantuan yang diberikan pemerintah provinsi kepada cabang olahraga benar-benar bermanfaat,” tegasnya.
Strategi tersebut sejauh ini membuahkan hasil. Sekitar 66 medali, terdiri dari emas, perak, dan perunggu, berhasil dikumpulkan dari cabor-cabor yang mengikuti kejurnas, khususnya sektor olahraga prestasi.
Masih Jauh dari Target 180 Medali
Meski sudah mengoleksi puluhan medali, perjalanan Kalsel belum selesai.
Dispora masih mengejar target Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026 sebanyak 180 medali.
Target tersebut merupakan akumulasi capaian dari bidang pembudayaan olahraga dan olahraga prestasi.
“Target tahun ini sebanyak 180 medali yang nantinya digabungkan dari bidang pembudayaan dan bidang prestasi. Dengan anggaran yang minim, kami maksimalkan yang berangkat adalah mereka yang memiliki peluang untuk meraih medali,” jelas Rijal.
Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, Dispora Kalsel masih memiliki pekerjaan besar untuk mengejar selisih capaian tersebut.
Cabor Didorong Mulai Mandiri
Selain mengejar medali, Dispora Kalsel mulai mendorong setiap cabor agar secara bertahap mampu lebih mandiri dalam pembiayaan maupun pengembangan kegiatan.
Langkah ini dipandang penting untuk membangun ekosistem olahraga prestasi yang lebih berkelanjutan.
Dengan begitu, prestasi atlet Banua tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Efisiensi anggaran akhirnya menjadi tantangan sekaligus momentum untuk menata kembali pembinaan olahraga Kalsel. Bantuan dibuat lebih selektif, keberangkatan diprioritaskan, dan setiap kesempatan bertanding dituntut menghasilkan prestasi.
Editor : Eddy Hardiyanto