Kejuaraan Loncat Indah Kalsel Bangkit, Nomor Lomba Melonjak Jadi 18

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:31 WIB
BERLAGA: Atlet loncat indah Kalimantan Selatan saat berlaga dalam Kejuaraan Loncat Indah Festival Tiga Cabang Olahraga 2026 di Kolam Renang Pelajar Mulawarman, Banjarmasin.(M Idris Jian Sidik)
BERLAGA: Atlet loncat indah Kalimantan Selatan saat berlaga dalam Kejuaraan Loncat Indah Festival Tiga Cabang Olahraga 2026 di Kolam Renang Pelajar Mulawarman, Banjarmasin.(M Idris Jian Sidik)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Kejuaraan Loncat Indah pada Festival Tiga Cabang Olahraga 2026 menjadi penanda kebangkitan cabang olahraga yang pernah menjadi andalan Kalimantan Selatan.

Peningkatan jumlah nomor pertandingan dari enam menjadi 18 menjadi bukti berkembangnya pembinaan loncat indah di Banua.

Kejuaraan yang digelar di Kolam Renang Pelajar Mulawarman, Banjarmasin, diikuti atlet dari delapan kabupaten/kota serta sejumlah sekolah di Kalimantan Selatan.

Pada akhir kompetisi, SDN Karang Mekar 1 tampil sebagai juara umum setelah mengoleksi empat medali emas dan satu perunggu.

Posisi kedua ditempati kontingen Kota Banjarmasin dengan raihan tiga medali emas dan tiga perak, sedangkan Kabupaten Tabalong berada di peringkat ketiga berkat torehan tiga medali emas.

Technical Delegate (TD) pertandingan, Eka Purnama Indah, mengatakan peningkatan jumlah nomor yang dipertandingkan menunjukkan perkembangan pembinaan loncat indah di Kalimantan Selatan.

"Kejuaraan kali ini mempertandingkan 18 nomor. Jika dibandingkan sebelumnya yang hanya enam nomor, tentu ada peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menjadi kemajuan bagi pembinaan olahraga loncat indah di Kalimantan Selatan," ujarnya.

Eka menjelaskan, nomor yang dipertandingkan meliputi kategori senior putra dan putri pada papan 1 meter, papan 3 meter, dan menara.

Untuk kategori junior diperlombakan nomor papan 1 meter dan 3 meter, sedangkan kategori pemula 2 dan pemula 3 mempertandingkan nomor papan 1 meter serta tepi kolam.

Menurutnya, penambahan nomor pertandingan memberi kesempatan lebih luas bagi atlet dari berbagai kelompok usia dan kemampuan untuk mengasah kemampuan di arena kompetisi.

Sementara itu, Kepala Dispora Kalimantan Selatan, Pebriadin Hapiz, mengatakan kejuaraan tersebut merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali prestasi loncat indah Banua di tingkat nasional.

"Loncat indah menjadi salah satu cabang olahraga unggulan. Melalui kejuaraan ini kami berharap proses regenerasi atlet dapat berjalan dengan baik sehingga prestasi yang pernah diraih Kalimantan Selatan dapat kembali terulang," katanya saat ditemui, Jumat (31/7/2026).

Salah satu atlet yang mencuri perhatian adalah Navaro Arfan Wibowo yang berhasil mempersembahkan dua medali emas. Ia mengaku sempat merasa gugup karena harus bersaing dengan rekan latihannya sendiri dari Kabupaten Tapin.

"Alhamdulillah bisa meraih dua medali emas. Awalnya sempat gugup karena lawan merupakan teman sendiri dari Tapin. Persiapan latihan kami sekitar dua bulan sebelum kejuaraan," ungkap Navaro.

Kejuaraan ini diharapkan menjadi momentum lahirnya bibit-bibit atlet baru sekaligus memperkuat regenerasi loncat indah Kalimantan Selatan.

Bertambahnya nomor pertandingan dan meningkatnya partisipasi atlet menjadi sinyal positif bahwa cabang olahraga tersebut terus berkembang dan mulai kembali menemukan kejayaannya.

 

Editor : Sutrisno
loncat indah Kalsel