RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI – Langkah Peseban Banjarmasin U17 di Piala Soeratin U17 Kalimantan Selatan 2026 akhirnya terhenti di babak semifinal. Di Lapangan Basis Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (18/8/2026) sore, The Yellow Alligator harus mengakui superioritas Wasaka Muda Indonesia U17 dengan skor telak 0-5.
Wasaka Muda langsung menunjukkan dominasi mereka sejak peluit kick-off dibunyikan. Belum genap satu menit pertandingan berjalan, M. Faidz Dzikri sudah membuka keunggulan untuk Wasaka Muda,sebuah gol kilat yang langsung memberikan tekanan psikologis kepada Peseban sejak dini. Keunggulan itu kemudian digandakan oleh Raffa Gauza Mahardika Setiyadi pada menit ke-24, menjadikan paruh pertama sepenuhnya milik Wasaka Muda.
Peseban sempat mendapatkan secercah harapan ketika Gusti Mukramin menerima kartu kuning di menit ke-27, namun itu tidak mengubah kendali permainan. Tepat di injury time babak pertama, menit ke-45+2, Raffa Gauza kembali menceploskan bola ke gawang Muhammad Ridho untuk melengkapi hattrick pribadinya di babak pertama menjadikan skor 3-0 saat turun minum.
Di babak kedua, Peseban melakukan dua pergantian sekaligus sejak kick-off untuk mencoba mengubah jalannya pertandingan. Namun Wasaka Muda tidak memberi ruang. Raffa Gauza kembali menyelesaikan hattrick-nya pada menit ke-55, dan Fadil Akbar yang masuk sebagai pemain pengganti menambah gol kelima pada menit ke-69.
Peseban hanya bisa merespons dengan tiga kartu kuning sepanjang laga masing-masing untuk Raffi Hafiz Putra Yunizar, Gusti Mukramin, dan Muhammad Zidan Arkan yang menambah beratnya malam bagi The Yellow Alligator.
Skor akhir 5-0 pun menjadi cerminan jujur dari jalannya pertandingan, di mana Wasaka Muda tampil lebih siap, lebih tajam, dan lebih terorganisir di semua lini.
Namun di balik kekalahan telak ini, ada konteks penting yang tidak boleh diabaikan.
Pelatih Peseban U17, Bambang Hermawan, mengingatkan bahwa timnya hanya memiliki waktu persiapan sekitar satu minggu sejak proses seleksi hingga terjun ke kompetisi sebuah keterbatasan yang tidak kecil untuk sebuah turnamen yang membutuhkan kematangan tim.
"Hasil ini tentu mengecewakan, tapi kami harus jujur dengan kondisi yang ada. Persiapan kami hanya satu minggu dari seleksi, pembentukan tim, sampai turun bertanding. Dengan waktu sesingkat itu, wajar jika ada aspek yang belum sempurna. Tapi yang membanggakan saya adalah anak-anak tidak pernah menyerah di lapangan, mereka terus berjuang sampai peluit terakhir," ujar Bambang.
Manajer Peseban U17, M. Sadiq, memilih melihat keseluruhan perjalanan ini dari sudut pandang yang lebih luas. Baginya, pencapaian Peseban yang lolos hingga babak semifinal dengan modal persiapan seminim itu sudah merupakan hasil yang patut diapresiasi.
"Sejujurnya, dengan persiapan hanya satu minggu, bisa sampai semifinal itu sudah sesuatu yang cukup membanggakan. Dan yang lebih penting lagi, seluruh pemain yang kami turunkan adalah talenta asli Kalimantan Selatan tidak ada pemain luar yang kami pakai. Ini membuktikan bahwa bakat-bakat lokal Kalsel itu ada dan mampu bersaing. Ke depan kami akan memperbaiki proses persiapan agar hasilnya bisa lebih maksimal," tegas M. Sadiq, Rabu (19/8/2026).
Dengan hasil ini, Peseban Banjarmasin U17 pun resmi mengakhiri perjalanan mereka di Piala Soeratin U17 Kalimantan Selatan 2026. Sementara Wasaka Muda Indonesia U17 melaju ke babak final menghadapi tuan rumah Persetala UPP Kintap yang dijadwalkan bergulir pada Rabu (19/8/2026) pukul 15.00 WITA di Lapangan Basis Kintapura Tala.
Editor : M Oscar Fraby