Perkenalkan Cabor Domino ke Mahasiswa, Orado Banjarmasin Goes to Campus

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:09 WIB
SOSIALISASI: Pengurus ORADO Kota Banjarmasin saat memberikan sosialisasi olahraga domino kepada mahasiswa dalam kegiatan ORADO Go To Campus di UIN Antasari Banjarmasin. (dok ORADO)
SOSIALISASI: Pengurus ORADO Kota Banjarmasin saat memberikan sosialisasi olahraga domino kepada mahasiswa dalam kegiatan ORADO Go To Campus di UIN Antasari Banjarmasin. (dok ORADO)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Pengurus Cabang Olahraga Domino (ORADO) Kota Banjarmasin menggelar kegiatan ORADO Go To Campus di UIN Antasari Banjarmasin, Sabtu (15/8/2026) akhir pekan lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan olahraga domino sekaligus memperluas pembinaan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa.

Ketua Pengcab ORADO Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, bersama jajaran pengurus hadir memberikan sosialisasi kepada mahasiswa. Kegiatan tersebut turut menghadirkan wasit yang menjelaskan aturan dan regulasi pertandingan ORADO.

Rikval mengatakan, sosialisasi di lingkungan kampus merupakan rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilakukan di sejumlah sekolah dan lingkungan masyarakat. Respons yang diterima, menurutnya, cukup positif.

“Kegiatan ini kita sosialisasi untuk olahraga domino di kampus. Karena ini bagian daripada rangkaian sosialisasi ke beberapa tempat. Sebelumnya kita sudah melaksanakan sosialisasi ke sekolah, kemudian juga ke beberapa masyarakat yang mendapatkan respon yang sangat positif untuk bergabung dengan olahraga domino,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (18/8/2026).

Menurut Rikval, pengenalan ORADO kepada mahasiswa juga menjadi langkah untuk memperluas basis atlet dan peserta kompetisi. Mahasiswa dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan kemampuan karena pertandingan ORADO memiliki kategori dan regulasi yang jelas.

Ia menjelaskan, olahraga domino berbeda dengan permainan domino yang selama ini berkembang di masyarakat secara umum. Dalam ORADO, pertandingan dilaksanakan berdasarkan aturan dan regulasi yang lebih terstruktur serta disiplin.

“Karena dari permainan pun itu tentu berbeda dengan yang kartu. Yang biasanya kita di lokal itu biasanya dengan adanya tidak ada aturan atau regulasi, maka di olahraga domino itu ada aturan atau regulasi yang dibuat, dan lebih disiplin,” katanya.

Saat ini, ORADO telah menjadi anggota KONI dan diakui sebagai salah satu cabang olahraga. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi pengurus untuk terus melakukan sosialisasi sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet baru.

Perkembangan ORADO juga terlihat dari semakin luasnya jenjang kompetisi. Kejuaraan tidak hanya berlangsung di tingkat kabupaten dan kota, tetapi telah berkembang hingga tingkat provinsi dan nasional.

“Karena saat ini kejuaran domino tidak hanya di tingkat kota saja atau kabupaten kejuarannya, tapi juga di tingkat provinsi dan tingkat pusatnya, sehingga sosialisasi ini bisa menjadi langkah untuk mencetak atlet Orado,” ujar Rikval.

Kegiatan ORADO Go To Campus di UIN Antasari juga diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi. Selain UIN Antasari, perwakilan mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Terbuka, dan UNISKA turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Wakil Presiden Mahasiswa UIN Antasari, Khairul Fikri, menyambut positif kegiatan pengenalan ORADO di lingkungan kampus. Menurutnya, kehadiran ORADO memberikan ruang bagi mahasiswa yang memiliki minat terhadap domino untuk menyalurkannya melalui kegiatan olahraga yang lebih terarah.

“Senang sekali sih, karena teman-teman pada antusias. Karena kan di kalangan Banjarmasin itu lagi ramai-ramainya bedong. Jadi dengan adanya ORADO itu terfasilitasi lah, karena sudah diakui KONI juga, legal juga,” ujarnya.

Khairul menilai ORADO juga dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang meraih prestasi. Mahasiswa yang sebelumnya bermain domino secara informal kini memiliki kesempatan mengikuti kompetisi dengan aturan yang lebih jelas.

“Nah makanya, ini jadi momentum karena teman-teman itu pada suka main DOM, dan adanya Orado, itu terfasilitasi untuk dilombakan bahkan mereka main DOM. Jadi senang lah rasanya. Lebih positif lah dan bisa mencetak prestasi juga,” katanya.

Pengcab ORADO Kota Banjarmasin berencana melanjutkan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkenalkan ORADO sebagai cabang olahraga kepada generasi muda, sekaligus memperluas pembinaan dan membuka peluang lahirnya atlet-atlet baru yang mampu bersaing di tingkat daerah hingga nasional. (bir)

Editor : Arief
orado kalsel UIN Antasari domino Permainan Tradisional