Lolos Verifikasi dan Jadi Juara, Naufal Malah Didiskualifikasi di O2SN Kalsel

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 21:45 WIB

BERTANDING: Muhammad Naufal Razqa Prayuda bertanding pada cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026. Status juaranya kemudian dibatalkan setelah panitia menjatuhkan sanksi diskualifikasi. (Instagram Naufal)
BERTANDING: Muhammad Naufal Razqa Prayuda bertanding pada cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026. Status juaranya kemudian dibatalkan setelah panitia menjatuhkan sanksi diskualifikasi. (Instagram Naufal)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Diskualifikasi atlet bulu tangkis asal Kabupaten Banjar, Muhammad Naufal Razqa Prayuda, tak hanya mengubah hasil Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026. Keputusan itu juga memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme verifikasi peserta yang baru dilakukan setelah seluruh pertandingan selesai.

 

Orang tua Naufal, Monica, mempertanyakan mengapa putranya baru dinyatakan tidak memenuhi syarat setelah berhasil menjadi juara. Padahal, menurutnya, Naufal telah lolos seluruh tahapan seleksi dan mengikuti pertandingan sebagai peserta resmi.

"Kalau memang sejak awal Naufal tidak diperbolehkan ikut karena pernah mengikuti kejuaraan tingkat nasional, kenapa tidak disampaikan sebelum pertandingan? Kenapa setelah dia juara baru dianggap melanggar aturan?" ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (30/7).

Verifikasi Dinilai Terlambat

Monica mengatakan keluarga mendaftarkan Naufal dengan keyakinan panitia telah memeriksa seluruh persyaratan sebelum kompetisi dimulai. Menurutnya, proses verifikasi tidak cukup hanya memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan seluruh ketentuan dalam petunjuk teknis dipenuhi setiap peserta.

"Yang namanya keabsahan itu harus diperiksa dari semua aspek yang diatur dalam juknis, bukan hanya administrasi," katanya.

Ia juga menilai keberadaan panitia bersama Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam technical meeting seharusnya menjadi bagian dari proses memastikan seluruh atlet memenuhi syarat bertanding.

"Kalau memang tidak memenuhi syarat, mestinya diketahui sebelum atlet bertanding," tegasnya.

Panitia: Riwayat Prestasi Baru Diketahui

Ketua Panitia O2SN SD-SMP Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Akhmad Gafurij, menjelaskan petunjuk teknis O2SN telah disampaikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota dan sekolah sebelum proses seleksi berlangsung.

Berdasarkan hasil verifikasi, Naufal diketahui pernah menjadi semifinalis Bayan Open Sirkuit Nasional C di Balikpapan pada Agustus 2025. Prestasi tersebut termasuk kategori atlet yang tidak diperbolehkan mengikuti O2SN sesuai petunjuk teknis.

"Panduan tersebut telah disampaikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota dan sekolah sebelum peserta didaftarkan mengikuti seleksi," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/7).

Akhmad menjelaskan, riwayat prestasi nasional Naufal baru diketahui setelah proses verifikasi yang dilakukan usai penutupan pendaftaran nasional. Berdasarkan hasil tersebut, dewan juri PBSI menjatuhkan sanksi diskualifikasi.

Masih Menyisakan Pertanyaan

Penjelasan serupa disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny. Berdasarkan informasi yang diterimanya, panitia belum mengetahui riwayat prestasi nasional Naufal saat pertandingan berlangsung.

"Panitia baru mengetahui riwayat prestasi tersebut setelah proses verifikasi dilakukan," katanya.

Meski demikian, penjelasan tersebut masih menyisakan pertanyaan mengenai tahapan pemeriksaan peserta sebelum pertandingan dimulai. Sebab, Naufal telah lolos sebagai wakil Kabupaten Banjar, masuk dalam daftar peserta resmi, menyelesaikan seluruh pertandingan, hingga keluar sebagai juara sebelum akhirnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Bagi keluarga, persoalan ini bukan semata kehilangan medali maupun kesempatan tampil di O2SN tingkat nasional. Mereka berharap mekanisme verifikasi dilakukan sejak awal agar atlet yang telah berjuang di arena pertandingan tidak menghadapi konsekuensi setelah kompetisi berakhir. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
Muhammad Naufal Razqa Prayuda diskualifikasi O2SN Kalsel verifikasi peserta O2SN polemik O2SN Kalsel juara O2SN didiskualifikasi