RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Kalimantan Selatan punya alasan baru untuk bangga. Rahmatullah Hasriyanoor Hanafi, pemain futsal asal Kota Banjarmasin yang akrab disapa Riyan, resmi mengukir sejarah sebagai atlet futsal pertama dari Bumi Lambung Mangkurat yang menandatangani kontrak dan bermain di luar negeri.
Pria berusia 28 tahun itu kini berseragam M2K Futsal Club, klub profesional asal Kota Mandalay yang berlaga di MFF Vita Max Futsal League, kompetisi utama futsal Myanmar.
Kabar tersebut viral di media sosial setelah akun Instagram @galeri.futsal mengunggah foto Riyan mengenakan jersey merah strip biru milik M2K Futsal Club, Sabtu (22/8/2026) malam, disertai narasi singkat yang menyebut Riyan sebagai pemain asing resmi tim tersebut.
Di kolom komentar unggahan pribadinya, Riyan pun menuliskan pesan yang mengharukan: "Semua berawal dari doa ibu." tulisnya singkat.
Kehadiran Riyan di Myanmar bukan semata-mata untuk bermain di liga reguler. Dalam waktu dekat, M2K Futsal Club akan tampil dalam Fire Dragon International Futsal Cup 2026, sebuah ajang invitasi internasional yang digelar di Yangon pada 5–12 September 2026, mempertemukan klub-klub dari Myanmar, Indonesia, Thailand, dan Kamboja. Bersama Riyan, pemain Indonesia lain yang turut memperkuat M2K adalah M. Iqbal Pasaribu.
Bagi dunia futsal Kalimantan Selatan, nama Riyan bukan nama asing. Perjalanan panjangnya dimulai dari bangku SMAN 5 Banjarmasin, di mana bakat luar biasanya pertama kali mencuri perhatian.
Talenta itu kemudian terasah lewat ajang Liga Nusantara 2016 bersama klub lokal Banjarmasin sebelum akhirnya dipinang Kancil BBK, klub asal Pontianak, Kalimantan Barat untuk menjalani karier profesional pertamanya di Pro Futsal League Indonesia pada Januari 2017.
Satu momen paling bersejarah dalam karier Riyan terjadi di tahun yang sama. Pemain sayap kiri ini menjadi remaja Banjarmasin pertama yang menembus skuat Timnas Indonesia Futsal. Ia membela Garuda Muda di AFC U-20 Futsal Championship 2017 di Bangkok, Thailand turnamen yang mengantarkan Indonesia lolos dari babak grup sebelum kandas di perempat final menghadapi tuan rumah.
Setelah dua musim produktif bersama Kancil BBK yang kini bernama Pangsuma FC Kalbar, karier Riyan terus menanjak. Puncaknya terjadi pada 2020 ketika ia bergabung dengan Black Steel FC Manokwari dan berhasil meraih gelar juara Pro Futsal League musim 2020 sebuah gelar yang baru bisa dirampungkan pada 2021 akibat pandemi Covid-19.
Perjalanan selanjutnya membawanya ke Sadakata United Aceh, sebelum ia kembali ke tanah Banua bersama Fafage Banua di awal musim Liga Futsal Profesional 2024.
Kini, Riyan membuka babak paling menakjubkan dalam karier panjangnya melampaui batas negeri dan menorehkan namanya dalam catatan sejarah futsal Kalimantan Selatan.
Ketua AFP Kalimantan Selatan, H. Anwar Hadimi, menyampaikan kebanggaan dan doa tulus atas pencapaian bersejarah yang ditorehkan putra Banua tersebut.
"Ini adalah kebanggaan luar biasa bagi seluruh insan futsal Kalimantan Selatan. Riyan membuktikan bahwa pemain dari daerah pun mampu bersaing dan diakui di level internasional. Ia membuka jalan yang sebelumnya belum pernah ada. Kami dari AFP Kalsel sangat bangga dan mendoakan agar Riyan sukses, sehat, dan bisa mengharumkan nama Kalimantan Selatan di pentas internasional. Semoga perjalanan ini menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda futsal Banua bahwa mimpi besar itu nyata dan bisa diraih dengan kerja keras," ujar H Hadimi.
Sejarah sudah tertulis. Dan dari Banjarmasin, seorang anak yang bermula dari doa seorang ibu kini melangkah jauh melampaui batas yang pernah dibayangkan siapa pun.
Editor : Sutrisno