RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Keterbatasan persiapan bukan alasan untuk pulang dengan tangan kosong. Kontingen Muay Thai Indonesia Kalimantan Selatan berhasil mengakhiri perjuangan mereka di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muay Thai 2026 dengan membawa pulang enam medali, tiga perak dan tiga perunggu, dari GOR Abdur Rosyad Irwan, Bekasi, Jawa Barat, yang berakhir pada 9 Agustus 2026.
Tiga medali perak dipersembahkan oleh Rizki Aji Pratama di kelas 81 kilogram elite putra, Siti Khairun Napisah di kelas 57 kilogram U24 putri, serta Heldawati di kelas 43 kilogram elite putri. Sementara tiga medali perunggu disumbangkan M. Rafli di kelas 57 kilogram elite putra, Safuani di kelas 67 kilogram elite putra, dan Nailiyah di kelas 51 kilogram U24 putri.
Ketua Muay Thai Indonesia Kalimantan Selatan, Ferina, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang mampu memberikan hasil terbaik meski dengan persiapan yang belum optimal. Ia menyebut capaian ini akan menjadi bahan evaluasi yang berharga untuk mendorong peningkatan pembinaan ke depan.
"Setelah ini kita akan berikan pelatih, termasuk fasilitas dan kesejahteraan mereka," ujar Ferina saat diwawancarai, Rabu (12/8/2026)
Hal senada disampaikan pelatih Muay Thai Kalsel, Salim. Ia mengakui bahwa persiapan menuju Kejurnas kali ini masih jauh dari ideal. Namun para atlet mampu melampaui ekspektasi dengan menunjukkan performa yang layak diapresiasi di level nasional.
"Persiapan kita minim, alhamdulillah dapat tiga perak tiga perunggu. Setelah ini kita persiapkan lagi untuk persiapan PON beladiri," kata Salim.
Di antara para peraih medali, ada satu nama yang kisahnya layak mendapat perhatian lebih: Rizki Aji Pratama. Atlet asal Kabupaten Tanah Laut ini meraih medali perak di kelas 81 kilogram elite putra dalam apa yang ia akui sebagai pertandingan nasional pertamanya. Sebuah debut yang tidak bisa disebut biasa-biasa saja.
"Alhamdulillah saya bisa juara. Terima kasih kepada pelatih dan pengurus. Saya dari Tanah Laut dan ini pertandingan nasional pertama saya," ujar Rizki Aji Pratama dengan rasa syukur yang tulus.
Enam medali dari Kejurnas ini kini menjadi titik pijak bagi Muay Thai Kalimantan Selatan untuk berbenah lebih serius. Agenda yang menanti, terutama babak kualifikasi PON beladiri, menuntut program latihan yang jauh lebih terukur, dukungan fasilitas yang memadai, serta peningkatan kesejahteraan atlet sebagai fondasi pembinaan yang berkelanjutan.
Meski perjalanan masih panjang, enam medali dari Bekasi sudah membuktikan satu hal: potensi atlet Muay Thai Kalimantan Selatan nyata, dan dengan pembinaan yang lebih serius, prestasi yang lebih besar bukan sekadar mimpi.
Editor : Arif Subekti