RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Organisasi yang baru saja terbentuk, tetapi mimpinya sudah jauh ke depan. Itulah gambaran kepengurusan baru Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kalimantan Selatan masa bakti 2026–2030 yang resmi dilantik di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat (24/7/2026) malam lalu.
Di bawah komando Afrizaldi, Sambo Banua tak sekadar ingin eksis — mereka ingin bicara di tingkat nasional bahkan internasional.
Pelantikan yang dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP Persambi, Krisna Bayu Oly, itu berlangsung di hadapan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz, jajaran KONI Kalsel, serta perwakilan berbagai cabang olahraga beladiri.
Sebuah momen yang tidak hanya seremoni, tetapi juga menjadi titik awal dari agenda besar yang sudah disiapkan kepengurusan baru.
Krisna Bayu Oly mengingatkan bahwa Kalimantan Selatan bukan daerah yang asing dalam sejarah perkembangan Sambo Indonesia. Kontribusi Banua sudah terekam sejak perjuangan panjang mendorong Sambo diakui KONI dan KOI, hingga tampilnya olahraga ini di Asian Games Jakarta 2018.
"Kalimantan Selatan memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Sambo Indonesia. Saya yakin ke depan akan lahir atlet-atlet hebat dari Banua yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional," ujar Krisna Bayu.
Yang membuat momen ini semakin menarik, Krisna Bayu juga membuka peluang besar yang sedang dinantikan para pegiat Sambo: kemungkinan cabang ini masuk dalam PON 2028. Jika itu terwujud, Kalimantan Selatan sudah diharapkan menjadi salah satu penyumbang medali emas.
Wagub Hasnuryadi Sulaiman yang juga menjabat Ketua KONI Kalsel turut memberikan pesan strategis. Ia menekankan bahwa fondasi prestasi yang kuat hanya bisa dibangun melalui pembinaan berkelanjutan sejak usia dini, didukung pelatih berkualitas, kompetisi rutin, dan pemanfaatan sport science yang terukur.
"Pembinaan atlet harus dilakukan secara berkesinambungan dan berbasis potensi daerah. Semua cabang olahraga harus bersinergi menyusun program menghadapi berbagai event ke depan agar prestasi olahraga Kalimantan Selatan terus meningkat," tegasnya.
Hasnuryadi juga mengingatkan bahwa kolaborasi lintas sektor — antara pemerintah, dunia usaha, dan insan olahraga — adalah kunci yang tidak bisa diabaikan jika Kalsel serius ingin bersaing di level tertinggi.
Terpisah, Ketua Umum Persambi Kalsel yang baru, Afrizaldi, menyampaikan visi yang tegas dan ambisius. Baginya, amanah yang baru diterima bukan hanya soal mengelola organisasi, melainkan soal mengangkat derajat Sambo di mata masyarakat Kalimantan Selatan secara keseluruhan.
"Tugas kami adalah menjadikan Sambo sebagai olahraga yang semakin dikenal dan digemari masyarakat Kalimantan Selatan, sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Banua di tingkat nasional maupun internasional," tegas Afrizaldi, Minggu (26/7/2026).
Tak berhenti di situ, Afrizaldi juga membuka pintu bagi peluang yang lebih besar: menjadikan Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah kejuaraan Sambo berskala internasional. Menurutnya, wacana tersebut sangat layak dibahas serius jika kesiapan daerah memang mendukung, sebagai akselerator nyata perkembangan Sambo di Banua.
Dengan pengurus baru yang sudah terbentuk, agenda PON 2028 di depan mata, dan mimpi pentas internasional yang mulai dirawat, Sambo Kalimantan Selatan kini memasuki babak baru yang lebih serius dari sebelumnya.
Editor : Arif Subekti