RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Dua pereli muda Kalsel, Muhammad Kholilul Rahman dan Ahmad Sakha Rahim menorehkan hasil impresif pada ajang FIA Asia-Pacific Rally Championship (APRC) 2026 yang berlangsung di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.
Tampil di level internasional untuk pertama kalinya, Muhammad Kholilul Rahman yang membela tim HRVRT mengamankan posisi ketiga di klasemen umum APRC 2026.
Muhammad juga menyabet gelar juara di kategori RC3 APRC, Juara Nasional RC3, serta menggondol trofi FIA Junior APRC Championship for Drivers.
"Senang banget. Rasanya tidak menyangka bisa meraih prestasi di tingkat nasional maupun APRC. Terima kasih kepada Abah, keluarga, teman-teman di Binuang, dan seluruh masyarakat Kalsel yang sudah mendukung," ujar Muhammad saat ditemui seusai penyambutan oleh pengurus IMI Kalsel di Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Jumat (14/8/2026) malam.
Muhammad menambahkan karakter lintasan di Danau Toba menghadirkan tantangan teknis yang jauh berbeda dari trek lokal di Kalsel. Jalur persaingan dinilai lebih ekstrem dan menuntut konsentrasi tinggi di setiap special stage.
"Lintasannya cukup ekstrem. Banyak tikungan dan jalurnya lebih sempit dibandingkan yang biasa kami hadapi di Banua," tegasnya.
Sementara itu, Ahmad Sakha Rahim yang berlaga di kelas RC4 berhasil menuntaskan seluruh tahapan balap hingga garis finish.
Ahmad mengunci gelar juara RC4 APRC sekaligus menempati urutan kelima pada klasemen umum APRC, yang menjadi pencapaian tertinggi dalam karier balap internasionalnya.
"Alhamdulillah bahagia banget. Terima kasih untuk tim, keluarga, sepupu, warga dan semuanya yang sudah mendukung serta mendoakan kami," kata Ahmad.
Meski demikian, Ahmad tak berpuas diri dan langsung membidik target yang lebih tinggi untuk kariernya ke depan. "Semoga bisa juara dunia. Yang penting sampai finis dan terus belajar," tambahnya.
Pasca kompetisi di Sumatera Utara, kedua pereli dijadwalkan melanjutkan kalender balap musim ini dengan mengikuti tiga seri Sprint Rally yang tersisa.
Jika agenda persiapan berjalan sesuai rencana, Muhammad dan Ahmad diproyeksikan tampil pada kejuaraan reli di Australia pada akhir tahun 2026.
Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalsel, Edy Sudarmadi menilai hasil yang diraih kedua pereli Banua tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Kalsel.
Pasalnya, mereka mampu bersaing dan meraih gelar di salah satu kejuaraan rally paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik.
"Alhamdulillah, ini prestasi yang luar biasa APRC menjadi salah satu tolok ukur dalam kejuaraan rally, khususnya di Indonesia. Muhammad dan Ahmad menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan," ujarnya
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan pembalap asal Banua memiliki kualitas untuk bersaing di level internasional. "Ini tentunya menjadi kebanggaan warga Banua. Saya berharap prestasinya terus meningkat dan semakin banyak pembalap muda yang lahir dari Kalsel," katanya.
Menurutnya, kompetisi yang rutin akan membantu meningkatkan pengalaman dan mental bertanding para pembalap muda sebelum tampil di tingkat nasional maupun internasional.
"Kalau kegiatan rally semakin sering dilaksanakan di Kalsel, tentu akan memancing kawan-kawan lainnya untuk ikut. Dari situ akan muncul bibit-bibit baru yang nantinya bisa membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi," paparnya.
Di sisi lain, H Rihan Fariza mengaku bangga melihat dua putranya mampu bersaing dengan para pereli terbaik di ajang FIA Asia-Pacific Rally Championship (APRC).
"Terima kasih kepada teman-teman IMI, khususnya Ketua IMI Kalsel dan seluruh pihak yang sudah memberikan apresiasi. Alhamdulillah, anak-anak sudah bisa meraih prestasi di tingkat Asia," ujar pendiri tim balap HRVRT-MAB.
Ia memastikan proses pembinaan akan terus dilakukan agar kemampuan mereka semakin matang dalam menghadapi persaingan yang lebih berat.
"Mudah-mudahan mereka bisa lebih baik lagi ke depannya. Kami akan terus memberikan dukungan dan melakukan pembinaan agar kemampuan mereka terus berkembang," katanya.
Tak hanya fokus pada kejuaraan nasional, Rihan juga berencana membawa kedua putranya mengikuti kompetisi di Australia pada akhir tahun mendatang.
Rencana itu disiapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan jam terbang, sekaligus menambah pengalaman bertanding di level internasional. "Mudah-mudahan, akhir tahun ada kesempatan berangkat ke Australia mengikuti kejuaraan di sana," ujarnya.
Selain agenda internasional, Muhammad dan Ahmad masih memiliki target besar di dalam negeri. Yakni, tampil pada tiga seri Sprint Rally yang tersisa di Pulau Jawa.
Rihan berharap semangat dan konsistensi yang ditunjukkan selama tampil di APRC 2026 bisa berlanjut hingga akhir musim.
"Untuk Sprint Rally masih ada tiga seri lagi. Mudah-mudahan semangat mereka tetap terjaga dan bisa meraih gelar juara nasional," tandasnya.