Listrik Mati Diterjang Badai, Semangat Pemain DBL All-Star Indonesia Justru Makin Menyala di Chicago

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 12:28 WIB
TETAP SEMANGAT: Skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 saat menjalani sesi latihan bersama pelatih ketangkasan kelas dunia, Micah Lancaster di Chicago Hope Academy, Amerika Serikat, di tengah kondisi mati lampu akibat badai yang melanda kawasan Midwest, Senin (27/6/2026).(Foto: Dokumentasi DBL Indonesia)
TETAP SEMANGAT: Skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 saat menjalani sesi latihan bersama pelatih ketangkasan kelas dunia, Micah Lancaster di Chicago Hope Academy, Amerika Serikat, di tengah kondisi mati lampu akibat badai yang melanda kawasan Midwest, Senin (27/6/2026).(Foto: Dokumentasi DBL Indonesia)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, CHICAGO – Badai besar boleh memorak-porandakan jaringan listrik di kawasan Midwest, Amerika Serikat. Tapi satu hal yang tidak bisa dipadamkannya: semangat para pelajar terbaik Indonesia yang tergabung dalam skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.

Senin (27/6/2026), hujan badai yang melanda Chicago menyebabkan aliran listrik di Chicago Hope Academy terputus total. Lapangan yang biasanya terang benderang berubah redup, hanya bergantung pada pencahayaan darurat yang seadanya. Namun tidak ada agenda latihan yang dibatalkan.

Selama hampir tiga jam penuh, 24 student-athlete terbaik Indonesia itu tetap berkeringat mengikuti setiap instruksi dari pelatih ketangkasan kelas dunia, Micah Lancaster, dengan intensitas yang tidak berkurang sedikit pun.

Pelatih DBL Academy yang mendampingi rombongan, Madya Firman Anugerahadi, mengakui situasi tersebut menjadi ujian mental yang sesungguhnya bagi para pemain.

"Saya mendampingi anak-anak DBL All-Star berlatih dengan Micah Lancaster di Chicago Hope Academy. Tapi, karena di Amerika lagi hujan badai, kondisi lapangan lagi mati lampu. Kami berharap ini tidak mengendurkan semangat anak-anak dalam berlatih," ujar Coach Madya Firman.

Di tengah keterbatasan cahaya, Micah justru memutar kreativitasnya. Materi latihan difokuskan pada penguatan footwork, keseimbangan tubuh, dan kontrol dribble menggunakan DrillMat — metode yang mengasah tumpuan kaki, posisi pinggul, hingga kontrol bola agar tetap optimal meski tanpa kondisi lapangan ideal. Micah juga memanfaatkan lampu reaksi berbasis baterai dengan tiga warna — merah, hijau, dan biru — sebagai alat melatih kecepatan pengambilan keputusan.

Setiap warna memberi instruksi berbeda kepada pemain, mulai dari drive shot, step-back shot, hingga layup.
Semangat para pemain yang tak goyah di tengah kegelapan itu rupanya membekas dalam bagi Micah Lancaster.

Pelatih yang pernah bekerja sama dengan deretan bintang NBA seperti Kyrie Irving, Dwyane Wade, hingga mendiang Kobe Bryant itu pun mengabadikan momen tersebut dan membagikannya melalui akun Instagram pribadinya sebagai bentuk apresiasi tulus terhadap para pelajar Indonesia.

Dalam unggahannya, Micah menggambarkan bahwa badai dan gelap bukan alasan untuk berhenti bekerja keras — sebuah pesan yang tampaknya sudah lebih dulu dipahami oleh para student-athlete DBL All-Star Indonesia sebelum ia menuliskannya.

Pengalaman berlatih dalam kegelapan di Chicago ini pun menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian program DBL Indonesia All-Star di Amerika Serikat — bukan hanya sebagai sesi latihan basket, tetapi sebagai pelajaran karakter yang tak akan mudah dilupakan.

Editor : Fauzan Ridhani
Chicago Hope Academy listrik mati diterjang badai dbl Indonesia all star Kopi Good Day