RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Sehari setelah kepengurusan baru resmi dilantik, Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kalimantan Selatan langsung menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sambo 2026 di GOR Hasanudin Banjarmasin, Sabtu dan Minggu (25–26/7/2026).
Ajang ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Festival Tiga Cabang Olahraga dalam peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Bagi Ketua Umum Persambi Kalsel, Afrizaldi, Kejurprov ini bukan sekadar event pembuka, namun pernyataan sikap bahwa kepengurusan baru hadir bukan untuk seremonial, melainkan untuk bekerja.
"Ini merupakan salah satu upaya kami setelah kepengurusan baru dilantik. Kami mulai melaksanakan berbagai event dan kegiatan, salah satunya Kejuaraan Provinsi Sambo ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus konsisten dilaksanakan untuk mencari bibit-bibit baru dan atlet-atlet berprestasi yang nantinya mengharumkan nama Kalimantan Selatan," ujar Afrizaldi, Senin (27/7/2026).
Kejurprov ini dirancang sebagai pondasi awal dari program pembinaan jangka panjang yang ingin dibangun Persambi Kalsel secara berkelanjutan.
Afrizaldi meyakini bahwa kompetisi yang rutin dan terstruktur adalah cara paling efektif untuk memunculkan atlet-atlet terbaik dari seluruh penjuru Banua.
Ia pun mengaku melihat langsung potensi yang selama ini tersimpan di daerah-daerah. Banyak talenta muda berbakat dari berbagai kabupaten dan kota yang belum tersentuh pembinaan yang tepat — dan di situlah Persambi Kalsel ingin mengambil peran.
"Saya melihat langsung potensi atlet-atlet sambo di daerah sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kita jeli menemukan dan memberikan pembinaan yang tepat agar mereka menjadi aset Kalimantan Selatan di masa depan," katanya.
Tidak berhenti pada kompetisi, Persambi Kalsel juga menyiapkan program pencarian bibit atlet yang akan menyasar langsung ke sekolah-sekolah, khususnya jenjang SD hingga SMP. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan regenerasi atlet sambo Banua dalam jangka panjang.
"Kami akan melakukan pencarian bibit secara maraton ke sekolah-sekolah. Anak-anak usia SD dan SMP merupakan potensi terbaik untuk dibina menjadi atlet sambo profesional. Program ini juga menjadi bagian dari regenerasi atlet sehingga prestasi sambo Kalimantan Selatan dapat terus berlanjut," jelas Afrizaldi.
Dengan langkah awal yang solid ini, Afrizaldi berharap Kejurprov Sambo 2026 bukan hanya menjadi arena adu kemampuan, tetapi juga menjadi titik lahirnya generasi baru yang kelak akan membawa nama Kalimantan Selatan bersaing di kejuaraan nasional hingga internasional.
Editor : Sutrisno