RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Awal yang sempurna. MAN 1 Hulu Sungai Tengah yang akrab disapa MANSAHUTE langsung menunjukkan taring mereka sejak laga pertama Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan yang berlangsung di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026) siang.
Berhadapan dengan SMKN 3 Banjarmasin alias Skengha di GOR Hasanuddin Banjarmasin, MANSAHUTE tampil dominan dari awal hingga akhir dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 33-13.
Sejak tip-off, MANSAHUTE langsung mengambil inisiatif permainan. Serangan demi serangan mengalir deras menghantam ring lawan, membuat pertahanan Skengha kewalahan. Meski SMKN 3 Banjarmasin mencoba merespons dengan pola pertahanan yang cukup rapat, tekanan MANSAHUTE tidak juga mereda. Paruh pertama pun ditutup dengan keunggulan telak 17-3 bagi tim dari Hulu Sungai Tengah itu.
Memasuki paruh kedua, ritme permainan sempat melambat dari kedua sisi. Di kuarter ketiga, masing-masing tim hanya mampu menyumbang dua poin — sebuah fase yang menunjukkan perlunya penyesuaian strategi dari kedua bench.
Namun di kuarter penentu, MANSAHUTE kembali bangkit dan mengunci 14 poin tambahan. Skengha memang berhasil mencetak delapan poin di kuarter terakhir, tapi tidak cukup untuk memperkecil jarak yang sudah terlalu jauh. Skor akhir 33-13 menjadi milik MANSAHUTE.
Pemain MANSAHUTE, M. Zulfadhli Akbar, mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan perdana yang diraih timnya. Baginya, tampil di GOR Hasanuddin dalam rangkaian DBL adalah momen yang sudah lama dinantikan — dan mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.
"Alhamdulillah kami bisa menang di laga pertama. Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk ini. Sejak awal kami ingin langsung menunjukkan permainan terbaik kami agar tidak memberi ruang bagi lawan untuk membangun kepercayaan diri. Tapi ini baru laga pertama, masih banyak yang harus kami jaga dan tingkatkan ke depannya," ujar Zulfadhli.
Dari kubu yang kalah, pelatih SMKN 3 Banjarmasin Risadi tetap menatap hasil ini dengan kepala dingin. Baginya, kekalahan hari ini bukan akhir dari segalanya — melainkan bahan evaluasi penting yang harus segera ditindaklanjuti.
"Hari ini lawan memang lebih siap dan lebih agresif dari kami sejak awal. Kami sempat mencoba merespons tapi gap-nya sudah terlalu jauh. Yang penting sekarang adalah evaluasi, lihat apa yang kurang, dan pastikan anak-anak tidak kehilangan semangat. DBL adalah pengalaman berharga bagi mereka dan kami tidak akan berhenti berjuang," kata Risadi.
Kemenangan ini menempatkan MANSAHUTE pada posisi yang menggembirakan di awal kompetisi. Sementara Skengha harus segera berbenah dan bangkit di laga-laga berikutnya jika ingin tetap bersaing di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan.
Editor : Arif Subekti