Ludes Dua Hari, 120 Atlet Siap Adu Stamina di Banua Duathlon Challenge 2026 Kebun Raya Banua

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:06 WIB
Aksi para peserta dalam gelaran Banua Duathlon Challenge pada penyelenggaraan sebelumnya di Kebun Raya Banua, Banjarbaru. BDC 2026 akan kembali digelar pada 29–30 Agustus 2026 dengan 120 peserta yang siap adu stamina dalam tiga nomor utama: duathlon, aquathlon, dan running.(M Idris Jian Sidik)
Aksi para peserta dalam gelaran Banua Duathlon Challenge pada penyelenggaraan sebelumnya di Kebun Raya Banua, Banjarbaru. BDC 2026 akan kembali digelar pada 29–30 Agustus 2026 dengan 120 peserta yang siap adu stamina dalam tiga nomor utama: duathlon, aquathlon, dan running.(M Idris Jian Sidik)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Dua hari. Hanya dua hari kuota pendaftaran 120 peserta ludes terjual. Angka itu sudah cukup membuktikan bahwa Banua Duathlon Challenge (BDC) bukan sekadar ajang olahraga biasa, ia sudah menjelma menjadi agenda yang paling ditunggu-tunggu para pecinta duathlon dan triathlon di Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

Memasuki penyelenggaraan keempat, BDC kembali hadir dengan skala yang lebih besar. Ajang yang memadukan olahraga lari dan bersepeda ini akan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di Kebun Raya Banua, Banjarbaru, lokasi yang sudah menjadi identitas kuat event ini sejak pertama kali digelar.

Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalimantan Selatan, Budiono, menyebut peningkatan jumlah peserta dari sekitar 100 atlet tahun lalu menjadi 120 tahun ini sebagai sinyal positif yang tidak bisa diabaikan.

"Peserta tahun ini mencapai 120 atlet, meningkat dari tahun lalu yang sekitar 100 peserta. Pendaftarannya juga habis dalam dua hari. Ini menunjukkan antusiasme atlet terhadap BDC semakin tinggi," ujar Budiono, Rabu (12/8/2026).

Tahun ini BDC hadir dengan rangkaian yang lebih lengkap dari sebelumnya. Selain kompetisi utama, penyelenggaraan juga dirangkaikan dengan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan BDC Running, menghadirkan tiga nomor utama: duathlon, aquathlon, dan running. Keragaman kategori ini dipastikan membuat kompetisi semakin semarak.

Yang membuat persaingan semakin panas, BDC Open tahun ini kedatangan tamu istimewa. Atlet-atlet nasional dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan turut meramaikan kategori bergengsi tersebut — menghadirkan kompetisi lintas daerah yang menjanjikan duel sengit sekaligus menjadi barometer kemampuan atlet lokal di pentas yang lebih luas.

"Untuk BDC Open, ada atlet nasional yang datang dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. Kehadiran mereka tentu membuat persaingan semakin menarik sekaligus menjadi pengalaman bagi atlet-atlet daerah," kata Budiono.

Perjalanan BDC dimulai sejak 2023 ketika ajang ini pertama kali digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dispora Kalsel. Sejak edisi perdana, BDC sudah mencuri perhatian tidak hanya atlet dari berbagai penjuru Indonesia, tetapi juga peserta dari mancanegara — tercatat atlet dari Jerman, Irlandia, Singapura, Aljazair, dan Amerika Serikat pernah ambil bagian di event ini. Format ikoniknya — lari 5 kilometer, bersepeda 30 kilometer, lalu kembali berlari 5 kilometer — menjadi tantangan yang selalu dinantikan para peserta.

Lebih dari sekadar arena kompetisi, BDC juga dirancang sebagai bagian dari pengembangan sport tourism Kalimantan Selatan. Pemanfaatan Kebun Raya Banua sebagai lokasi event bukan kebetulan — ini adalah upaya sadar untuk memperkenalkan keindahan dan potensi daerah kepada para peserta yang datang dari berbagai penjuru nusantara bahkan dunia.

Dengan antusiasme yang terus meningkat setiap tahunnya, Banua Duathlon Challenge perlahan namun pasti sedang membangun reputasinya sebagai salah satu agenda sport tourism terbaik di Kalimantan Selatan yang patut diperhitungkan di tingkat nasional.

Editor : Arif Subekti
banua duathlon challenge siap digelar Kebun Raya Banua banjarbaru