RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan turun langsung memantau kondisi pembinaan atlet di lapangan.
Monitoring yang dilakukan menyasar 21 cabang olahraga (cabor) prioritas yang menjadi andalan Kalimantan Selatan di Pekan Olahraga Nasional (PON).
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Seksi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, Zulhaidir, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan proses pembinaan atlet berjalan sesuai jalur, sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran penggunaan hibah yang telah dikucurkan pemerintah provinsi.
"Kami memantau langsung progres pembinaan atlet di lapangan, salah satunya terkait hibah yang kami berikan — apakah tepat sasaran atau tidak. Mulai dari kelengkapan sarana dan prasarana hingga proses latihan sehari-hari, semuanya kami cek langsung," ujar Zulhaidir, Senin (27/7/2026).
Keduapuluh satu cabor yang dipantau merupakan cabang-cabang yang telah menjalani program pemusatan latihan daerah dan berhasil meraih medali — baik emas, perak, maupun perunggu — pada PON sebelumnya. Dengan kata lain, cabor-cabor tersebut menjadi tolok ukur utama prestasi olahraga Banua di tingkat nasional.
"Tolak ukurnya memang 21 cabor yang meraih medali di PON kemarin. Ada yang emas, perak, dan perunggu. Mereka inilah yang saat ini sedang kami lakukan pembinaan jangka panjang," jelasnya.
Dalam proses monitoring, tim Dispora tidak hanya memeriksa dokumen perencanaan dan realisasi hibah, tetapi juga berkomunikasi langsung dengan para atlet untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi secara tepat — mulai dari ketersediaan alat latihan hingga pemenuhan gizi yang menjadi bagian dari program pembinaan.
"Contohnya, kami cek apakah alat yang dianggarkan benar-benar dibelikan. Kami juga komunikasi langsung ke atlet untuk memastikan soal gizi yang diberikan sudah tepat sasaran. Karena kami melihat langsung, progres pembinaannya jadi kelihatan nyata," ungkap Zulhaidir.
Hasil monitoring memberikan gambaran yang cukup menggembirakan. Dari 21 cabor yang dipantau, sekitar 80 persen menunjukkan peningkatan prestasi yang terukur. Meski demikian, Dispora tetap mencatat sejumlah kekurangan yang harus ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi.
"Alhamdulillah hampir 80 persen menunjukkan peningkatan. Tapi di sana pun kami melakukan evaluasi, apa yang masih menjadi kekurangan mereka. Itu menjadi catatan kami untuk bisa kami lengkapi ke depannya," tuturnya.
Ke depan, Zulhaidir berharap jumlah cabor yang mendapat pembinaan intensif bisa terus bertambah melampaui 21 cabor yang ada saat ini, seiring dengan dukungan dari cabang-cabang olahraga lainnya.
"Harapannya ke depan mungkin bisa lebih dari 21 cabor. Mudah-mudahan didukung oleh cabor lain sehingga pembinaan olahraga prestasi Kalimantan Selatan semakin luas dan kuat," pungkas Zulhaidir.
Editor : Sutrisno