RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Sebelum mengajarkan sesuatu kepada murid, seorang guru harus lebih dulu memahaminya. Filosofi itulah yang kini dijalankan Organisasi Domino Olahraga (ORADO) Kalimantan Selatan bersama ORADO Kota Banjarmasin dalam upaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap permainan domino.
Bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (KKG PJOK), ORADO Kalsel dan ORADO Kota Banjarmasin menggelar sosialisasi domino orado kepada para guru olahraga di tiga kecamatan, yakni Banjarmasin Barat, Banjarmasin Selatan, dan Banjarmasin Utara.
Selanjutnya, kegiatan serupa akan dilaksanakan di Kecamatan Banjarmasin Tengah dan Banjarmasin Timur hingga menjangkau seluruh wilayah kota.
Sosialisasi tersebut dipandu jajaran pengurus ORADO Kota Banjarmasin. Hadir dalam kegiatan itu Nasruddin dari ORADO Kalsel selaku penanggung jawab bidang teknik dan perwasitan, didampingi Wakil Sekretaris ORADO Kota Banjarmasin Muhammad Nur Rifai atau yang akrab disapa Bahdur, serta Bendahara Pengkot ORADO Kota Banjarmasin M. Haris Setiawan.
Ketua Pengprov ORADO Kalimantan Selatan, Rizwan Arifin, mengatakan pemilihan guru sebagai sasaran awal sosialisasi bukan tanpa alasan. Menurutnya, selama ini permainan domino masih kerap dipandang negatif karena identik dengan perjudian dan aktivitas yang tidak produktif.
Padahal, kata dia, domino yang dikembangkan ORADO telah bertransformasi menjadi cabang olahraga prestasi yang memiliki aturan permainan, sistem penilaian, serta struktur kompetisi yang jelas dan terstandar.
"Kami sengaja menyasar guru terlebih dahulu sebelum ke murid. Guru adalah ujung tombak di lingkungan sekolah. Jika perspektif mereka sudah benar bahwa domino ORADO merupakan olahraga prestasi yang sah dan memiliki jalur kompetisi resmi, mereka akan menjadi jembatan terbaik untuk mengenalkan olahraga ini kepada para siswa," ujar pria yang akrab disapa Iwan itu, Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, perubahan cara pandang menjadi kunci utama keberhasilan sosialisasi. Selama guru masih memandang domino dari perspektif lama yang negatif, olahraga tersebut akan sulit berkembang di lingkungan pendidikan.
"Domino ORADO bukan soal judi ataupun kebiasaan buruk. Ini adalah olahraga yang melatih logika, strategi, konsentrasi, dan kerja sama. Kami ingin guru-guru di Banjarmasin memahami hal itu sehingga mereka dapat memperkenalkannya sebagai pilihan olahraga yang positif bagi para siswa," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris ORADO Kota Banjarmasin, Muhammad Nur Rifai, mengatakan respons para guru terhadap kegiatan sosialisasi cukup menggembirakan. Banyak peserta yang awalnya datang dengan persepsi lama, namun berubah pandangan setelah melihat secara langsung bagaimana domino ORADO dimainkan secara sportif dan kompetitif.
"Antusiasme guru-guru sangat luar biasa. Setelah melihat langsung permainan domino ORADO dengan aturan yang jelas, sistem poin yang terukur, dan semangat kompetisi yang sehat, banyak yang tertarik untuk mengenalkannya di sekolah masing-masing. Itulah yang kami harapkan sejak awal," ujar Bahdur.
ORADO Kalsel dan ORADO Kota Banjarmasin optimistis sosialisasi yang akan terus diperluas ke seluruh kecamatan di Banjarmasin mampu meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap domino ORADO. Mereka berharap permainan ini semakin dikenal sebagai olahraga prestasi yang dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi dan mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional.
Editor : Sutrisno